
Albert merasa kacau karena perusahannya di ambang kebangkrutan. Namun tiba tiba suatu pesan masuk di email nya. Albert langsung membuka email yang dari perusahaan A Triple Group.
Sebuah pesan masuk yang bertuliskan.
"Selamat siang tuan Albert. Saya Asisten dari perusahaan A Triple Group mengundang anda untuk makan siang di restoran xx bersama pemimpin kami."
Bunyi pesan dari asisten perusahaan A Triple Group.
"Kenapa aku bisa melupakan perusahaan itu?" gumam Albert.
Siang harinya Albert pergi ke Restoran xx sesuai permintaan Asisten A Triple Group. Disana Albert bertemu dengan pemimpin nya yaitu seorang wanita yang memakai kacamata dan masker. Wanita itu yang tak lain adalah Hanna yang saat ini sedang menyamar sebagai Anita.
Setelah Anita lupa ingatan dan menghilang, Hanna lah yang mengurus perusahaan A Triple Group.
Beberapa menit kemudian, pembahasaan yang mereka bahas akhirnya selesai. Dan kini perusahaan A Triple Group lah yang akan membantu perusahaan DG Group bangkit dari kebangkrutan nya.
Sedangkan di China tepatnya di kediaman Dion. Anita saat ini sedang menangis histeris karena baby Kayla di lempar oleh Dion, untung saat itu ibu An dengan sigap menangkap baby kayla agar tidak jatuh dan terluka.
"Lepas Dion...lepaskan aku." teriak Anita sambil memberontak karen Dion menyeret Anita.
"Tuan saya mohon lepaskan Nyonya Tuan." ucap ibu An.
"Minggir kau." ucap Dion menendang tubuh ibu An.
"Cepat ikut aku." ucap Dion terus menyeret anita.
Anita terus memberontak, namun karena tenaga nya tidak sebanding dengan Dion akhirnya Anita pun mau tidak mau mengikuti Dion.
Anita di dorong oleh Dion masuk kedalam mobil.
"Nyonya..." teriak ibu an.
"Lepaskan aku Dion. Apakah kamu belum puas menyiksaku selama ini?" ucap Anita.
"Puas...!!! Aku sama sekali tidak akan puas meyiksamu Anita sayang." ucap Dion melajukan mobilnya.
"Sebenarnya apa mau mu?" tanya Anita.
"Mau ku, Apakah kau mau tahu?" tanya Dion dan di angguki Anita. " Mau ku adalah uang, dan untuk yang lain nya aku tidak suka kau dimiliki oleh laki laki lain."
"Kau gila Dion, kau tidak mengizinkan aku dimiliki pria lain, tapi diri mu sendiri dekat dengan wanita lain. Kau brengsek kau bajingan." teriak Anita.
"Ya aku memang brengsek dan bajingan." ucap Dion masih terus melajukan mobil nya.
"Turun kan aku, aku tidak ingin bersama dengan pria bajingan seperti mu." teriak Anita
Anita terus mengoceh dan mengoceh. Dion yang mendengar nya sangat marah mendengar ocehan Anita yang terus-menerus minta untuk melepaskan nya.
Diam...." bentak Dion. "Jika kau tidak bisa diam aku akan melempar mu dari sini." ancam Dion
Anita diam.
"Sebenar nya kau mau membawa ku kemana?" ucap Anita sedikit takut.
"Aku akan membawa mu ke suatu tempat, jadi menurut lah dan jangan banyak tanya. Kamu harus membantu ku, Perusahaan ku mengalami kebangkrutan jadi sekarang kau karus mencarikan uang untuk ku." ucap Dion.
"Mencari uang? Apa maksud mu?" tanya Anita gelisah.
Aku akan menjual mu, dan jadilah ATM hidup ku." ucap Dion santai.
Apa!!!!! Kau sungguh gila, lepaskan aku, aku mau turun." ucap Anita berusaha membuka pintu mobil.
"Percuma Anita sayang, kau itu adalah berlian ku. Ini lah tujuan ku membawa mu kesini, menjadikan mu sebagai mesin uang ku. Ha... Ha.. Ha.." ucap Dion sambil tertawa senang.
"Dasar gila. Kau bajing*n Dion, aku membenci mu." teriak Anita sambil memukul tubuh Dion.
"Bukankah dari dulu kau memang membenci ku Anita sayang." ucap Dion.
"Berhenti dan lepaskan aku. Aku mohon Dion aku mohon....." ucap Anita sambil memohon dan menangis..
