
Setelah selesai dengan kegiatan mereka berdua, Aditya menarik tubuh istrinya dalam pelukannya.
"Sayang kamu percaya kan kalau aku sangat mencintai mu?" tanya Aditya.
"Tidak." jawab Anita.
"Kenapa? Bukankah aku sudah membuktikannya?" tanya Aditya.
"Apa maksud mu dengan cara yang tadi?" tanya Anita.
"Ya." ucap Aditya.
"Itu nama nya bukan bukti, tapi mencari kesempatan." ucap Anita kesal
"He...he...he.. Jangan marah dong sayang. Bukan kah tadi aku sudah memberikan kenikmatan untuk mu? Apakah kamu ingin aku membuktikannya lagi dan mengulanginya lagi?" ucap Aditya menggoda.
"Tidak." Tolak Anita cepat.
.
.
.
.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, Albert menggerutu kesal dengan tingkah Aditya, meninggalkan kantor seenak nya saja dan memberikan setumpuk pekerjaan kepadanya.
"Sialan tu anak, ingin rasanya ku tampol kepalanya. Bisa bisanya dia meninggalkan pekerjaan yang masih banyak dan malah enak enakan makan siang dengan istrinya. Huuh....Sabar sabar." ucap Albert.
Albert menyelesaikan pekerjaaan nya dengan menggerutu dan kesal, sampai sampai dia tidak mendengar jika pintu ruangan nya di buka.
Ckleeek....
"Apakah dia sangat sibuk hingga tidak menyadari kedatangan ku?" batin Hanna
"Ah.... Kenapa dia sungguh sangat sangat tampan, aku ingin sekali menariknya ke kamar dan meniduri nya, menjadikan nya milik ku seutuhnya." lanjutnya
Lama Hanna berjuang mendekati Albert, dari mengutarakan cinta, memberi perhatian, mengantar makanan, semua sudah Hanna lakukan. Namun Albert sama sekali tidak menanggapi perasaan Hanna sedikit pun. Albert bagaikan gunung es yang tidak mudah untuk di cairkan. Namun Hanna tidak pernah menyerah, ia terus berusaha untuk mendapatkan Albert, laki laki yang ada di hatinya.
"Albert sayang." panggil Hanna berjalan mendekat.
"......." Albert diam menatap dan tidak menjawab.
"Ayo lah sayang, jangan memberikan ku tatapan seperti itu. Itu akan membuat ku tambah mencintai mu lo." ucap Hanna duduk di pangkuan Albert.
"Apakah kamu tidak malu? Sebagai seorang gadis seharusnya kamu tidak boleh duduk tiba tiba di pangkuan seorang laki laki seperti ini, apalagi menggoda nya." ucap Albert.
"Tidak, kenapa harus malu jika laki laki itu adalah kamu." ucap Hanna memberikan senyuman manisnya.
"Ayolah al, kenapa kamu selalu seperti ini dengan ku. Aku ini mencintai mu. Apa kamu tidak memiliki rasa sedikitpun pada ku? Aku selalu berjuang mendapatkan cinta mu, namun kamu sedikitpun kau tak pernah menanggapi perasaan ku. Apakah aku sungguh tidak pantas untuk mu?" ucap Hanna lelah.
__ADS_1
"......." Albert mendengarkan.
"Aku sebenarnya lelah Al, lelah karena harus terus berusaha mendapatkan mu, tanpa kamu membalas nya. Bahkan sedikit pun kamu tak pernah membalasnya." ucap Hanna menunduk takut air matanya menetes.
"........" Albert melihat dalam diam.
"Al aku hanya ingin kamu tahu, aku sangat mencintai mu." ucap Hanna menatap Albert..
Hanna mengalungkan tangan nya di leher Albert. Sedangkan Albert hanya diam menatap wajah Hanna.
Hanna mendekatkan wajah nya, mencium bibir Albert dengan lembut.
"Biarkan aku mencium mu saat ini, setelah ini aku tidak akan mengganggu mu lagi. Dan kamu pun tidak akan kesal lagi karna diri ku yang selalu mengganggu waktu mu. selamanya aku akan mencintai mu." ucap Hanna dalam hati.
Albert sama sekali tidak membalas ciuman Hanna, hingga membuat Hanna sungguh sangat sangat kecewa.
"Ternyata kamu memang tidak mencintai ku, bahkan kamu sama sekali tidak membalas ciuman ku." ucap Hanna dalam hati.
Hanna melepaskan ciuman nya. dan memberikan senyum manis nya.
"Baiklah, aku akan pergi, Jaga dirimu baik baik. Jangan lupa makan dan jangan lupa selalu mengingat ku." ucap Hanna pergi meninggalkan Albert yang masih diam.
...*******...
selamat membaca๐ค๐ค๐ค๐ค
__ADS_1
jangan lupa like and komen๐๐๐๐