Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 25


__ADS_3

Bukannya Anita tak menginginkan Aditya. tapi dia sangat sangat menginginkannya.


"Maaf kan aku, aku tak bisa menjadi wanita mu." ucap Anita menunduk.


Aditya yang mendengar langsung menatap Anita sungguh sungguh. Dia berfikir apakah telinga nya salah dengar.


"Ulangi apa yang kau katakan." perintah Aditya sambil mencekeram bahu Anita


"Sakit Dit." rintih Anita kesakitan.


" Cepat ulangi lagi." perintah Aditya lagi.


"Maafkan aku Dit. Aku tidak bisa menjadi wanita mu." ucap Anita menundukkan kepala takut Aditya akan marah.


"Kenapa?" tanya Aditya singkat.


Tapi Anita tidak menjawab, dia tetap menunduk dengan mata berkaca-kaca. Anita berfikir semoga keputusannya ini sudah benar.


"Jawab aku Anita." ucap Aditya meninggikan suara.


"Maafkan aku." ucap Anita tetap tidak ingin memberi alasan


"Aku ingin jawaban mu bukan kata maaf." ucap Aditya dengan suara lebih tinggi. "Apakah menurut mu aku tidak pantas untuk mu?" tanya nya.


Anita mendongak melihat wajah Aditya yang sudah merah karena menahan amarah.


Bukan kamu yang tidak pantas untuk ku Aditya. Tapi akulah yang tidak pantas untuk mu. Maafkan aku." batin Anita


Anita berfikir dia benar benar tidak pantas untuk nya yang hanya seorang janda. Masih banyak wanita di luaran sana yang lebih sempurna untuk nya. Bukan seperti dia Janda Beranak Satu.


"Memang apa kurangnya diri ku sehingga kau menolak ku? Jawab aku Anita, jawab..." ucap Aditya marah sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Anita menangis sesegu kan mendengar bentakan itu. Sakit, sungguh sakit dirinya mengingat apa yang telah ia keputusan nya.


"Cepat jawab aku Anita." bentak Aditya.


Mendengar Anita menangis terisak, Aditya menoleh dan melihat wanita nya menangis. Sungguh ia sangat menyesal telah membentak nya.

__ADS_1


Argh......


Aditya mengusap rambutnya dengan kasar


Aditya duduk di hadapan Anita mengusap pipinya.


"Maafkan aku, maafkan aku..." ucap Aditya menyesal dan memeluk tubuh yang sedang menangis itu.


Anita menangis dalam pelukan Aditya. Aditya membelai rambut panjang Anita dengan lembut walaupun hatinya sangat kacau dengan keputusan Anita.


"Aku tidak akan memaksa mu jika memang kau tidak menginginkan ku. Maafkan aku telah memaksa mu." ucap Aditya lagi.


"Baiklah jaga dirimu baik baik, aku akan pergi." ucap Aditya membelai pipi Anita dan mengecup bibir Anita singkat, setelah itu pergi meninggalkan nya.


Setelah Aditya pergi.


"Maafkan aku Dit, maafkan aku." tangis Anita. "Aku hanya tidak ingin kau menyesal nantinya. Aku sungguh tidak pantas untuk mu, kau terlalu sempurna." ucap Anita kepada dirinya sendiri sambil menangis terisak


💟💟💟💟💟


"Woy bisa diam gak Lo." ucap pengendara mobil di sebelahnya.


Sedangkan Aditya tidak menghiraukannya, ia terus saja membunyikan klakson mobilnya. Lampu lalu lintas pun berubah dan dengan cepat Aditya menginjak pedal gas menuju Apartement nya.


Aditya memarkirkan mobil di tempatnya. Membuka pintu mobil dan membantingnya.


Braaak.. ..


suara pintu mobil


Aditya masuk, berjalan dan melangkahkan kakinya dengan lebar menuju Lift. Masuk memencet tombol lantai Apartement nya


Ting.....


Bunyi Lift terbuka.


Aditya berjalan menuju kamar nya.

__ADS_1


Aditya masuk. Membuka jas dan melemparkan nya di sofa. Dia bejalan kearah lemari untuk mengambil minuman beralkohol nya.


Aditya menuangkan minumannya di dalam gelas dan langsung meneguk nya.


"Kenapa kau menolak ku Anita." ucap Aditya mulai mabuk.


"Apa kurang nya aku? Apakah aku kurang sempurna Dimata mu? Apakah aku kurang tampan bagi mu." ucapnya lagi.


Sedangkan di lain tempat, Albert terus menghubungi Aditya. Namun sama tidak tersambung


"Kemana anak ini?" gumam Albert. "Mungkinkah kerumah Anita" batin nya.


Albert pun menghubungi Anita dan telepon pun tersambung.


"Ya hallo." jawab Anita


"Em...maaf, bolehkah saya bertanya Nona? Apakah Aditya sedang bersama anda?" tanya Albert


"Tidak tuan." jawab Anita. "Tadi memang dia sempat datang kerumah saya, tapi dia sudah pulang sedari tadi." ucap Anita.


"Dia tidak ada di sana, terus kemana dia?" batin Albert. "Baiklah, terima kasih Nona." ucap Albert memutus sambungan.


Mengetahui Aditya tidak bersama Anita, Albert berfikir.


"Kemana sebenarnya dia pergi." gumam Albert


"Mungkinkah..." lanjutnya.


Albert menyambar kunci mobil di atas meja dan bergegas pergi .


Albert melajukan mobilnya ketempat tujuannya yang menurut nya Aditya pasti ada disana. Setelah beberapa menit, Albert sampai di sebuah bangunan tinggi. Apartment



selamat membaca 🤗🤗


jangan lupa like and komen.

__ADS_1


__ADS_2