" Aku akan memberi mu uang jika kau memang menginginkan uang. Aku akan meminta kepada suami ku agar memberi mu uang. Berapa yang kau minta pasti akan dia berikan asalkan kau melepaskan ku." ucap Anita.
Ha...Ha...Ha...Kau pikir aku bodoh. Mana mungkin aku meminta kepada suami mu yang sudah mau bangkrut itu." ucap Dion
Apa!!!!! bangkrut." ucap Anita tak percaya.
.
.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Dion akhirnya sampai di tujuan.
Dion keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Anita.
"Keluar." ucap Dion.
__ADS_1
"Tidak..aku tidak mau." tolak Anita takut saat melihat ia sedang berada di depan sebuah klub malam.
"Cepat keluar." bentak Dion sambil menarik tangan Anita.
" Lepas, lepas kan aku." Anita terus memberontak dan mencoba melepas genggaman Dion.
Anita di tarik paksa oleh Dion masuk kedalam Club. Banyak pasang mata yang menyaksikan mereka berdua.
Di salah satu meja.
"Bukankah wanita itu seperti yang ada di foto ini?" ucap laki laki berkacamata hitam.
"Yah kau benar. Ayo kita ikuti mereka, siapa tahu apa yang kita lihat benar benar istri Tuan." ucap laki laki berjaket.
"Em..."ucap yang lainnya mengangguk.
Ada sekitar 6 orang bertubuh kekar mengikuti Dion dan Anita. Namun karena banyak nya pengunjung akhirnya mereka kehilangan jejak.
"Cepat cari sampai ketemu." ucap laki laki berkacamata.
Mereka semua berpencar mencari keberadaan Anita. Sedangkan Anita yang sudah di terima di tempat itu kini di bawa ke sebuah kamar. Di dalam kamar itu, seorang laki laki bertubuh gendut sedang menunggunya.
"Cepat masuk layani tamunya, jika kamu tidak melayani nya aku akan membunuh anak mu." Ancam Dion.
Anita menangis mendengar ucapan mereka.
"Apakah seperti nasib ku? Sayang maafkan Mami." ucap Anita dalam hati menangis
"Cepat masuk." bentak wanita itu.
Pengawal wanita itu membukakan pintu kamar agar anita segera masuk. Namun tak jauh dari sana sepasang mata yang melihat mereka langsung merogoh sakunya dan mengambil hp, menghubungi rekan rekan nya untuk segera datang ketempat saat ini dia berada.
Anita masuk kedalam kamar itu dengan pakaian sangat minim dan ****. Setelah mengunci kamar, Dion dan wanita itu pergi meninggalkan kamar
Di dalam kamar.
Anita sangat takut karena melihat seorang laki laki buntal berjalan ke arahnya.
"Jangan mendekat." ucap Anita.
"Ayo sayang layani aku, aku akan memuaskan mu malam ini. Kemarilah." ucap lelaki buntal.
"Tidak ...jangan mendekat." ucap Anita.
Laki laki itu kini sudah berada di depan anita. Anita terus mundur mundur dan mundur hingga ia terjatuh di atas ranjang..
"Tidak.." ucap Anita mencoba lari, namun naas nya lelaki itu menarik kaki Anita dan penampar pipi Anita karena Anita terus menolak.
"Layani aku, aku sudah membeli mu sangat mahal." ucap lelaki itu menarik baju **** Anita.
"Tidak, ku mohon." ucap Anita.
Namun karena Anita terus menolak. laki laki itu menindih tubuh Anita dan mencoba mencunb* nya. Anita terus memberontak, ia mencoba mencari seuatu untuk menyelamatkan dirinya hingga tangannya berhasil meraih sebuah botol bir di meja dan memukulkan ke kepala lelaki buntal itu.
Praaang.....
Aaakh...
Teriak lelaki buntal itu
Anita turun dari ranjang dengan pakaian sobek sobeknya sambil memegang botol kaca yang runcing.
"Jangan mendekat, jika kamu mendekat aku akan membunuh mu." ancam Anita sambil mengarahkan botol runcing.
Di luar kamar.
6 orang yang membuntutinya langsung mendobrak pintu kamar.
Braaak....
Pintu pun berhasil di buka.
Mendengar pintu di buka oleh seseorang, anita serta laki laki buntal itu melihat ke arah suara.
"Bereskan dia." perintah laki laki berkacamata
"Baik." ucap yang lainnya.
Setelah itu 4 orang menghajar habis habisan lelaki buntal itu hingga pingsan dan tak berdaya. Sedangkan Anita tubuhnya bergetar sangat ketakutan.
