Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 63


__ADS_3

Keesokan harinya tepat nya di siang hari.


Aditya meminta kepada Anita untuk mengantarkan makan siang ke kantornya.


Anita turun dari mobil, berjalan masuk sambil menenteng bekal makan siang Aditya.


Di depan Resepsionis.


"Maaf, Apakah suami saya ada di ruangan nya?" tanya Anita.


"Maaf bu, suami ibu siapa ya namanya?" tanya Resepsionis baru.


"Aditya, Presdir perusahan ini." ucap Anita.


"Maafkan saya bu, saya tidak tahu. Saya karyawan baru di perusahaan ini, jadi maafkan saya bu." ucap Resepsionis .


"Tidak apa apa. Apakah suami saya ada?" tanya Anita.


"Ada bu, Presdir ada di ruangan nya. Mari bu saya antar" ucap Resepsionis.


"Tidak usah, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu." ucap Anita.


"Tapi bu." ucap Resepsionis.


"Tidak apa apa, saya bisa sendiri kok." ucap Anita, setelah itu pergi meninggalkan dan menuju ruangan Aditya


Anita masuk ke dalam lift, menekan angka menuju ruangan Aditya.


Ting...


Pintu terbuka.


Anita berjalan santai, saat berada di depan sekertaris Aditya, Anita menyapa.


"Selamat siang." sapa Anita.

__ADS_1


Sekertaris sarah yang sedang mengerjakan tugasnya kaget, dengan adanya suara yang menyapanya.


"Selamat siang bu. Maaf bu saya tidak tahu ibu disini." ucap Sarah


"Tidak apa apa. Em ....Apa suami ku di dalam?" tanya Anita.


"Iya bu, pak Presdir ada di dalam. Silahkan anda masuk saja." ucap Sarah sopan.


"Baiklah." ucap Anita.


Setelah itu Anita berjalan menuju pintu ruangan suami nya, sebelum itu ia mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok...Tok...Tok....


"Masuk." terdengar suara Aditya dari dalam .


Ckleeek.....


Aditya mendongak kan kepala dan melihat seseorang yang masuk ruangan nya, dilihatnya istri tercinta nya yang datang. Aditya berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri Anita.


"Em.....Aku bawakan bekal untuk mu." ucap Anita.


"Terimakasih sayang." ucap Aditya.


Setelah itu Aditya memakan bekal yang di bawa oleh Anita hingga habis.


"Setelah ini aku langsung pulang." ucap Anita.


"Kenapa buru buru sekali sayang?" tanya Aditya tak rela karena masih merindukan istri tercintanya.


"Aku ada keperluan sayang, ingin mencari sesuatu." ucap Anita.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengantarkan mu sampai bawah." ucap Aditya.


"Baiklah, ayo." ucap Anita membereskan bekal terlebih dan dahulu.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju lantai bawah dengan menggunakan lift.


Sesampainya di halaman luar kantor, Aditya mencium kening Anita.


"Ingat, hati hati di jalan." ucap Aditya.


"Ya, akan ku ingat." ucap Anita.


Tak jauh dari sana sepasang mata menatapnya dengan tajam, Merasa kesal dengan kemesraan mereka berdua.


"Brengsek, ternyata kalian masih baik baik saja. Baiklah kalau begitu kita akan mulai lagi permainan nya." ucap Jesika tersenyum licik.


Melihat Anita keluar dari perusahaan Aditya, Jesika membuntuti kemana Anita pergi. Lama membuntuti, Jesika melihat Anita sampai di Mall dan saat ini masuk ke dalam Mall. Namun sebelum itu Jesika menghubungi Dion untuk menjalankan rencananya.


Dreeet.... Dreeet..... Dreeet.....


"Ya, ada apa?" tanya Dion di seberang televon.


"Cepat kesini, aku sedang di sebuah Mall xx. Wanita mu ada di sini." ucap Jesika.


"Baiklah tunggu aku di sana." ucap Dion setelah itu mematikan televon.


Jesika setia membuntuti Anita yang berbelanja. Lama menunggu, akhirnya dion sampai di Mall xx, dan sekarang ini dia bersama dengan Jesika yang masih setia membuntuti Anita.


"Bagaimana?" tanya Dion.


"Aku punya ide, Bagaimana kalau kita meminta seseorang untuk menipunya." ucap Jesika.


"Baiklah." ucap Dion.


"Apa kau sudah membawa nya?" tanya Jesika


"Ya, aku sudah membawa nya." ucap Dion.


"Bagus." ucap Jesika.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua mencari seseorang untuk bisa membawa Anita tanpa sepengetahuan orang lain.


__ADS_2