
Hari hari berlalu, Dion yang telah menyelidiki tentang Anita saat ini yang ternyata sudah menikah dengan seorang CEO dari perusahaan DG Group, membuat dia tidak senang. Pikirnya bagaimana Anita semudah itu melupakan dirinya, dan apalagi jika di lihat saat pertemuan itu, Anita seolah- olah melupakan dan tidak mengenalnya.
.
.
Sedangkan Jesika yang terus berusaha mendekati Aditya, namun selalu gagal membuat dirinya sangat geram dan marah, hingga suatu hari tak sengaja dia bertemu dengan Dion saat sedang mengawasi Anita dan Aditya yang sedang makan bersama di sebuah Restoran yang sama dengan nya.
"Em, boleh saya duduk di sini Tuan?" tanya Jesika meminta izin.
Dion yang melihat wanita cantik menghampirinya tentu saja langsung mengizinkan "Silahkan Nona," jawab nya dengan tersenyum.
Jesika pun tanpa ragu langsung duduk di meja yang sama. Sedang Dion yang batu pertama kali melihat Jesika, ia terus memperhatikan wajah cantik itu. Melihat Dion terus memperhatikan nya, Jesika bertingkah malu-malu tapi mau. Namun saat dirinya hendak bertanya, Dion beralih pandang, ia melihat ke arah meja yang di tempati oleh Aditya dan Anita.
Jesika yang merasa penasaran akhirnya mengikuti arah pandangan itu. Dan ternyata pandangan itu mengarah ke arah Aditya yang sedang bersama dengan istrinya. Merasa penasaran karena Dion terus memperhatikan kedua nya, Jesika pun bertanya, "Saya lihat anda terus menatap ke arah meja itu. Apakah anda mengenal mereka Tuan?"
Dion yang mendengar pertanyaan itu, menatap Jesika yang ingin tahu. Namun karena tidak ingin membuat gadis cantik di depan nya penasaran, Dion pun menjawab pertanyaan itu, "Ya, aku mengenal nya. Wanita yang bersama dengan laki-laki itu adalah mantan Istri ku dan anak laki laki yang bersama dengan nya adalah putra ku," jelasnya
Jesika yang mendengar tentu saja tercengang, dia tidak menyangka akan bertemu dengan mantan suami dari istri Aditya, dan hal ituembiat dirinya tersenyum, senyum yang mengandung arti untuk melancarkan rencana nya.
"Apakah anda tidak menyukai kebersamaan mereka?" tanya Jesika.
"Tentu saja aku tidak suka melihat itu," jawab Dion melihat ke arah mereka berdua yang sedang bahagia.
"Em, bagaimana kalau kita bekerja sama?" Jesika mencoba mencari sekutu untuk menghancurkan mereka agar bisa memiliki Aditya.
"Bekerja sama! Maksudnya?" tanya Dion mengerutkan alisnya, bertanda ia bingung dengan perempuan yang baru ia temui. Pasalnya dia tidak mengenal gadis itu, tapi tiba tiba dia mengajak nya untuk bekerja sama, jelas pasti dia bingung dengan tawaran itu.
"Ya, bekerja sama Tuan. Ku rasa anda pasti bingung bukan? Baiklah, saya akan menjelaskannya. Tapi sebelum itu perkenalkan nama saya Jesika," ucap Jesika memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Dion," jawab Dion memperkenalkan diri juga.
Jesika mengangguk, setelah itu mulai menjelaskan nya. "Laki-laki yang bersama dengan wanita itu, Em.. maksud saya mantan istri anda, dia adalah Tunangan saya, nama nya Aditya, laki laki yang di rebut oleh mantan istri anda," jelas Jesika.
Mendengar itu Dion seakan tidak percaya, bahwa Anita merebut pria milik wanita lain. "Oh, benarkah?"
"Tentu saja, dan ini buktinya jika anda tidak percaya," Jesika menunjukkan foto pertunangan nya dengan Aditya di ponselnya.
Melihat itu Dion mengangguk, percaya dengan ucapan Jesika."Lalu bagaimana?" tanya Dion ingin tahu tujuan Jesika.
"Apakah anda benar benar masih menginginkan mantan istri anda itu?" tanya Jesika menatap Dion.
"Ya, apakah kamu memiliki cara?"
"Bagaimana kalau kita memisahkan mereka saja? Buat mereka saling membenci satu sama lain.
Mendengar itu Dion berpikir, mungkin memang dengan cara itu dia bisa memiliki Anita kembali.
"Baiklah, jadi mulai hari ini kita adalah sekutu, rekan kerja untuk memisahkan mereka,"
"Ya," jawab Dion.
Cukup lama mereka berbincang, Dion pun mempersilahkan Jesika memesan menu apa saja yang dia mau, "Silahkan pesan apa yang kamu suka Jesika, aku yang akan membayar nya."
"Baiklah, aku tidak akan sungkan," jawab Jesika tersenyum manis.
.
.
__ADS_1
.
Sejak pertemuan nya dengan Dion, Meraka pun semakin akrab dan semakin dekat. Kedekatan mereka pun menjadi lebih-lebih dekat, bukan hanya menjadi rekan kerjasama menghancurkan hubungan Anita dan Aditya. Namun juga kerja sama menjadi rekan pemuas naf-su di ranjang.
Dan seperti saat ini, mereka berdua sedang berada di sebuah Apartement milik Jesika, sedang bermain bersama di atas kasur.
"Apakah tidak apa-apa kita selalu melakukan ini?" tanya Jesika.
"Memang nya kenapa? Apa kamu sudah tidak ingin lagi?" tanya Dion sibuk dengan kegiatan nya, memainkan benda empuk di da-da.
"Aah.....aku takut keluarga mu mengetahui nya, Dion," jawab Jesika sembari mende-sah.
"Seharusnya yang bertanya itu aku, bukan malah sebaliknya. Apakah keluarga mu tidak akan marah jika mengetahui kita selalu melakukan ini?"
"Keluarga ku tidak pernah peduli dengan urusan pribadiku, Dion," jawab Jesika meremas rambut Dion.
"Sudah lah kita nikmati saja. Bukan kah kita sama menginginkan ini?" tanya Dion dengan nafas memburu.
"Aah...kau sungguh selalu membuat ku menginginkan terus Dion!" Jesika benar-benar menikmati apa yang di lakukan nya pada tubuhnya.
"Nikmati lah, aku akan selalu membuat puas setiap waktu," Dion kembali menggoyang pinggul nya, baik turun mencari puncak kenikmatan.
Sungguh mereka seakan lupa dengan misi nya jika sedang berduaan. Yang hanya mereka inginkan adalah mencapai kenikmatan surga dunia dengan peluh-peluh keringat yang membanjiri tubuh.
Entah sudah berapa ronde mereka melakukan kegiatan itu, Dion ataupun Jesika mereka berdua seakan tidak pernah puas, dan saling memberi dan meminta untuk memenuhi has-rat dan naf-su mereka.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.