
Aditya mengambil kursi untuk nya duduk.
Aditya menggenggam tangan Anita yang terdapat selang infus di usapnya pelan.
"Apa yang terjadi dengan mu kenapa kamu bisa sampai seperti ini ?." ucap Aditya. " Aku tau kamu pasti tidak mendengar ku saat ini tapi aku sungguh mengkhawatir kan mu." ucap lagi masih dengan mengelus tangan Anita.
"Kamu tau, apapun yang terjadi dengan mu aku akan tetap mencintai mu walaupun beribu kali kau menolak ku aku akan terus mengejar mu." ucapnya lagi.
Aditya terus berbicara sendiri. Satu jam Aditya menemani anita kini perutnya terasa lapar. Tapi sebelum itu ia menelevon Albert untuk membawakan baju ganti dan makanan. Setelah menunggu cukup lama akhirnya Albert datang dengan membawa pakaian dan makanan Aditya.
"Ini pakaian dan makanan mu." ucap Albert menyerahkan.
"eEm.." ucap aditya mengambil dan setelah itu dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya yang terasa lengket.
Setelah selesai.
"Bagaimana pekerjaan di kantor ?." tanya aditya.
"Yah lumayan banyak. Tapi kamu tidak usah khawatir aku kan menyelesaikan nya." ucap Albert.
"Makasih sudah mau membantuku." ucap Aditya menepuk lengan Albert.
Aditya duduk di samping Albert, ia membuka makanan yang di bawa oleh Albert tadi.
Bagaimana keadaannya ?." tanya Albert.
"Masih belum sadar kau bisa melihat nya sendiri." ucap Aditya sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
"Apa kamu ingin pulang nanti." tanya Albert.
"Aku akan menemaninya sampai dia siuman." ucap aditya.
"Baik lah, tapi kamu harus jaga kesehatan mu, jangan sampai kelelahan dan tidak makan." ucap Albert.
Setelah itu albert pamit untuk kembali kekantor.
"Baiklah, aku balik dulu kekantor masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan." ucap nya lagi.
__ADS_1
"Ya pergilah." jawab Adit singkat.
💟💟💟
Alvino dan nenek yang mendengar Anita berada di rumah sakit sungguh sangat khawatir setelah mendapat kabar dari Hanna.
Kini mereka berdua bergegas menuju rumah sakit dengan menggunakan taxi, setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka telah sampai di rumah sakit.
Nenek dan alvino masuk kedalam dan mereka bertanya kepada suster yang bertugas dimana letak kamar pasien bernama anita. setelah mengetahui dimana kamar Anita berada, nenek dan Alvino pergi menuju ruangan itu.
Ckleek...pintu di buka.
"Cucuku....mami....."ucap nenek dan vino bersamaan.
Aditya yang melihat nenek dan vino masuk dia pun berdiri menghampiri mereka.
"Nenek.." ucap Aditya.
"Nak Adit kamu disini ?." ucap nenek
"Iya nek.." jawab adit
"Cup..cup..Jangan menangis, anak ganteng kan tidak boleh menangis." hibur Aditya kepada vino.
"Apa yang terjadi dengan Anita nak adit ?" tanya nenek.
"Anita mengalami kecelakaan nek saat pulang dari rumah Hanna." ucap Aditya menenangkan nenek Anita.
"Apakah keadaannya baik baik saja, tidak terjadi sesuatu dengan tubuhnya kan ?" tanya nenek khawatir.
"Anita baik baik saja nek. Kita tinggal menunggu dia sadar." ucap Aditya namun dalam hati ia sungguh khawatir takut Anita amnesia.
"Baiklah nenek akan menjaganya. Trimakasih nak Adit kamu sudah mau menjaga cucu nenek. Sebaiknya kamu istirahatlah dulu kamu pasti capek telah menjaganya semalaman." ucap nenek.
"Tidak nek, Adit akan tetap menjaganya." ucap Aditya.
Aditya mengendong vino dan duduk di kursi yang sudah di sediakan di ruangan VIP itu.
__ADS_1
"Om apakah mami akan sembuh ?" tanya vino.
"Tentu saja boy, mami pasti akan sembuh doain aja ya." ucap Aditya.
"Em." jawab vino mengangguk.
"Apa kamu tadi sudah makan ?" tanya Aditya ke vino.
"Sudah tadi di lumah." jawan vino.
"Bagaimana kalau kita beli Snack dan minuman ?." ucap Aditya dan di angguki oleh vino.
Aditya menggendong vino membawanya keluar. Sedangkan nenek yang melihat mereka berdua hatinya menghangat bahwa Aditya masih menyayangi vino.
"Cepat lah bangun cucuku lihat lah putra mu begitu bahagia bersama nak Adit, nenek menyayangi kalian." ucap nenek menangis sambil mengusap kepala Anita.
Setelah cukup lama berbelanja makanan ringan dan minuman. Kini Aditya dan vino kembali lagi ke rumah sakit dengan membawa banyak belanjaan.
Aditya masuk keruangan itu di lihat nya nenek masih setia di dekat Anita. Sedangkan Anita masih tetap menutup matanya.
Aditya berjalan menuju sofa dan mendudukkan vino di sofa empuk itu, ia pun tak lupa meletakkan semua belanjaannya.
"Makanlah." ucap aditya kepada vino.
" Baik om." ucal alvino
Melihat vino asyik dengan makanan nya. Aditya berjalan mendekati nenek dan Anita.
"Apakah belum ada pergerakan nek ?." tanya Aditya.
"Sejak tadi nenek disini belum ada pergerakan dari Anita." ucap nenek sedih.
"Sabar nek, kita tunggu saja semoga Anita cepat sadar dan bisa berkumpul kembali bersama kita." ucap Aditya.
"Ya nak Adit." ucap nenek.
Selamat membaca 🤗
__ADS_1
Jangan lupa like and komen