
Pagi hari nya setelah Aditya menelevon nenek Anita untuk datang ke rumah sakit. Aditya mengelap tubuh Anita agar terlihat lebih segar.
"ku panggil suster dulu untuk mengelap tubuh mu." ucap Aditya.
"Kenapa tidak kamu saja suami ku." ucap Anita
"Tapi....." Aditya ingin menolak
"Kenapa..? bukankah sudah biasa jika suami merawat istrinya, kenapa harus suster. Apa kamu tidak ingin merawat dan membersihkan tubuh ku?." ucap Anita memasang wajah sedihnya
"Bukan begitu maksud ku." Aditya mencari alasan
" Lalu." ucap Anita
"Akuu belum pernah mengurus orang sakit takutnya aku malah membuat mu tambah sakit." Aditya memberi alasan.
"Karena kamu belum pernah merawat orang sakit jadi belajar lah sekarang merawat istri mu." ucap Anita.
"oh tuhan...harus memberi alasan apalagi ini. aku tau aku mencintai mu tapi tidak dengan mencari keuntungan dalam kesempitan seperti saat ini, jika suatu saat kamu sembuh terus mengingat semua ini bisa bisa aku kamu potong potong menjadi dadu." Aditya membatin
"Aku panggil suster saja ya, Istri ku kan paling cantik dan baik hati." rayu Aditya .
"Aku bilang tidak ya tidak, Aku tetap ingin kamu yang mengelap tubuh ku. pa kamu ingin tubuh istri mu di lihat orang lain ?" Anita memasang wajah memelasnya sambil memainkan tetunjuknya.
"Ya tuhan dia manis sekali rasanya aku ingin memakannya ...tidak....tidak....apa yang kau fikirkan Aditya buang fikiran kotor mu itu. fikirkan cara agar dia mau di bersihkan suster." Ucap aditya dalam hati.
Aditya terus mencari alasan namun Anita selalu menolak dan hanya menginginkan Aditya yang mengurusnya.
"Baiklah sayang." Aditya pasrah.
__ADS_1
Sebelum itu aditya mengunci pintu terlebih dahulu agar tidak ada orang yang tiba tiba masuk, jika sampai itu terjadi bisa berbahaya jika saat dia membersihkan Anita ada yang melihatnya.
Aditya mengambil air dan kain untuk mengelap tubuh Anita. Saat ingin membuka baju Anita jantung Aditya tidak bisa di ajak bekerja sama, jantungnya berdetak sangat cepat seperti habis lari maraton.
"Kenapa kamu malah diam saja suami ku ?." tanya Anita yang melihat Aditya hanya diam memandangnya dengan membawa baskom kecil.
Kata "suami" yang terus keluar dari bibir Anita membuat Aditya gerogi dengan wajah bersemu merah.
"bukankah seperti ini yang ku harap kan tapi kenapa malah aku jadi takut...takut suatu ketika dia mengingat ku dia akan membunuhku." ucap aditya dalam hati.
"Ah iya..." ucap Aditya gerogi dan mendekati Anita yang sedang tersenyum memandangnya.
"Oh Tuhan jantung ku.. "Aditya merasa deg deg an
Karena tidak ada pilihan lain aditya memberanikan diri untuk melepas baju Anita, Sudah tidak perlu di tanya lagi jantung Aditya sudah berdetak dag dig dug der tidak karuan. Apalagi saat melihat tubuh putih mulus milik Anita membuat jakunnya naik turun
Gleeek.
"Cepat lah suami ku kenapa kamu lama sekali." Anita kesal karena Aditya malah diam memandangnya saja.
"Baik...baiklah..." Aditya mengelap tubuh Anita dengan pelan walau harus menahan sesuatu yang telah bangun di bawah sana.
"Apa kamu mencintai ku suamiku?." tanya Anita.
"Tentu aku mencintai mu sayang. Mana mungkin aku tidak mencintai wanita cantik seperti mu, kamu adalah wanita yang selalu ada di hati ku. " ucap Aditya.
"Ternyata suami ku pintar sekali menggombal ya." balas Anita tersipu
Melihat wajah Anita yang tersipu malu dengan gombalannya Aditya tersenyum dan mengecup kening Anita.
__ADS_1
"Apakah putra kita akan datang nanti?." tanya Anita yang penasaran dengan wajah putra nya apakah dia akan tampan seperti ayahnya fikirnya.
"Ya...tadi aku sudah menelevon putra kita mungkin sebentar lagi dia akan datang." jawab Aditya.
"Nah...sudah selesai sekarang pakai bajunya.."ucap Aditya memakaikan satu persatu baju Anita dengan pelan dan hati hati.
Sungguh aditya harus mati matian menahan sesuatu karena melihat tubuh polos anita. Dua benda kenyal dan juga hutan rimba yang ada di tubuh anita membuat aditya ingin sekali mencicipinya.
"Sabar ....sabar...." ucap aditya dalam hati
"Kenapa dengan wajah mu suami ku kenapa memerah, Apakah kamu malu melihat tubuh ku?." ucap Anita
"Aku ini laki laki sayang kalau aku tidak bisa mengontrol diri ku aku takut menyakiti mu dan memakan mu sekarang juga, tapi aku harus menahan karena sekarang kamu sedang sakit." Aditya mencari alasan.
" Tapi aku lihat kamu ingin sekali menyentuhnya. Sentuhlah jika kamu ingin." ucap anita menarik tangan aditya dan di letakkannya di buah d*d* anita.
Tangan aditya yang merasakan benda kenyal itu akhirnya tak bisa menahan nya, Ia pun meremas pelan benda itu. Anita yang merasakan d*d* nya di remas memejamkan matanya.
Aditya tak bisa menahan lagi ia pun mendekatkan wajahnya ke arah buah d*d* itu dan memberikan kecupan kecil di area itu, tangan nya meremas sedangkan mulutnya menjila*i pucuk buah kecil itu dan menghisapnya pelan.
Cukup lama aditya bermain di tempat itu, ia pun ingin melakukan lebih Namun saat mengingat anita sedang sakit ia pun menghentikan kegiatannya.
"Sampai sini saja sayang, aku tidak ingin melajutkannya. Kamu masih sakit jika nanti kamu sudah sembuh aku akan melakukannya." ucap aditya.
"Em... baiklah jika nanti aku sudah sembuh aku akan melayani mu dengan baik." ucap Anita.
Ucapan Anita yang akan melayani membuat fikiran Aditya traveling kemana mana.
Selamat membaca 🤗
__ADS_1
Jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