
Albert mengurus semua yang telah di perintahkan oleh aditya.setelah selesai dia kembali ke kantor.
cCkleek....pintu di buka oleh Albert.
"Kau sudah Kembali?." tanya aditya.
"Ya....." ucap Albert."
" Bagaimana apakah sudah selesai?" tanya Aditya.
"Ya sudah..." ucap Albert. " Datanglah ke sana bawa Anita untuk mendatangani Suratnya." ucap nya lagi.
"Bagaimana aku mencari alasan agar dia mau ikut dengan ku dan mau menandatangani nya." tanya Aditya. "Pasti dia akan bertanya nanti nya ." ucap aditya lagi.
"Cari lah alasan yang bagus agar dia mau ikut dengan mu. Aku pergi dulu pekerjaan ku masih banyak." ucap albert meninggalkan Aditya.
Setelah Albert pergi, Aditya melanjutkan pekerjaannya. Sore hari nya semua karyawan sudah pulang namun Albert dan aditya masih sibuk dengan pekerjaannya nya.
Pukul 7 malam Aditya dan Albert pulang mengendarai mobil mereka masing masing.
Aditya sampai di rumah dan melangkahkan kakinya menuju kedalam rumah..
"Papi....." teriak Alvino sambil berlari menghampiri Aditya.
"Hati hati..." ucap Aditya menangkap putra nya dan menggendong nya.
"Kamu sudah pulang sayang." ucap Anita menghampiri Aditya.
"Em.. " ucap Aditya memeluk pinggang Anita dan memberikan kecupan di keningnya.
__ADS_1
"Ayo kita masuk." ucap Aditya mengajak Anita dan Alvino masuk.
"Malam ma pa." sapa Aditya kepada orang tuanya
"Malam juga sayang." ucap mama Laras. melihat putra nya yang baru datang ia berfikir pasti aditya sangat kelelahan.
"Vino sayang sama Oma dan opa dulu ya. Papi kan pasti capek baru pulang kerja, jadi biar kan papi mandi dulu setelah itu vino bisa bermain lagi dengan papi ." ucap mama laras menghampiri vino dalam gendongan Aditya.
"Baik Oma." ucap vino
"Sini Oma gendong." ucap mama Laras.
"Tidak mau." ucap vino.
"Kenapa?." tanya Oma bingung.
"Oma kan sudah tua kalau vino minta gendong nanti Oma capek.." ucap vino.
"No...vino sudah besal tidak mau di gendong." ucap vino mencari alasan.
"Sudah besar." ucap papa Antoni dan mama Laras bersamaan dan di angguki oleh vino.
"Kalau sudah besar kenapa mau di gendong papi Adit." tanya papa Antoni.
"Kalena papi kan kuat " ucap vino
"Opa juga masih kuat" ucap papa Antoni tak mau kalah sambil memperlihatkan otot di tangannya
"Papi ganteng." ucap vino.
__ADS_1
Mendengar ucapan itu semua tertawa fikir mereka semua apa hubungan nya kuat dan ganteng.
"Jadi karena opa tidak ganteng vino gak mau di gendong opa." ucap papa Antoni memasang wajah melas nya.
"Em..." Alvino mengangguk kan kepala nya
Papa Antoni mengambil paksa Alvino dari gendongan Aditya, meletak kan nya di sofa dan menggelitiki vino kecil.
"Ha...Ha...Ha...Ha .. Ampun opa, ampun..ha..ha.." ucap vino tertawa merasa kegelian.
"Rasakan ini." ucap opa masih setia menggelitiki vino
"Ampun opa ..ampun.. " ucap vino memohon.
"Bukankah tadi kamu bilang opa tidak ganteng, berarti maksud mu opa ini jelek begitu." ucap papa antoni masih menggelitiki vino
"Opa ganteng kok...opa ganteng banget...." ucap vino masih menahan tangan opanya.
"Benarkah?." ucap papa Antoni.
"Ya..tapi masih gantengan vino..." ucap vino,
Papa Antoni yang mendengar ucapan vino langsung menciumi wajah vino dengan gemas..
Mama Laras yang melihat hanya tersenyum senang melihat suami nya yang nampak bahagia dengan kehadiran vino. Dengan hadirnya vino rumah yang biasanya sepi sekarang sangat ramai dengan tingkah tingkah vino.
Sedang kan Aditya dan Anita sudah pergi meninggal kan mereka dari tadi menuju kamar mereka.
Selamat membaca 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