"Jangan mendekat." ucap Anita mengarahkan botol rincing.
"Tenang Nyonya, kami bukan orang jahat. Kami akan membantu anda keluar dari tempat ini." ucap laki laki berjaket.
"Pergi kalian, aku tidak percaya dengan kalian." teriak Anita sambil menangis. "kalian pasti suruhan nya dan juga akan membunuh anak ku." ucap Anita.
__ADS_1
Karena anita terus berbicara yang tidak tidak, akhirnya salah satu orang itu menyuntikkan obat penenang di tubuh Anita.
Beberapa detik akhirnya anita pingsan, dan langsung di bawa pergi oleh 6 orang itu.
Setelah beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah rumah sederhana. Mereka membawa Anita masuk dan meletakkannya di kamar, setelah itu mereka meminta seorang wanita untuk menggatikkan baju anita yang sudah terkoyak.
"Hubungi Tuan Albert, beritahu kepada nya bahwa kita telah menemukan Nyonya." ucap ucap laki laki berjaket.
"Em..." dan di angguki salah satunya.
Setelah itu mereka menghubungi Albert.
Dreeet....Dreeet....Dreeet....
"Ya ada apa?" tanya Albert.
"Benarkah?" ucap Albert.
.......
"Baiklah aku aku akan berangkat kesana." ucap Albert
Setelah itu albert mamatikan sambungan televonnyaa. Alberto merasa senang karena akhirnya anak buahnya dapat menemukan Anita.
Albert bergegas pergi kerumah Aditya untuk mengabari nya.
Beberapa menit kemudian Albert sampai di kediaman Keluarga Antoni.
Setelah sampai di kamar Aditya. Dilihatnya Vino sedang mengintip Aditya yang ada di kamar.
"Kamu sedang apa Vin?" tanya Albert.
"Aku kangen Papi. Papi melupakan ku uncle." ucap Vino.
"Kata siapa? Papi tidak melupakan mu mungkin Papi hanya ingin sendiri dulu." ucap Albert.
"Ayo kita masuk, kita lihat Papi." ucap Albert.
Mereka berdua masuk kekamar Aditya yang sangat berantakan. Selama ini Aditya terus mencari Anita sendirian namun hasilnya selalu nihil, hingga ia merasa lelah dan akhirnya hanya mengurung diri sendirian di dalam kamar.
"Dit..." panggil Albert.
Aditya hanya menoleh sekilas dan kembali menghadap ke jendela.
"Dit jangan seperti ini, lihatlah putra mu. dia sangat merindukan Papinya yang dulu yang menyayanginya dan selalu ada untuknya. Kau bukan seperti adit yang ku kenal aku kecewa dengan mu. Seharusnya kamu jangan seperti ini. Jika nanti Anita pulang kamu menelantarkan anak nya aku yakin Anita bakal pergi lagi meninggalkan mu." ucap Albert penuh emosi.
Mendengar ucapan Albert, Aditya menoleh ke arah alvino yang berdiri di samping Albert. Air mata Aditya menetes melihat Vino menatapnya dengan penuh harap agar Papinya memeluknya.
"Papi.." ucap Vino pelan.
Aditya nampak sangat kurus, ia berjalan mendekati tubuh Vino dan.
Grep...
Aditya memeluk tubuh Vino dengan erat.
"Maafkan Papi sayang ... Maafkan Papi." ucap Aditya menangis.
Di pintu kamar. Mama Laras dan Papa Antoni yang melihat ikut menangis melihat pemandangan itu.
"Papi menangis?" tanya Vino.
"Tidak, Papi tidak menangis." Aditya mengusap air matanya. "Maafkan Papi sayang, selama ini Papi tidak memperdulikan mu." ucap Aditya membelai wajah imut Vino.
"Apakah Papi akan mengacuhkanku lagi?" ucap Vino.
"Tidak, Papi tidak akan mengacuhkan mu lagi." ucap Aditya memeluk Vino.
"Vino sayang, biarkan Papi mandi dulu untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu kamu bisa bersama dengan Papi lagi." ucap Albert.
"Baik uncle." ucap Vino.
Mereka semua akhirnya pergi meninggalkan Aditya. Aditya membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, kini Aditya kembali terlihat tampan walaupun badannya sedikit kurus dan rambutnya sedikit panjang.
Sedang di lantai bawah, Albert telah menceritakan semua nya kepada Mama Laras dan Papa Antoni tentang perihal Anita yang telah di temukan.
Albert berencana membawa Aditya langsung ke China..
.
.
.
.
__ADS_1
.
.