
Sore harinya Aditya menyuruh nenek dan Vino untuk pulang. Dan Aditya sendiri akan tetap tinggal untuk menjaga Anita.
"Nenek minta tolong sama kamu nak Adit, tolong jaga Anita dengan baik ya." ucap Nenek memohon
"Adit akan menjaganya Nek, Nenek tidak perlu khawatir." ucap Aditya.
"Baiklah, kalau begitu Nenek bisa tenang. Nenek pulang dulu ya." pamit Nenek
"Vino pulang dulu, tolong jagain Mami ya Om." ucap Alvino.
"Pasti boy. Om akan jaga Mami." ucap Aditya mensejajarkan tubuhnya dan mencium Vino.
"Baiklah Nenek pulang ya." ucap Nenek.
"Da.. Da... Om." Vino melambaikan tangan kepada Aditya.
Setelah mereka berdua pergi, Aditya mendekati Anita dan mengelus kepala Anita yang terdapat perban di kepalanya.
"Kapan kamu akan bangun sayang. Aku merindukan mu." ucap Aditya mencium tangan Anita.
Karena waktu sudah menunjukkan sore, Aditya bergegas mandi untuk membersihkan diri. 20 menit kemudian Aditya keluar sudah dengan pakaian santainya, memakai kaos putih dan celana jins pendek sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
Aditya belum memperhatikan bahwa ada seorang wanita yang sedang menatapnya.
Setelah beberapa detik, Aditya melihat kearah Anita dan betapa senang nya dia bahwa wanita yang di cintai telah membuka matanya dan kini sedang memperhatikan nya.
"Sayang.." ucap Aditya menuju Anita.
"Haus." ucap Anita pelan.
Aditya mengambilkan minuman untuk dan membantunya untuk minum.
"Sudah." tolak Anita.
"Baiklah, aku akan memanggilkan Dokter untuk memeriksa mu." ucap Aditya memencet tombol yang ada di tempat itu.
__ADS_1
Seorang Dokter dan perawat masuk untuk memeriksa keadaan Anita, dan setelah memeriksa, Aditya bertanya.
"Bagaimana dok?" tanya Aditya khawatir.
"Keadaan nya sudah lebih baik Tuan. Dan sepertinya kaki ibu Anita mengalami kelumpuhan sementara jadi harus melakukan perawatan hingga dia pulih. Dan untuk kepalanya !!!! Coba saya tanya dulu ya Tuan, semoga apa yang saya khawatirkan tidak terjadi." ucap Dokter.
"Nyonya, Apakah nyonya ingat dengan Nama anda atau keluarga anda?" tanya Dokter sedangkan Anita hanya diam tidak menjawab.
"Sepertinya nyonya Anita mengalami Amnesia Tuan." ucap Dokter.
"Berarti dia sama sekali tidak mengingat apapun? Apakah itu bisa sembuh dok?" tanya Aditya khawatir.
"Itu bisa sembuh Tuan. Tapi untuk saat ini saya sarankan jangan meminta nyonya Anita untuk mengingat, biarkan dia mengingat ingatannya sendiri dan jangan memaksa. Karena jika itu terjadi bisa berakibat fatal untuknya." ucap Dokter
"Baik lah Dok terimakasih." ucap Aditya dan Dokter itu pun pergi meninggalkan mereka.
Aditya melihat Anita yang terus melihatnya seperti orang bingung. Aditya duduk di dekat Anita dan menggenggam tangannya.
"Sayang apa kamu ingin berbicara sesuatu?" tanya Aditya.
Pertanyaan Anita membuat hati Aditya sedih.
"Ternyata dia memang tidak mengingat ku sama sekali." ucap Aditya dalam hati
"Sayang aku Aditya dan namamu adalah Anita." ucap Aditya. "Oh ya kamu juga masih memiliki keluarga. Seorang putra yang sangat tampan dan memiliki seorang Nenek yang kamu sayang." lanjutnya.
"Apakah aku sudah menikah?" tanya Anita, dan itu berhasil membuat Aditya tidak bisa menjawab pertanyaan Anita
"Apa kau lapar, kamu ingin makan?" tanya Aditya mengalihkan pertanyaan.
"Aku ingin makan bubur sum sum." ucap Anita pelan.
"Baiklah kamu tunggu disini, Aku akan mencarikan bubur untuk mu. Jika kamu butuh sesuatu panggil suster, pencet tombol ini selagi aku belum kembali." ucap Aditya.
Anita merasa hati nya sangat aneh dengan perhatian kecil Aditya.
__ADS_1
"Em." Anita mengangguk.
Aditya berjalan keluar kamar meninggalkan Anita sendirian.
"Apakah dia suami ku? Dia Bilang aku memiliki seorang putra yang sangat tampan. Mungkin benar dia adalah suami ku karena dia sangat perhatian dengan ku." ucap Anita dalam hati dan tersenyum.
Tak lama Aditya pergi datanglah anggota keluarga Adi dan Antoni menjenguk Anita.
Hanna yang melihat Anita sudah sadar berlari memeluk Anita.
"Anita kamu sudah sadar, aku sungguh senang sekali." ucap Hanna menangis memeluk Anita.
Anita yang di peluk oleh Hanna hanya diam tak menjawab. Karena merasa aneh Hanna melepas pelukan nya dan memandang wajah pucat Anita. Semua yang ada didalam kamar itu ikut melihat wajah bingung Anita.
"Ada apa dengan mu kenapa kamu tidak seperti biasanya?" tanya Hanna khawatir.
"Siapa anda?" tanya Anita dan pertanyaan itu sungguh membuat semua nya kaget mendengar pertanyaan Anita.
Mungkinkah dia lupa ingatan Fikir semua nya.
"Apa kamu tidak mengingatku?" ucap Hanna dengan suara bergetar.
"Tidak." ucap Anita
Melihat Anita yang tidak mengenali lagi, Hanna berlari memeluk Mamanya.
"Ma....Anita Ma, Anita tak mengenalku Ma. Ada apa dengannya?" ucap Hanna menangis di pelukan Mamanya.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Selamat membaca 🤗
Jangan lupa like and komen 🙏🙏
M**ohon dukungan nya**.
__ADS_1