
Nenek dan Vino kini telah sampai di rumah sakit setelah menempuh perjalan beberapa menit yang lalu. Alvino terlihat sangat gembira dan sangat bahagia karena Maminya telah siuman. Apalagi setelah mendapat kabar kalau ternyata dia memiliki seorang Papi.
Aditya telah memberitahukan apa yang terjadi dengan Anita kepada Nenek, hingga Vino di haruskan memanggil dirinya Papi.
"Kenapa kamu hari ini nampak senang Vino sayang?" tanya Nenek
"Kalena Vino ternyata punya Papi nek uyut." ucap Vino.
"Bukan karena Mami siuman? " tanya Nenek
"Itu juga." ucap Vino
"Ayo kita temui Mami dan Papi mu." ajak Nenek
"Ayo nek." ucap Vino semangat.
Mereka berdua sampai di depan pintu kamar Anita dan setelah itu Nenek membuka pintu itu, di lihatnya Anita sedang di suapi oleh Aditya.
"Mami." Ucap Vino berlari mendekati Anita.
Anita yang merasa di panggil oleh suara anak kecil akhirnya menoleh ke arah suara, di lihatnya seorang anak laki laki yang cukup tampan tersenyum berjalan menghampirinya.
"Siapa dia?" tanya Anita
"Dia Vino putra kita sayang." ucap Aditya.
"Benarkah?" jawab Anita dan di angguki oleh Aditya.
"Mami....." ucap Vino dengan wajah imutnya.
"Apakah kamu putra ku? Ternyata kamu memang sangat tampan seperti Papi mu." ucap Anita dan Vino menoleh melihat kearah Aditya.
__ADS_1
Sedangkan Aditya hanya memberikan senyum manis nya.
"Apakah benal Om itu Papi Vino?" tanya Vino berharap ia.
"Ya..." jawab Aditya mengangguk.
"Ye..... Aku ternyata punya Papi, Vino punya Papi...." ucap Vino sangat senang .
Aditya dan Nenek hanya tersenyum melihat Vino kecil nampak sangat bahagia.
"Kenapa Vino nampak bahagia suami ku? Bukankah memang kamu ayah nya? Tapi kenapa seolah sepertinya Vino tidak pernah memiliki ayah?" pertanyaan Anita membuat Aditya harus memutar otaknya mencari alasan.
Melihat Aditya sedang mencari jawaban Nenek pun mengajak Vino untuk menemaninya keluar sebentar mencari sesuatu.
"Vino sayang ikut nenek sebentar yuk." ucap Nenek mengajak Vino.
"Kemana? Vino masih ingin disini belsama Mami dan Papi." ucap Vino.
"Temenin Nenek beli minuman, Nenek lapar." ajak Nenek
Vino pun berfikir dan akhirnya ia pun menganggukkan kepala nya tanda ia setuju.
"Kalau Vino mau nemenin Nenek nanti Vino Papi pertemukan dengan Opa dan Oma." ucap Aditya.
Mendengar Aditya menyebutkan kan kata Oma dan Opa membuat mata Vino berbinar.
"Belalti Vino punya Oma dan Opa?" tanya Vino serius dan di angguki Aditya.
"Yey..... Vino juga punya Opa dan Oma." ucap Vino girang sambil melompat lompat.
"Nah kalau Vino ingin bertemu Opa dan Oma, Vino antar kan dulu Nenek membeli minuman dan makanan, vino mau kan?" ucap Aditya dan di angguki Vino.
__ADS_1
"Baiklah Vino akan antelin Nenek. Ayo Nek Vino antelin, Vino akan menjaga Nenek jika teljadi sesuatu nanti." ucap Vino seperti pahlawan.
"Bagus boy itu baru namanya anak Papi." ucap Aditya mengusap kepala.
"Tapi nanti Papi telepon Opa sama Oma untuk datang kesini." tanya Vino
"Baik boy. Sudah cepat temenin Nenek sana, kasian Nenek sudah kehausan." ucap Aditya.
"Baik lah Papi vino pelgi dulu ya.." ucap Vino pergi meninggalkan Aditya dan Anita.
Setelah mereka pergi Anita mengulang kembali pertanyaan yang belum Aditya jawab.
"Begini sayang waktu itu aku gak tau kamu hamil, dan saat itu kamu tiba tiba pergi meninggalkan ku karena terjadi sesuatu kesalah pahaman di antara kita, aku mencari mu selama 5 tahun tanpa henti namun tidak ada hasilnya, hingga suatu ketika aku bisa menemukanmu tepatnya 2 bulan yang lalu. Aku pun menemui mu, namun ternyata kamu masih marah kepada ku dan tidak mau menemui ku. Hingga akhirnya aku hanya bisa memantau mu dari jarak jauh. Dan kamu tahu aku sangat bahagia ternyata aku memiliki putra dari mu. Aku terus mengawasi kalian dari kejauhan dan ketika aku mendengar kamu kecelakaan aku tidak bisa tidak menemui mu, aku sungguh khawatir takut terjadi sesuatu dengan mu." ucap Aditya panjang lebar meletak kan kepala nya di bahu Anita
Anita sungguh tersentuh dengan perjuangan suami nya untuk mencari nya selama ini. ternyata suaminya sangat sangat mencintainya.
"Kenapa aku sampai bisa meninggalkan mu, apa alasannya ?" tanya Anita penasaran.
"Waktu itu kamu sedang melihat ku bersama wanita. Tapi sebenar nya itu tidak seperti apa kamu fikirkan. Perempuan itu sebenarnya klaen ku namun karena salah paham aku akhirnya menyakiti mu dan aku pun belum sempat menjelaskan nya kepada mu." jawab Aditya.
"Maafkan aku sayang...maafkan aku." ucap Aditya sedih.
"Benarkah dia klaen mu dan bukan selingkuhan mu?" tanya Anita.
"Benar sayang, aku tidak bohong suuerβοΈβοΈ." ucap Aditya mengangkat dua jari.
.
.
.
__ADS_1
πππππππSelamat membaca π€π€π€π€
Jangan lupa like and komen