Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 72.


__ADS_3

Aditya yang melihat sungguh tidak tega, saat melihat istrinya yang seperti ketakutan dan tertekan.


"Maafkan aku sayang, maafkan aku karena tidak bisa menjaga mu." ucap Aditya menangis.


"Al, apa yang terjadi dengannya? Kenapa sampai bisa seperti ini?" tanya Aditya.


"Aku akan menceritakan semuanya kepada mu. Tapi aku ingin kamu jagan emosi setelah mendengar cerita ku." pinta Albert.


Setelah itu, Albert menceritakan semua nya. Setelah selesai bercerita, Aditya menjadi sangat marah dan geram.


"Brengsek, lihat lah aku akan membunuh nya." ucap Aditya "Kau tahu dimana dia sekarang?" tanya Aditya.


"Dia sedang di cari anak buah ku saat ini." ucap Albert.


"Aku sampai lupa Al, dimana anak ku? Apakah kalian juga membawa anak ku darinya?" tanya Aditya.


"Anak buah ku juga masih mencari keberadaan anak mu Dit. Sabarlah, mereka pasti akan menemukannya. Yang terpenting sekarang kamu temani Anita dan buat dia merasa nyaman dengan mu." ucap Albert.


"Baiklah. Terimakasih untuk semuanya Al.." ucap Aditya.


"Oya, aku juga ingin bilang. Perusahaan bulan lalu hampir mengalami kebangkrutan, untung ada salah satu klien kita yang membantu hingga perusahaan kita tidak mengalami kebangkrutan." ucap Albert.


"Kenapa bisa?"ucap Aditya.


"Mantan tunangan mu yang membuat itu semua." ucap Albert setelah itu menceritakan kejadian nya.


Satu lagi masalah. Satu belum di temukan ada satu lagi yang membuat masalah.


"Aku ingin kau menemukan wanita jala*g itu. Aku ingin memberikan pelajaran kepada nya." ucap Aditya mengepalkan tangannya.


"Baiklah." ucap Albert.


"Aku keluar dulu. Jaga Anita dengan baik." ucapnya lagi dan pergi meninggalkan Aditya.

__ADS_1


Selama menikah Anita masih belum menunjukkan siapa dirinya sekarang. Ia masih ragu dan trauma dengan kejadian yang di alami nya dulu, takut Aditya sama seperti Dion. Walaupun Anita sempat berfikir Aditya tidak sama dengan Dion, Tapi rasa takut itu masih saja ada di hati dan fikiran nya.


Ia akan tetap menyembunyikan siapa dia sebenarnya sampai ia tahu Aditya benar benar mencintai nya dan anak nya. Walaupun selama ini ia melihat Aditya sangat mencintai dan menerima Vino dengan tulus.


Ia akan memberitahukan kepada Aditya jika waktu nya sudah tepat dan pas.


.


.


.


Albert keluar dari rumah sakit untuk mencari kopi. Ia duduk di sebuah warung mengotak atik hp nya sambil menunggu pesanan nya datang.


"Silahkan Tuan." ucap pemilik warung.


"Terimakasih." ucap Albert


Setelah itu, ia fokus kembali ke hp nya sambil sesekali menyeruput kopi pahitnya. Membuka Galeri dan melihat foto gadis yang selama ini terus mengejarnya hingga sekarang ia tidak pernah melihatnya lagi.


"Kenapa kau tak menemui ku lagi? Aku merindukanmu, melihat tingkah mu yang selalu membuat ku sebal. Kemana kau saat ini?" ucap Albert memperhatikan foto wanita cantik.


Albert mencari nama di kontak nya menghubungi anak buahnya.


Tut....Tut....Tut.....


"Hallo bos." ucap anak buah di seberang televon.


"Bagaimana?" tanya Albert.


"Kami sudah menemukannya bos, dan saat uni kami masih mengintainya." ucap anak buah.


"Baiklah, kabari aku jika ada perkembangan." ucap Albert.

__ADS_1


"Baik bos." ucap anak buah.


Albert mematikan sambungan teleponnya dan menyeruput kembali kopinya


.


.


Di dalam kamar rawat Anita. Anita membuka matanya perlahan, ia merasakan tangannya seperti ada yang menggenggam. Menoleh, melihat siapa yang berani menggenggam tangannya.


Di lihatnya seorang laki laki yang sedang tidur, mata Anita mem bola kala melihat ada seorang laki laki di dekatnya. Anita langsung menarik tangan nya dengan kasar.


Aditya yang merasakan pergerakan langsung bangun, mendongak melihat ke arah Anita yang seperti ketakutan.


"Sayang, tenang lah jangan takut." ucap Aditya lembut memeluk tubuh Anita sambil membelai surai panjang nya.


Anita hanya diam. Dilihatnya Anita sedikit tenang. Aditya melepas pelukannya dan duduk di samping Anita.


"Sayang, maafkan aku?" ucap Aditya lembut, membelai rambut Anita.


Anita yang mendapat perlakuan lembut menatap Aditya tanpa menjawab pertanyaan nya, Namun setelah itu ia memeluk tubuh Aditya sambil menangis terisak.


"Tenang lah, aku ada disini. Jangan menangis. Aku tidak sanggup melihat mu menangis." ucap Aditya mencium kepala Anita.


Anita terus memeluk Aditya dengan erat tak ingin melepaskan. Takut Aditya pergi meninggalkan nya.


.


.


.


Selamat membaca.

__ADS_1


Jangan lupa like and komen


Salam sayang dari autor.


__ADS_2