Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 29


__ADS_3

Sore Hari


Aditya dan Albert pulang kerumah, di lihatnya wajah Aditya tidak nampak dingin seperti biasanya. Albert yang memperhatikan hanya diam menatap nya.


Sesampainya di rumah.


Aditya dan Albert turun dari mobil, berjalan masuk kedalam rumah.


"Kalian sudah pulang?" tanya Mama Laras


"Sudah mah." jawab mereka berdua bersamaan.


"Baiklah, masuk lah kekamar kalian. Kalian pasti capek dan segeralah mandi setelah itu kita makan bersama." ucap Mama Laras dan di angguki oleh mereka berdua.


Mama Laras yang melihat Aditya tidak seperti biasanya hanya mengernyitkan alisnya.


"Apakah anak itu baik baik saja?" gumam Mama Laras.


Setelah malam, mereka semua sudah ada di meja makan untuk makan malam bersama. Mama Laras melakukan rutinitas nya, mengambilkan makanan untuk suami dan anak anaknya.


"Makanlah." perintah Mama Laras Kepada mereka semua.


"Terimakasih Ma." ucap Albert dan Aditya dan di angguki oleh Mama Laras.


Setelah selesai makan.


"Oya, kita semua di undang ke acara ulang tahun Om Adi. Papa harap kalian berdua bisa datang." ucap Papa Antoni.


"Baiklah pa, akan aku usahakan." ucap Albert dan Aditya hanya mengangguk mengiyakan juga.


Setelah semua selesai, kini mereka semua kembali kekamar mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


Aditya duduk bersandar di atas ranjang sambil menatap foto di hpnya.


"Apakah kau akan datang?" Ucap nya sendirian sambil mengusap foto wanita cantik di handphone nya.


"Kamu tahu, selama beberapa bulan ini aku sama sekali tidak bisa melupakan mu." ucap Aditya. "Hah...sudahlah, aku harap kau tak melupakan ku." lanjutnya dan meletakkan handphone nya di meja nakas.


Keesokan pagi.


Setelah sarapan, Aditya dan Albert berangkat kekantor seperti biasa untuk menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk.


Malam hari nya

__ADS_1


Semua keluarga Antoni pergi kerumah Adi untuk menghadiri acara ulang tahunnya.


"Apakah kalian sudah siap?" tanya Papa Antoni.


"Sudah Pa." jawab Aditya


"Baiklah, ayo kita berangkat." ucap Papa Antoni.


Mereka berempat berangkat menuju rumah kediaman Adi, dan setelah sampai mereka semua turun dari mobil dan masuk kekediaman Adi.


"Selamat datang An," Om Adi menyambut kedatangan keluarga besar Antoni, sahabatnya.


"Selamat ya, kau sekarang sudah bertambah umur menjadi tua." ucap Papa Antoni kepada Adi dan di sambut gelak tawa semuanya.


"Kau bisa aja, kita ini memang sudah tua tapi jiwa muda ku masih tetap ada tau." jawab Om Adi dan di kekehi Antoni.


"Ayo masuk." Om Adi mengajak semuanya untuk masuk, menikmati acara ulang tahun itu.


Adi saat tidak melihat putri cantiknya bersama dengan mereka celingak-celinguk, "O iya, dimana putri kita Ma?" tanya Om Adi kepada istrinya.


"Sepertinya dia masih ada di kamarnya. Mungkin sebentar lagi akan turun." jawab istrinya.


Dan tak lama Adi bertanya, di lihatnya seorang wanita cantik menuruni tangga dengan anggun indahnya. Tubuh nya terbalut dengan balutan Dres selutut yang sangat cantik.


Albert yang melihat sungguh terpesona.dengan kecantikan Hanna, dan hal itu berhasil membuat jantungnya berdebar-debar tak karuan.


Hanna berjalan mendekati mereka semua, saat sampai. "Selamat ulang tahun Pa." ucap Hanna memeluk Adi dan memberi ucapan selamat.


"Terimakasih sayang." Om Adi memeluk dan mengecup kening putri nya.


Laras yang berada di tempat itu tersenyum, apalagi melihat betapa cantiknya Hanna malam ini, "Kau cantik sekali sayang." ucap Mama Laras.


Hanna yang mendengar melepas pelukan nya dari Adi, ia tersenyum manis ke arah Laras. "Malam Tante, malam Om." ucap Hanna menyapa dan di angguki keduanya. " Dan terimakasih untuk pujian nya Tante, Sebenar nya Hanna seperti biasanya aja kok, malah sebaliknya tante lah yang sangat cantik malam ini," puji Hanna balik


"Kamu bisa saja sayang." jawab Laras


Mama Hanna yang melihat juga tersenyum melihat Hanna yang sedikit akrab dengan Laras, "Ayo sapa juha nak Adit dan nak Albert sayang." pinta Mama Hanna.


"Ah, iya aku lupa. Maafkan aku." ucap Hanna mendekat ke arah Aditya dan Albert. "Malam Dit, malam Al." sapa nya menjabat tangan mereka berdua.


Saat tangan Hanna bersentuhan dengan Albert, jantung Hanna dan Albert berdetak lebih cepat. Mereka saling pandang cukup lama.


"Oh Tuhan jantung ku." ucap Hanna dan Albert dalam hati

__ADS_1


Mereka para orang tua dan Aditya yang melihat Hanna dan Albert terus berjabat tangan hanya saling pandang satu sama lain.


Laras yang melihat itu berdehem, "Ehem. Apakah kalian akan terus berjabat tangan seperti itu?" tanya Mama Laras dan berhasil membuat kedua sejoli itu langsung melepas tangan. Mereka berdua nampak kikuk, malu malu tapi mau.


"Ayo, acaranya sudah akan di mulai." ucap Mama Hanna kepada semuanya


Kini acara ulang tahun Adi pun berlangsung.


Dari arah belakang mereka wanita cantik datang dengan membawa sebuah bingkisan. "Maaf-maaf saya terlambat." ucap wanita itu yang tak lain adalah Anita.


Mereka semua yang ada di tempat langsung menoleh ke arah sumber suara.


Aditya yang melihat Anita datang, hatinya langsung berdebar-debar. Apalagi saat melihat Anita yang sungguh sangat sangat cantik di matanya.


Hanna yang melihat langsung menghampiri Anita, "Kau akhirnya datang. Aku kira kau tidak akan datang."


"Mana mungkin aku tidak datang, Om Adi kan sudah aku anggap seperti Papa ku sendiri. Jadi tidak mungkin aku tidak datang di hari pentingnya ini," jawab Anita dan menghampiri Om Adi.


"Maaf Om, Nita terlambat." ucap Anita meminta maaf. "Ini ada bingkisan kecil untuk Om, semoga Om suka." lanjutnya sambil menyerahkan sebuah kado.


"Terimakasih sayang. Kamu sudah datang saja Om sudah senang, tidak usah repot repot seperti ini juga." ucap Om Adi.


"Tidak repot kok Om. Nita malah senang bisa memberikan sesuatu untuk om," jawab Anita tersenyum manis, sangat manis sehingga membuat orang yang sedari tadi menatapnya tak bisa mengalihkan pandangan nya.


"Oh ya, dimana cucu Om?" tanya Om Adi menanyakan keberadaan Vino. Ya, baginya Anita sudah di anggap sebagai putrinya, oleh sebab itu Vino pun juga di anggap sebagai cucunya.


"Vino di rumah Om. Aku tidak mengajaknya karena dia menemani Nenek di rumah."


"Oh begitu. Baiklah, ayo kita lanjutkan acaranya ya." ucap Om Adi.


Dan kini caranya pun di langsungkan. Setelah acara selesai, kini semua tamu menikmati hidangan yang telah di sediakan.


"Oh iya Anita. Perkenalkan ini keluarga Om Antoni, kerabat dekat Om." ucap Om Adi


"Salam Om, Tante." sapa Anita memberi salam kepada dan di angguki oleh mereka berdua


Papa Aditya sebenarnya menyukai Anita, tapi dia hanya ingin melihat keseriusan kedua pasangan itu. Apakah mereka bisa menyadari perasaan mereka masing masing atau tidak.


.


.


.

__ADS_1


.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


__ADS_2