Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 79.


__ADS_3

Hidup jesika bagaikan di neraka, Setiap hari dan malam jesika selalu di gilir banyak laki laki. Sungguh saat ini Jesika sangat menderita.


Berbeda dengan Aditya, Kini Aditya dan Anita nampak bahagia. Apalagi setelah 2 bulan Anita berobat untuk menghilangkan rasa traumanya terhadap laki laki asing, Anita di nyatakan sembuh total.


Anita saat ini sedang berada di pemakaman Nenek nya yang sudah tiada. Setelah mendengar Anita di culik waktu itu, Nenek Anita langsung sakit dan akhirnya meninggal dunia.


Setelah selesai memanjatkan doa, Anita dan Aditya kembali kerumah.


Di dalam kamar.


Mungkin saat inilah waktu yang tepat untuk mengatakan siapa dia sebenarnya, dia akan jujur kepada suami nya tentang dirinya yang seorang Presdir perusahaan A Triple Group dan pemilik butik terkenal di negara ini.


"Sayang....Boleh kah aku bekerja besok?" tanya Anita.


"Bekerja?" ucap Aditya bingung.


"Em..Aku sudah lama tidak bekerja. Aku berharap semoga semua nya baik baik saja." ucap Anita.


Aditya sungguh bingung dengan maksud ucapan dari istrinya.


"Kamu tidak perlu bekerja sayang. Aku yang akan mencari nafkah untuk keluarga kita." ucap Aditya.


"Tidak bisa sayang, aku harus melihat langsung perusahaan. Apakah saat ini baik baik saja atau tidak." ucap Anita.


"Perusahaan?" ucap Aditya.

__ADS_1


"Ya.." ucap Anita.


"Tunggu!! Maksud nya apa ini? Perusahaan!! perusahaan siapa?" tanya Aditya.


"Perusahaan ku sayang." ucap Anita.


"Perusahaan mu?" ucap Aditya bingung.


"Ya.." ucap Anita.


"Kamu memiliki perusahaan?" tanya Aditya dan di angguki Anita.


"Sejak kapan?" ucap Aditya.


"Sejak aku bercerai dengan Dion. Setelah itu aku mendirikan perusahaan sendiri. Karena perusahaan ku sebelum nya telah di ambil alih oleh Dion. Aku merintis dari mulai nol dibantu dengan nenek serta teman ku. Berjalan nya waktu perusahan yang ku dirikan berkembang baik. Tapi aku tidak tahu apakah sejak aku tinggal perusahaan itu baik baik saja atau tidak." ucap Anita sedih.


"A Triple Group nama perusahaan ku." ucap Anita.


"A Triple group yang itu. Maksud ku pemiliknya yang selalu menyembunyikan identitasnya itu." ucap Aditya tidak percaya.


"Ya, itu aku sayang. Yang suka pake kacamata dan masker." ucap Anita terkekeh melihat raut wajah suami nya yang sangat menggemaskan karena terkejut.


"Jadi wanita itu adalah kamu sayang?" ucap Aditya.


"Ya." ucap Anita enteng.

__ADS_1


"Aku tidak percaya." ucap Aditya masih tidak percaya..


Aditya sungguh sungguh masih tidak percaya dengan ucapan istrinya. Baginya itu sangat mustahil kala mengingat keadaan Anita yang hidup sederhana di rumah sederhana yang tidak ada kata mewah sedikit pun.


"Kalau memang kamu pemilik perusahaan itu kenapa hidup mu sederhana selama ini sayang?" tanya Aditya.


"Aku memiliki suatu alasan sehingga menyembunyikan status ku. Aku hanya ingin hidup damai tanpa adanya penjilat. Kamu tahu sendiri kan. Zaman sekarang orang kaya pasti banyak yang menjilat ingin berteman dengan kita, tapi kenyataan nya terkadang mereka hanya ingin memanfaatkan kita.


"Yang kedua aku hanya ingin mencari laki laki yang menerima ku apa adanya, mencintai ku dan anak ku dan juga kesederhanaan ku. Jika aku menunjuk kan siapa aku sebenarnya pasti banyak laki laki datang kepada ku dengan dalih mencintai ku dan anak ku. Tapi kebanyakan mereka hanya ingin memanfaat kan ku. Aku tidak suka seperti itu, karena aku sendiri pernah mengalami nya di rumah tangga ku sebelumnya.


"Aku tidak mau dengan Laki laki yang hanya menginginkan harta ku dan menendang ku saat aku tidak berguna lagi baginya. Aku berharap semoga kamu memang benar benar mencintai ku dan anak ku." ucap Anita panjang lebar


"Sayang dengarkan aku, ingat apa yang ku ucap kan ini. Aku mencintai mu sayang, sangat sangat mencintai mu. Aku mencintai mu tanpa memandang bahwa kau janda ber anak satu. Aku mencintai mu tulus dalam lubuk hati ku.


I love you sayang." ucap Aditya memeluk Anita.


"Terimakasih sayang, terimakasih karena kamu sudah mau menerimaku apa adanya." ucap Anita membalas pelukan Aditya.


"Bagaimana, boleh aku ke perusahaan?." ucap anita.


"Boleh sayang, tapi harus dengan ku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu lagi." ucap Aditya mencium pipi.


"Tapi kalau aku ke kantor siapa yang akan menjaga Kayla ya." ucap Anita berfikir.


"Biarkan putri kita bersama Mama. Aku yakin Mama pasti tidak akan keberatan jika kita menitipkan Kayla." ucap Aditya

__ADS_1


Selamat membaca


jangan lupa like and komen.


__ADS_2