
Anak buah albert yang mengintai jesika. Kini sedang mengikuti kemana perginya jesika.
"Bos wanita itu keluar dari kediamannya." ucap anak buah yang saat menghubungi albert.
"Tangkap wanita itu, jangan sampai lolos." ucap albert.
"Baik bos." ucap anak buah setelah itu mematikan sambungan televon.
Merasa ada yang mengikuti jesika melihat ke kaca spion, dilihatnya mubil warna hitam sefang mengikitinya.
"Sial, siapa mereka kenapa dari tadi mengikuti ku." ucap jesika.
Jesika melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Anak buah albert juga melaju kencang mengikuti jesika. Namun sayang anak buah albert tidak bisa mengejar jesika di karenakan lampu merah.
"Sial..." umpat anak buah albert.
Sedangkan jesika senang karena akhirnya dia bisa lolos dari mereka.
"Ha...ha...ha..., kalian tidak akan bisa mengejar ku. Tapi siapa mereka kenapa membuntuti ku. Aku harus lebih berhati hati seperti nya mereka menginginkan ku." ucap jesika.
Setelah cukup lama berkendara akhirnya jesika telah sampai di sebuah bangunan besar milik keluarga jesika...
Jesika turun dari mobil nya masuk kedalam tumah. Di lihatnya kedua orang tua nya sedang dudum di kursi tamu dalam keadaan tidak bersemangat.
"Pa ma." sapa jesika.
"Akhirnya kau pulang." ucap mama memeluk jesika.
"Apa yang terjadi, ada apa dengan perusahaan pa?." ucap jesika.
"Papa bangkrut jes, papa bangkrut." ucap papa kesika frustasi.
"Bagaimana bisa?" ucap jesika seakan tidak percaya.
"Itulah kenyataan nya. Ada orang yang membuat perusahaan papa bangkrut. Sekarang kita tidak memiliki apa apa, semua aset papa telah di sita oleh bank untuk menutup hutang papa." ucap papa jesika.
__ADS_1
"Tidak...tidak...jesika tidak ingin jadi miskin, jesika tidak ingin jadi gelandangan pa. Ayo pa lakukan sesuatu, minta bantuan ke teman teman papa untuk membantu perusahaan." ucap jesika.
"Papa sudah meminta bantuan kepada semua teman papa, namun mereka tidak bisa membantu papa." ucap papa jesika.
"Kenapa...kenapa jadi seperti ini. Pokoknya jesika tidak ingin jadi gembel." ucap jesika.
"Jes mengertilah. Papa sama mama sudah berusaha, sekarang giliran papa dan mama meminta bantuan mu." ucap papa jesika.
"Meminta bantuan ku?" ucap jesika.
"Ya nak, bukankah saat ini kamu masih menjadi model. Jadi papa dan mama hanya bisa bergantung dengan mu." ucap mama jesika.
"Ha..ha..ha...ma pa, saat ini saja jesika mungkin sudah di pecat menjadi model karena banyak nya berita tentang jesika." ucap jesika.
"Berita apa?" ucap papa jesika.
"Papa lihat saja." ucap jesika.
Papa jesika membuka hp dan matanya terbelalak melihat vidio jesika. papa jesika langsung berdiri dan menampar pipi jesika.
Plaaak...
"Dasar bodoh anak tidak berguna." ucap papa jesika.
"Pa..." teriak mama jesika.
"Bair ma...papa sungguh menyesal memiliki anak yang tidak berguna itu. Dan kau jesika seharus nya jika kamu ingin bermain pikir pakai otak mu itu, lihat lah sekarang papa bangkrut dan kau sama sekali tidak bisa membantu, dasar anak tidak berguna." ucap papa jesika marah.
"Jangan salahin jesi pa. itu salah papa sendiri kenapa tidak bisa mengeurus perusahaan, Papa lah yang tidak berguna." ucap jesika.
"Apa kau bilang." ucap papa jesika marah.
"Sini kau..." papa jesika menarik tangan jesika keluar dari rumah.
"pa...pa....berhenti jangan sakiti jesi pa." ucap mama jesika berteriak sambil menangis.
__ADS_1
"Masuk." ucap pap jesika mendorong jesika masuk ke dalam mobil.
Setelah itu papa jesika melajukan mobilnya menuju ke sebuah Club malam.
"Pa..papa mau membawa ku kemana?" ucap jesika.
"Diam...papa akan membuat mu berguna untuk keluarga mu." ucap papa jesika kesal terus melajukan mobilnya.
Hingga beberapa menit kemudian mereka beruda telah sampai di tujuan.
Jesika yang melihat tempat yang di datanginya bingung.
"Pa...kita mau ngapain kesini?" tanya jesika.
"Bukankah sudah papa bilang papa akan membuat mu berguna untuk keluarga, sekarang cepat keluar." ucap papa jesika.
"Tidak...jesi tidak mau." ucap jesika.
Papa jesika merasa geram karena perintahnya tidaj di turuti, papa jesika keluar dan membantik pintu mobil.
Braaak...
"Keluar." ucap papa jesika membuka pintu
"Tidak jesi tidak ingin kesana." ucap jesika.
Karena malas berdebat, papa jesika menarik paksa tangan jesika dan menyeretnya masuk ke dalam Club malam itu.
"Pa...lepas pa, jesi tidak mau disini." ucap jesika memberontak.
"Diam..." bentak papa jesika.
Papa jesika terus menarik jesika hingga masuk kedalam ruangan pemilik Club malam itu. Setelah tawar menawar akhirnya jesika sekarang menjadi wanita malam yang akan terus melayani lelaki hidung belang.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like and komen.
Salam sayang dari autor.