
Aditya masuk dengan membawa pesanan Anita di lihatnya semua keluarga ada di dalam
"Mama.....papa.... kalian disini?." tanya Aditya.
"Iya.." ucap mama Laras.
"Sejak kapan?." ucap Aditya.
"Belum lama, kamu dari mana?." tanya mama Laras
"Oh.... aku habis dari luar membelikan bubur buat Anita." jawab Aditya.
Aditya berjalan mendekati Anita.
"Maaf lama menunggu." ucap Aditya
"Tidak apa apa." jawab Anita pelan.
Aditya membuka makanan yang di belinya, dan Setelah itu ia menyuapi Anita. Semua orang yang ada di ruangan itu memperhatikan mereka berdua.
"Makanlah aku suapi, Aaaa...." Aditya menyuapi Anita.
Anita melihat kearah semua orang yang ada di ruangan itu. Dilihatnya mereka semua tengah memperhatikan nya, Anita merasa malu pipinya merona Aditya yang melihat tersenyum kecil.
"Jangan hiraukan mereka makan lah aku akan menyuapi mu, Ayo buka makanlah." ucap Aditya menyuapi Anita.
Suapan demi suapan di lakukan oleh Aditya hingga akhirnya makanan itu telah habis.
"Minum lah." Aditya menyodorkan minuman.
Semua yang ada di ruangan itu masih setia memperhatikan mereka berdua.
"Dit, ada apa dengan Anita kenapa dia tidak mengenali ku?." tanya Hanna.
__ADS_1
"Dia mengalami amnesia." ucap Aditya membelai rambut Anita dengan lembut.
"Amnesia." ucap mereka bersama.
"Ya.... seperti itu lah kata dokter kepada ku." ucap Aditya.
"Pantesan dia tidak mengingat ku." ucap Hanna.
Mereka semua pun mendekati Anita yang masih setia menatap mereka.
"Bagaimana perasaan mu sekarang nak, apa masih ada yang sakit?" tanya mama Laras
"Iya." ucap Anita malu malu
"Oya.. kami belum memperkenal kan diri kami kepada mu. Saya Laras mama Aditya dan ini antoni papa nya aditya, ini Hanna sabahat mu dan ini Adi papa Hanna dan ini Reni mama Hanna." ucap Laras mengenalkan semuanya.
"Apakah ibu mertua ku?." ucap Anita
Mereka semua yang mendengar saling pandang satu sama lain alias bingung mau menjawab apa
Mereka semua bingung untuk menjawab pertanyaan Anita. Laras melihat ke hanna dan Hanna pun memberi anggukan.
"Benar sayang kami mertua mu. Jadi panggil kami mama dan papa ya." ucap Laras lembut membelai rambut anita dan Anita pun mengangguk.
"Dimana putra kita?." tanya Anita ke Aditya.
"Dia sedang di rumah bersama nenek, tadi aku menyuruh nya pulang, kasian kan kalau harus tidur disini. Besok mereka akan datang kesini lagi menjengukmu." ucap Aditya lembut.
"Baiklah." ucap Anita.
Setelah cukup lama dan wktu sudah menunjukkan malam akhirnya semua keluarga berpamitan untuk pulang.
"Istirahat lah mama dan papa akan pulang dulu besok kami datang kesini lagi." ucap Laras.
__ADS_1
"Baik ma." ucap Anita.
"Kami pulang dulu cepat sembuh." ucap Hanna dan di angguki Anita.
Mereka semua meninggalkan Anita dan Aditya
"Tidurlah aku akan menunggu mu disini." ucap Aditya
"Kamu tidur dimana?." tanya Anita.
"Aku akan tidur di sofa." ucap Aditya.
"Kenapa di sofa tidurlah disini, tempat ini masih muat untuk kita." ucap Anita.
Aditya bingung mengiyakan atau tidak, bila nanti Anita ingat tentang ini pastinya Anita akan marah. Apalagi tentang kebongannya mengaku menjadi suaminya
"Em.. baiklah." ucap Aditya pasrah dan naik ke tempat tidur di samping Anita.
"Berapa umur putra kita?." tanya Anita.
"5 tahun." jawab Aditya memeluk pinggang Anita.
"Apakah dia tampan seperti mu?." tanya Anita.
Tentu saja dia tampan, bukankan papinya ini sangat tampan?." tanya Aditya.
"Ya." ucap Anita malu wajah nya memerah.
Aditya yang melihat sungguh gemas sekali ingin memakan Anita saat ini. Tapi melihat Anita yang masih sakit sungguh ia tidak tega. Obrolan mereka.akhirnya selesai karen mata mereka sudah sangat mengantuk. Aditya mempererat pelukannya di kecupnya kening anita.
"Ayo kita tidur ini sudah malam." ucap Aditya dan di angguki anita.
Kini mereka berdua telah terrtidur lelap mengarungi mimpi indah mereka.
__ADS_1
Selamat membaca 🤗
Jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏🙏