Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 27


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Aditya dan Anita sudah tidak pernah bertemu kembali, tapi walaupun mereka tidak pernah bertemu, Aditya selalu saja memperhatikan Anita dari kejauhan.


.


.


.


Seorang wanita membawa sebuah rantang makanan menuju kantor Aditya.


"Permisi, apakah pak Aditya nya ada?" tanya wanita itu kepada pihak Resepsionis.


"Maaf, apakah anda sudah membuat janji?" tanya Resepsionis


"Sudah, dan saya di sini diminta mamanya untuk mengantar kan ini." ucap wanita itu menunjukkan bekal.


"Oh baiklah. Presdir sekarang sedang ada di ruangannya Nona, silahkan anda masuk lewat lift itu." ucap Resepsionis menunjuk lift khusus.


"Terimakasih." ucap wanita itu.


Wanita itu pergi meninggalkan petugas Resepsionis dengan berjalan begitu anggun menuju Lift.


"Siapa ya?" tanya seorang karyawan wanita melihat itu


"Entah lah, tapi wanita itu sungguh cantik. Atau jangan jangan dia pacar baru Presdir kita." ucap karyawan wanita satunya.


"Mungkin." ucap lainnya menimpali.


.


.


.


Ting...


Pintu lift terbuka.


Wanita itu kelaur dan berjalan menuju keruangan Aditya.


Albert yang melihat wanita yang di kenalnya hanya diam saja.


"Kau ada disini?" tanya wanita itu


"Em." ucap Albert dingin

__ADS_1


Melihat Albert yang cuek kepadanya, wanita itu mendengus kesal.


"Aku masuk dulu." ucap wanita itu dan Albert pun hanya mengangguk Setelah itu pergi meninggalkan wanita itu yang terus memperhatikan nya dari belakang


Tok..Tok..


Pintu di ketuk


"Masuk." ucap Aditya dari dalam ruangan.


Wanita itu membuka pintu dan masuk keruangan Aditya.


"Apakah kau sibuk?" tanya wanita itu


"Ya." jawab Aditya singkat.


"Apakah aku mengganggu mu?" tanya wanita itu.


"Bisa di bilang iya dan bisa di bilang tidak." ucap Aditya.


wanita itu menaruh rantang makanan nya di atas meja.


"Aku membawakan mu makanan. Makanlah selagi masih hangat." ucap wanita itu.


"Makanlah." ucap wanita itu menyerahkan makanan di piring


"Em." ucap Aditya mengambil


Aditya pun melahap makanan yang di bawa oleh wanita itu. Setelah selesai, Aditya bertanya kepada wanita itu.


"Bagaimana perkembangan hubungan mu?" tanya Aditya.


"Ah.. kau tau sendiri aku tidak berani mengungkapkannya. Mendekati saja aku sudah gerogi." ucap wanita itu frustasi.


"Kenapa?" tanya Aditya


"Dia terlalu cuek dan dingin dengan ku." ucap wanita itu cemberut


"Berusahalah, ambil hati nya jika kau menginginkannya." ucap Aditya lagi.


Wanita itu membuang nafas kasar saat mendengar ucapan Aditya. Bagaimana dia tidak terus berusaha, setiap kali bertemu dengannya dia sudah berusaha. Tapi apa! Laki laki itu selalu saja menampilkan wajah cuek dan dingin nya.


Plaak..


Pukulan tangan wanita itu mendarat di lengan Aditya.

__ADS_1


Aditya yang melihat melototi wanita itu.


"Kenapa kau memukul ku?" tanya Aditya


"Maaf maaf, tidak sengaja." ucap wanita "Lagian aku kesal sih mendengar ucapan mu. Kamu sendiri saja tidak berusaha malah sebaliknya meminta ku selalu berusaha." ucap wanita.


"Belum saatnya. Makanya itu aku meminta bantuan mu." ucap Aditya


"Oke aku akan membantu mu, tapi kau pun juga harus membantu ku." ucap wanita itu.


"Sepakat." ucap Aditya.


"Baiklah, aku akan pulang dan menemuinya." ucap wanita itu dan di angguki oleh Aditya.


Wanita itu keluar dari ruangan Aditya. Dia ingin sekali menemui Albert, entah kenapa setiap bertemu dengan Albert jantungnya selalu saja berdebar debar.


Ia terus menatap ruangan Albert hingga di kagetkan dengan suara orang memanggilnya.


"Maaf Nona ada yang bisa saya bantu?" ucap Sarah melihat wanita yang sedang menatap ruangan Albert.


"Eh tidak." kaget wanita itu. "Em... Apakah Albert ada di dalam?" tanya nya lagi.


"Pak Albert ada di dalam Nona, jika anda ingin menemuinya saya bisa mengantar kan Anda." ucap Sarah


"Tidak usah, lain kali saja aku akan menemuinya." ucap wanita itu menolak. "Kalau begitu aku pergi dulu ya." lanjutnya pamit


"Baik Nona." ucap Sarah .


Wanita itu pun pergi dari sana. Dan setelah wanita itu pergi, Albert membuka pintu ruangan nya karena samar samar dia mendengar orang berbicara di depan ruangannya.


.


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Selamat membaca 🤗


Jangan lupa like and komen.


Jika perlu kasih vote nya.

__ADS_1


__ADS_2