Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 21


__ADS_3

Aditya masih setia menggenggam tangan Anita dan tidak ingin melepaskan nya. Sedangkan Anita berusaha melepas genggaman itu, karena ia tahu saat ini mereka sedang ada di perjalanan, Ia takut Aditya tidak fokus dan mengalami kejadian yang tidak di inginkan.


"Lepaskan tangan ku." ucap Anita mencoba melepas. Namun Aditya malah semakin mengeratkan genggaman nya.


"Tidak mau." jawab Aditya singkat sambil memberikan senyuman nya.


"Sial, dia sungguh membuat ku gagal fokus. Lihat lah wajah nya itu, sungguh membuat jantung ku benar benar tidak sehat." batin Anita.


"Kita masih di jalan, kemudikan mobil nya dengan benar dan jangan seperti ini." ucap Anita mencari alasan sambil berusaha melepas genggaman Aditya.


"Aku bisa menggunakan satu tangan ku." ucap Aditya malah mengecup tangan Anita.


Anita yang melihat melototkan mata nya saat Aditya mengecup tangan nya. Terus dan terus. Anita pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, membiarkan Aditya menggenggam dan mengecup tangan nya hingga puas.


Walaupun Anita menolak, Aditya akan tetap melakukan nya. Jadi dari pada terjadi sesuatu di jalan akhirnya Anita membiarkan apa yang di lakukan Aditya.


Aditya menoleh melihat Vino yang duduk di bangku belakang. Di lihat nya Vino ternyata sudah tidur pulas.


"Dia sudah tidur." batin Aditya.


Aditya yang melihat jalanan sepi langsung menghentikan mobil nya di tepi jalan.


Anita bingung melihat Aditya yang menghentikan mobil nya di jalan sepi.


"Kenapa berhenti disini? Bukankah rumah ku tinggal beberapa meter saja dari sini." batin Anita melihat sekeliling dan beralih melihat Aditya.


Aditya melepas seatbelt nya dan mendekati Anita, mencondongkan tubuh nya hingga nafas nya dapat di rasakan oleh Anita


"Apa yang akan di lakukan nya?" batin Anita.


Saat berfikir, tiba tiba Aditya mencium bibirnya, menatap wajah cantik itu. Sedangkan Anita hanya bengong dan diam. Aditya kembali mendaratkan ciumannya, di tekan nya tengkuk leher Anita untuk memperdalam ciuman nya. Sedangkan tangan Aditya satu nya melepas seatbelt Anita.


Aditya menggerakkan kan bibirnya, ******* dan menyes*p nya dengan lembut. Anita yang sudah terbiasa mendapat serangan dadakan dari Aditya mulai ikut menikmati, membalas dan memejamkan mata menikmati sentuhan lembut bibir itu.


Aditya memasukkan lidah nya ke mulut Anita. Anita sama sekali tidak menolak, ia malah menyambut lidah itu dan kini mereka saling membelit bertukar salivana.


Melihat Anita yang menikmati ciumannya, pasti nya sebagai laki laki Aditya menginginkan hal lebih. Apalagi saat merasakan joni nya sudah bangun dan meronta untuk di keluarkan.

__ADS_1


Aditya beralih mencium leher putih Anita, memberikan kecupan kecupan lembut. Dan hal itu membuat Anita Mend***h dan Meleng**h merasakan kenikmatan yang di berikan Aditya.


Tangan Aditya tidak bisa di kontrol lagi. Bergerak menelusup masuk kedalam baju Anita, mencari sesuatu yang dia inginkan.


Anita pun melenguh saat tangan itu memegang benda kenyal nya. Aditya yang mendengar suara parau itu dengan semangat mere**s dan melu**t kembali bibir manis Anita tanpa memperdulikan vino yang sewaktu waktu bisa bangun dan melihat apa yang mereka lakukan.


Anita entah kenapa bisa menikmati kegiatan ini. Sejak bertemu kembali dengan Aditya, Anita seperti memiliki perasaan kepada nya. Apalagi mengingat sikap lembut Aditya terhadap nya ataupun tehadap Vino.


"Bolehkah aku berharap lebih." batin Anita saat masih menikmati sentuhan Aditya.


