
Hari hari berjalan dengan baik dan penuh kebahagiaan bagi Anita dan Aditya. Berbeda dengan Albert yang sekarang ini sedang galau dengan perasaan nya setelah Hanna pergi meninggalkannya.
"Ada apa dengan mu?" tanya Aditya.
"Tidak apa apa." ucap Albert.
"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu. Bicaralah siapa tahu aku bisa membantu mu." ucap Aditya.
"Tidak..." tolak Albert.
"Ayolah...Bukan kah kita ini saudara? Aku siap mendengar cerita mu." ucap Aditya.
"Haah..." albert menghela nafas.
"Aku merindukan seseorang." ucap Albert.
Aditya mengernyitkan alisnya mendengar kata rindu dari mulut Albert.
"Kau merindukan seseorang?" tanya Aditya.
"Ya..." ucap Albert.
"Siapa?" tanya Aditya
"Seorang wanita." ucap Albert menyandarkan kepala nya di kursi.
Aditya berfikir sejenak.
"Mungkinkah Hanna yang ia rindukan. Ha... Ha.. Ha.. Ternyata kau mencintai nya. Huh, dulu aja sok soan jual mahal, setelah dia pergi meningalkan mu menyeselkan? Dan sekarang apa? kau merindukan nya...Huh...Dasar." ucap Aditya dalam hati.
"Kau mencintai seseorang?" tanya Aditya.
"Aku tidak tahu apakah ini cinta atau bukan. Tapi sejak dia pergi hati ku rasanya kesepian, dan selalu rindu dengan nya." ucap Albert.
"Itu nama nya jatuh cinta, kau sudah jatuh cinta dengan gadis itu." ucap Aditya.
"Benarkah?" tanya Albert.
"Ya...kalau menurutku, jika memang kau mencintai nya kejar dia, jangan sampai kau menyesal di kemudian hari karena dia di miliki oleh laki laki lain" ucap Aditya.
"Tidak, aku tidak akan membiarkannya. Aku pergi dulu jangan ganggu aku beberapa hari ini." ucap Albert.
Albert pergi meninggalkan Aditya, Sedangkan Aditya tersenyum menyeringai, setelah itu dia mengambil hp nya menghubungi Anita istri tersayangnya.
__ADS_1
"Hallo sayang." ucap Aditya.
"Ada apa? Tumben jam kerja kamu menelevon ku." tanya Anita di seberang televon.
"Aku memiliki berita bagus. Saat ini Albert sedang ingin mengejar Hanna, beritahu Hanna kalau Albert akan menemui nya." ucap Aditya.
"Benarkah...? Tapi sepertinya Hanna akan langsung menerimanya karena dia sangat mencintai Albert, itu sungguh tidak seru." ucap Anita.
"Em bagaimana kalau kita kerjai Albert agar dia berusaha mengejar cinta Hanna." uca Aditya.
"Ide yang bagus, kalau begitu akan aku telvon dulu Hanna. Selamat bekerja sayang Emmuuuuach...." ucap Anita setelah itu mematikan televon.
Setelah mematikan televon dengan Aditya, Anita menghubungi Hanna untuk memberitahukan bahwa Albert akan menemui nya.
Setelah menghubungi Hanna merancang rencananya, Hanna menunggu Albert datang menemui nya sambil mengerjakan tugasnya
Ya Hanna masih bekerja di kantor Anita sebagai sekertaris Anita.
Sedangkan di luar.
Albert keluar dari mobil dengan wajah cool nya, berjalan masuk kedalam kantor dan menuju ruangan Hanna.
Ting...
Pintu lift terbuka
"Han.." sapa Albert.
Merasa nama nya di panggil Hanna mendongakkan kepalanya ke atas melihat siapa yang memanggilnya.
"Al...Kenapa kamu disini?" ucap Hanna cuek.
Albert mengernyitkan alisnya melihat sikap cuek Hanna. Tapi jujur dalam hati nya Hanna ingin sekali memeluk tubuh gagah itu.
"Aku ingin bicara dengan mu." ucap Albert
"Bicaralah cepat, aku sedang sibuk saat ini." ucap Hanna masih melanjtkan pekerjaan nya.
"Tapi aku ingin kita bicara tidak di tempat ini." ucap Albert.
"Lalu." ucap Hanna.
"Kita bicara diluar ya. Bukan kah ini sudah siang, sekalian kita makan siang bersama." ucap Albert.
__ADS_1
"Maaf Al, bukannya aku menolak. Tapi nanti siang aku akan makan siang dengan seseorang." ucap Hanna.
"Seseorang, siapa? Laki laki atau perempuan?" ucap Albert.
"Tentu saja laki laki." ucap Hanna.
"Tidak, aku tidak akan mengizinkan. Kamu akan makan siang dengan ku titik." ucap Albert.
"Ayo.."Albert menarik tangan Hanna.
"Lepas Al... Aku sudah memiliki janji dengan nya." ucap Hanna.
"Aku bilang tidak ya tidak..Kau tidak boleh dekat dekat dengan laki laki lain selain aku." ucap Albert mode cemburu.
"Ayo kita pergi." ucap Albert lagi.
Saat ingin meninggalkan tempat itu terdengar suara seseorang menghentikan mereka.
"Berhenti Tuan, anda menyakiti wanita ku." ucap Reno melepaskan tangan Hanna dari genggaman Albert.
"Apa !!! Wanita mu? Hei bung, jangan mengadi ngadi nya, dia itu wanita ku bukan wanita mu." ucap Albert mulai kesal.
"Maaf Tuan dia memang pacar saya." ucap Reno.
"Pacar...kau pacarnya Asisten Anita Han?" tanya Albert kepada Hanna.
Hanna hanya diam tidak menjawab. Melihat diam nya Hanna, Albert berfikir bahwa itu sebagai jawaban iya.
"Tidak, kau hanya milik ku...milik ku. Dan kau Asisten Anita." ucap Albert
"Nama saya Reno Tuan." ucap Reno menyela.
"Ah aku tidak peduli siapa nama mu, mau Roni Rine Rono atau apalah itu, jauhi wanita ku. Hanya aku yang akan menjadi kekasih Hanna bukan kau." ucap Albert memang lupa siapa nama Asisten Anita, karena saat ini di fikirannya hanya ada Hanna dan Hanna saja.
Reno hanya tersenyum kecil. setelah itu menarik Hanna pergi meninggalkan albert yang sedang melotot tidak percaya karena Reno berani tidak mematuhi omongannya.
"Berhenti, Hanna sayang jangan pergi dengan nya.." ucap Albert menyusul mereka.
"Sial, dia sangat menyebalkan, Ah..siapa tadi nama nya Ronok Rino. Ah.. Kenapa aku jadi pelupa sih." ucap Albert menggerutu kesal.
Albert mengejar hanna yang di bawa asisten reno ke sebuah restoran. Melihat Hanna dan Reno duduk di salah satu meja. Albert menghampiri mereka dan duduk di antara mereka berdua.
Sedangkan Hanna dan Reno saling pandang dan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Selamat membaca
jangan lupa like and komen.