Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 80.


__ADS_3

Pagi hari nya Anita dan Aditya telah bersiap pergi ke kantor. Sebelum itu Anita mengurus dua anak nya sebelum ia pergi.


Di meja makan.


"Apa kamu beneran mau ke kantor nak?" tanya Mama Laras.


"Ya Ma, Aku hanya sebentar. Nanti titip Kayla ya Ma." ucap Anita.


"Baiklah sayang, serahkan saja Kayla dengan Mama, Mama akan menjaga nya, kamu tidak perlu khawatir." ucap Mama Laras .


"Terimakasih Ma." ucap Anita tersenyum


"Cepat selesaikan makan kalian, nanti Vino bisa terlambat." ucap Mama Laras.


"Baik ma." ucap Anita.


Setelah mereka menyelesaikan sarapan pagi. Anita, Aditya dan Vino berangkat bersama. Sebelum itu Aditya terlebih dahulu mengantarkan putra nya ke sekolah.


Beberapa menit akhirnya mereka telah Sampai di depan pintu gerbang sekolahan Vino.


"Sekolah yang rajin ya sayang, dan ingat jangan nakal." ucap Anita.


"Baik Mi. Vino selalu ingat kok, jadi jangan ingatkan lagi. Telinga Vino bosan mendengarnya, Vino ini sudah besar jadi tidak perlu di ingatkan setiap hari." ucap Vino kesal


Anita dan Aditya tertawa melihat tinggkah Vino yang menggemaskan saat kesal.


"Baiklah baiklah, putra Mami yang sudah besar." ucap Anita.


"Sekarang masuk lah. Nanti siang Papi jemput." ucap Aditya penuh sayang.


"Baik Pi, Vino masuk dulu." ucap Vino mencium pipi Aditya dan Anita.


Setelah melihat vino masuk, Aditya dan Anita pergi menuju kantor A Triple Group.


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


Mereka berdua telah tiba di kantor A Triple Group yang sangat besar.


Aditya dan Anita keluar dari mobil berjalan masuk menuju ruangan nya.


"Maaf Nona, Tuan anda ingi kemana?" tanya pihak resepsionis.


"Saya ingin masuk." ucap Anita.


"Maaf Nona, Apakah anda sudah membuat janji?" tanya resepsionis.


"Bagaimana sayang?" ucap Aditya.


"Ah...iya aku lupa. Em.. Bisakah anda menghubungi Asisten Reno untuk menemui ku. Bilang saja Anita ingin bertemu." ucap Anita.


"Baik Nona." ucap resepsionis.


Resepsionis menghubungi Asisten Reno, memberitahukan bahwa ada tamu yang ingin bertemu.


Setelah memberitahukan, Asisten Reno dan Hanna bergegas keluar untuk menemui Anita. Setelah keluar dari lift. Hanna berlari kala melihat Anita duduk di kursi tunggu bersama Aditya.


"Anita...." ucap Hanna langsung memeluk Anita.


"Tentu saja aku merindukan mu." ucap Hanna melapas pelukannya.


"Selamat datang kembali Bu..." sapa Reno dan di angguki Anita.


"Hai Ren lama tidak berjumpa. Ayo kita masuk bengobrol di dalam saja, tidak enek disini." ucap Anita.


"Baik lah ayo." ucap Hanna.


Mereka pergi menuju ruangan Anita. Setelah sampai mereka duduk di sofa di ruang kerja Anita.


"Bagaimana keadaan kantor saat saya tidak ada Ren ?" ucap Anita.


"Semua berjalan lancar Bu, untung ada ibu Hanna yang membantu saya di kantor." ucap Reno

__ADS_1


"Kamu membantu Reno di kantor?" tanya Anita kepada Hanna.


"Ya... Aku tidak tega membiarkan dia bekerja sendirian." ucap Hanna


"Terimakasih Han, kau memang teman terbaikku." ucap Anita memeluk Hanna.


"Hei...Kau itu sudah aku anggap sebagai keluarga ku. Aku akan membantu mu jika aku bisa. Aku tahu kau tidak akan mungkin mengurus nya dengan keadaan mu saat itu. Lagian ini juga Papa yang meminta untuk membantu mu." ucap Hanna


"Terimakasih han. Dan disini aku minta maaf karena aku kau dan Aditya...." ucap Anita tidak melanjutkan bicaranya.


"Hei sudahlah, lagian aku tidak ingin dengan Aditya." ucap Hanna terlihat sedih.


"Maksud mu?" ucap Anita.


"Aku mencintai laki laki lain." ucap Hanna.


"Benarkah, siapa?" Tanya Anita.


"Dia Albert sayang." ucap Aditya.


"Albert..." ucap Anita.


"Ya..." ucap Aditya.


"Jadi kamu menyukai Albert. Terus gimana sekarang, Apakah kalian sudah menjadi kekasih?" ucap Anita.


"Dia menolak ku, Padahal aku selalu berusaha mendekatinya. Tapi dia selalu dan selalu menolak ku." ucap Hanna.


Melihat Hanna yang terlihat sedih, Anita sungguh kasihan. Ia peluk tubuh yang sedang rapuh itu. Anita melihat kepada Aditya dengan tatapan agar membantu Hanna mendapatkan Albert.


Aditya hanya mengangguk karena tidak ingin membuat Anita kecewa kepada nya. Untuk urusan mau tidak nya Albert itu urusan belakang yang penting Anita tidak marah.


Fikirnya jika dia tidak menuruti permintaan istrinya, bisa bisa dia akan tidur di luar kamar dan tidak akan mendapat jatah malam selama sebulan.


Kan bisa kasihan si adik Aditya jika tidak dapat jatah

__ADS_1


Selamat membaca.


jangan lupa like and komen.


__ADS_2