
Aditya dan Anita mengobrol seperti layak nya suami istri tak di pungkiri Aditya sangat senang karena bisa bermesraan dengan Anita namun ada sedikit ketakutan suatu saat Anita akan mengingat dan membencinya.
ckleeek...suara pintu di buka.
"mami...papi..." vino berlari kearah mereka berdua dan melompat ke dalam pangkuan Aditya.
"kamu sudah pulang boy." tanya adity
"ya....dimana opa dan Oma kata papi Oma dan opa akan datang." tanya Alvino.
"eh..ya ampun ternyata dia masih mengingat nya aku sendiri saja lupa." batin Aditya.
"papi lupa menghubungi he...he...he." ucap Aditya.
"nanti papi hubungi Oma dan opa tapi sepertinya opa dan Oma sedang sibuk jadi mungkin belum bisa datang." ucap aditya mencari alasan.
"baiklah." ucap vino lesu.
sedangkan nenek yang melihat mereka seperti keluarga bahagia menitikkan airmata ia hanya bisa berdoa semoga cucu nya mendapatkan kebahagiaan seterusnya. dan dia berharap semoga Aditya memang tulus mencintai nya.
"jangan lesu begitu dong boy kan ga enak lihat wajah ganteng nya di tekuk begitu.." ucap aditya.
"baik baiklah nanti papi akan hubungi Oma dan opa." ucap Aditya
"vino inginnya sekalang." ucap Alvino
"eh kok sekarang opa seperti nya sedang sibuk kerja boy." ucap Aditya mengusap kepala
......π₯Ίπ₯Ίπ₯Ί." Alvino memasang mimik wajah ingin menangis.
__ADS_1
melihat wajah Alvino yang ingin menangis membuat nya sungguh tidak tega.
"baiklah papi akan menghubungi opa tapi jangan menangis lagi ya." ucap Aditya lembut.
"iya..." ucap Alvino semangat, " nanti vino yang ngomong ya Pi." ucap nya lagi.
"ya." ucap Aditya singkat.
namun sebelum Aditya menelevon papa nya dia mengirimkan pesan terlebih dahulu untuk memberitahukan bahwa putra Anita ingin berbicara kepadanya.
Tut.....Tut....tut....suara televon tersambuh.
"ya hallo dit." ucap papa dari seberang televon
"apa kah papa sedang sibuk." tanya Aditya.
"tidak..... ada apa." tanya papa
"em baiklah serah hp mu kepada nya papa ingin berbicara." ucap papa
Aditya menyerahkan hp nya kepada vino agar dia bisa berbicara kepada papa Antoni.
"hallo opa." ucap Alvino dengan nada gemasnya.
papa Antoni yang mendengar suara anak kecil menyapa nya di seberang televon membuat hati nya berdesir tak di pungkiri di usia nya yang sudah tua dia menginginkan seorang cucu yang ada di samping nya menemani hari harinya.
ya.... semenjak mengetahui bahwa Anita sebenarnya juga mencintai putra nya papa Antoni tak melarang hubungan mereka walaupun Anita seorang janda baginya kebahagian putra adalah yang paling utama dan dia pun juga tidak mempermasalahkan tentang anak Anita dia juga akan menganggap nya sebagai cucu nya.
"hallo juga sayang." sapa papa Antoni.
"opa sedang apa." tanya Alvino.
__ADS_1
"opa sedang kerja cari duit buat vino beli mainan." ucap papa Antoni.
"kapan opa kesini, vino ingin ketemu opa dan Oma." ucap Alvino.
"em opa sedang bekerja pulang nya malam sedang kan vino malam pasti nya vino sudah tidur jadi seperti nya opa belum bisa." ucap papa Antoni.
"........." Alvino diam mendengar ucapan opa nya dan tidak bertanya lagi, sedang kan papa Antoni yang tidak mendengar suara Alvino bertanya tanya mungkin kah anak kecil itu marah namun dugaan nya salah ternyata Alvino tidak marah atau pun marajuk.
"baik lah opa, kalau opa sudah tidak sibuk apakah opa akan menemui vino." tanya Alvino.
"tentu....tentu opa dan Oma akan menemui mu." ucap papa Aditya senang ternyata Alvino adalah anak yang cerdas mengetahui situasi biasanya anak anak seumuran nya pasti akan menangis jika keinginannya tidak di penuhi.
"baiklah vino akan tunggu opa dan Oma datang, selamat bekelja kembali opa, opa halus cali duit yang banyak bial vino bisa beli mainan balu." ucap Alvino " dan jangan lupa makan ya opa bial opa gak sakit." ucapnya lagi.
ucapan perhatian yang di berikan oleh vino membuat hatinya sungguh senang sampai papa Antoni menitikkan air mata..
"baiklah akan opa ingat pesan cucu opa sayang. opa lanjut kerja lagi ya..mana ciuman untuk opa." ucap papa Antoni.
"eeemmmmmmuaaaach....." Alvino memberikan kecupan lewat televon..
"opa tutup dulu ya." ucap papa vino dan mematikan sambungan televonnya.
sedangkan mereka bertiga nenek Anita dan Aditya yang mendengar percakapan mereka sungguh senang karena melihat vino yang nampak bahagia walaupun sebelum nya ada gurat kesedihan namun tidak bertahan lama .
'bagaimana." tanya aditya.
"opa sedang sibuk Pi. jadi opa belum bisa menemui vino." jawab Alvino.
"em ya sudah..." ucap Aditya mengelus lembut kepala vino.
selamat membaca π€π€π€π€
__ADS_1
jangan lupa like and komen ππππ