Aditya terus melanjutkan aksinya dan saat ini malah dengan berani nya ia membuka kancing baju Anita. Mendaratkan kecup*n di d*d* dan sesekali menggigit dan memberikan tanda merah di d*d* itu.


Anita yang merasakan itu sungguh di buat melayang oleh Aditya. Ingin rasanya ia meminta lebih.


Aditya yang seperti sudah tidak tahan akhirnya mengakhiri semua nya. Takut benar benar tidak bisa menahan. Apalagi mengingat tempat yang sama sekali tidak tepat.


Anita yang melihat Aditya menyudahi kegiatan nya menatap tanpa membenahi pakaian nya.


Aditya yang melihat Anita nampak bingung akhirnya mengancingkan kancing baju Anita.


Aku akan melakukan nya di lain waktu, tempat ini sungguh tidak cocok. Apalagi saat ini ada putra mu bersama kita." bisik Aditya di telinga Anita.


Aditya menatap wajah cantik Anita saat sudah selesai memasangkan kancing baju. Tangan nya menangkup pipi Anita.


"Jadilah wanitaku." ucap Aditya dengan suara berat karena masih menahan sesuatu di balik celananya.


Anita hanya diam tidak menjawab.


Tak ingin berlama lama, Aditya langsung melajukan mobil nya menuju rumah Anita.


Sesampainya di rumah.


Aditya dan Anita turun dari mobil. Aditya membuka pintu belakang dan menggendong tubuh Vino masuk. Sedangkan Anita membawa semua barang barangnya.


Nenek Andin yang mendengar suara mobil langsung mendorong kursi rodanya melihat siapa yang datang.


"Sudah pulang nak?" tanya Nenek. "Bagaimana keadaan nya? Apakah sudah baik?" ucap Nenek Andin

__ADS_1


"Vino sudah lebih baik Nek. Di rawat beberapa hari dia sudah sembuh." ucap Anita tak ingin membuat Neneknya khawatir.


"Dia siapa?" tanya Nenek melihat Aditya.


"Dia teman ku." ucap Anita dan Aditya lun hanya diam tidak ingin menyangkal.


"Teman tapi mesra." batin Aditya mengingat kegiatan barusan.


"Kalau begitu silahkan masuk." ucap Nenek mempersilahkan Aditya masuk.


Aditya masuk ke rumah.


"Dimana kamarnya? Aku akan mengantarkannya langsung ke sana." tanya Aditya kepada Anita.


Anita menunjuk dan mengantar Aditya menuju kamar Vino dengan di ikuti oleh Aditya. Sedangkan Nenek hanya diam melihat mereka berdua pergi.


Mereka masuk kekamar Vino


Aditya meletakkan Vino dengan sangat hati hati. Sedangkan Anita masih setia menunggu dan melihatnya.


Setelah meletakkan Vino di kasur, Aditya mendekat dan menarik pinggang Anita. Tubuh mereka berdua saling menempel, tidak ada jarak di antara mereka. Mereka berdua saling pandang dengan degup jantung yang sudah tidak beraturan .


Teman! Tidak masalah. Tapi aku ingin nya teman tapi mesra. Seperti ini" ucap Aditya mendaratkan ciumannya ke bibir Anita.


"Jadilah milik ku." lanjutnya sambil menempelkan keningnya.


"Mulai sekarang kamu adalah milik ku, dan hanya menjadi milikku." ucapnya lagi dan langsung mencium menye**p dan melu**t nya dengan rakus.


Mendorong tubuh Anita sampai di tembok dan memperdalam Ciumannya. Memberikan kecupan di leher dan memberikan warna merah sebagai tanda bahwa Anita adalah miliknya.


"Ini tanda kepemilikan ku." ucap Aditya. "Aku akan kembali kekantor. Hubungi aku jika kau butuh sesuatu." ucap Aditya sambil mengecup kening Anita dan pergi meninggalkan nya.


Anita diam mematung, mendengar ucapan Aditya.


Setelah pamit dengan Anita dan Nenek Andin, Aditya melajukan mobilnya menuju kantor dengan kecepatan tinggi untuk menuntaskan sesuatu yang sejak tadi tertahan.


__ADS_1


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žselamat membaca πŸ€—


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.


__ADS_2