
Albert kembali masuk keruangan Aditya.
"Bagaimana, apakah kau menemukan dimana Anita?" tanya Aditya
"Masih dicari kita tunggu kabar dari teman ku." ucap Albert.
"Baiklah. Semoga tidak terjadi sesuatu dengan Anita dan anak ku." ucap Aditya khawatir.
"Ya semoga saja, kita berdoa saja." ucap Albert.
Lama mereka menunggu kabar dari teman Albert, akhirnya teman Albert memberitahukan dimana Anita berada sekarang.
Aditya dan Albert dan beberapa orang kepercayaan Aditya bergegas pergi ketempat dimana Anita berada sekarang ini.
*********
Sedangkan di kediaman Dion.
"Mau apa kau, menjauh dari ku." ucap Anita sambil melangkah mundur.
Namun Dion tidak menghiraukan ucapan Anita, Dion tetap maju mendekati tubuh Anita.
Tubuh Anita bergetar merasa takut.
"Jangan mendekat." ucap Anita meninggikan suara nya.
"Kenapa sayang? Bukankah kamu sangat menyukai ku jika aku mendekati mu." ucap Dion.
"Tidak .... Aku mohon menjauh lah dari ku. Aku tidak mengenalmu Tuan." ucap Anita mentok dan terjatuh di atas kasur.
"Tidak mengenal ku? Em... sepertinya kamu harus mengingat diri ku Anita." ucap Dion mendorong tubuh Anita terlentang.
"Pergi dari tubuh ku." ucap Anita memberontak.
__ADS_1
"Tidak akan. Aku akan membuat mu mengingat ku dengan sentuhan yang akan ku berikan." ucap Dion mendekatkan wajahnya.
"Jangan sentuh aku." ucap Anita menampar pipi Dion.
Plaaak....
"Kau berani menampar ku?" ucap Dion mencekik leher Anita.
"Le..lepas..kan ....a..ku..." ucap Anita.
"Beraninya kau menamparku, kamu sudah bosan hidup? Jika memang sudah bosan hidup aku akan menghukum mu terlebih dahulu setelah itu aku akan membunuh mu.." ucap Dion dan langsung mencium bibir Anita dengan kasar.
Emm....emmm... Anita mencoba menolak.
Dion mencekram kedua tangan Anita di atas kepala, sehingga membuat Anita tidak mengganggu aktifitasnya.
Dion melepaskan pungutannya.
"Cuuiiih.....Aku sangat jijik dengan mu. Aku lebih mencintai suami ku dari pada bajing@n luknut seperti mu." ucap Anita marah dan meluda*i wajah Dion.
Dion mengusap wajah nya dan melanjutkan aksinya menyusuri leher Anita.
"Lihatlah aku akan melakukan nya dengan mu, akan ku berikan banyak tanda di tubuh mu agar suami mu itu jijik dengan tubuh mu." ucap Dion.
"Lepas...lepaskan aku. Apa salah ku Tuan sehingga engkau melakukan hal ini dengan ku." ucap Anita menangis.
"Cup..cup..cup...sayang kenapa kamu malah menangis." ucap Dion mengusap airmata Anita di pipi.
Anita membuang muka saat Dion menyentuh pipinya.
"Kenapa? apa kau merasa jijik aku menyentuh mu?" ucap Dion.
"Aku bahkan ingin menyentuh semuanya agar kau menjadi milik ku lagi." ucapnya lagi.
__ADS_1
"Aku tidak akan sudi dengan mu, Jika pun aku pernah memiliki hubungan dengan mu. Aku bersyukur karena aku sekarang bukan milik mu." ucap Anita.
"Tapi sekarang kau akan menjadi milik ku sayang." ucap Dion.
"Berhentilah memanggil ku dengan sebutan itu. Aku sangat jijik mendengarnya." ucap Anita.
"Ha... Ha... Ha... Ternyata kau sekarang sangat keras kepala, tidak seperti dulu." ucap Dion.
Sedangkan di tempat lain.
Aditya sangat panik tentang keadaan istrinya. Aditya terus mengoceh agar mempercepat mobilnya.
"Kenapa kau lamban sekali. Apa kau tidak tahu istri ku sedang bahaya." ucap Aditya marah kepada anak buahnya.
"Maaf tuan jika kita terlalu cepat kita akan melanggar lalu lintas." ucap anak buah Aditya.
"Sudah lah Dit, tenanglah. Apa yang di katakannya itu juga benar, kita juga harus mematuhi lalu lintas. Jika kita tertangkap oleh polisi karena ngebut ngebutan di jalan, kita malah tidak akan bisa menyelamatkan Anita." ucap Albert.
Aditya pun berfikir apa yang di ucapkan Albert ada benarnya juga.
"Tapi aku tidak ingin terjdi sesuatu dengan Anita Al. Kamu tahu sendiri aniyta sekarang sedang hamil, aku takut terjadi sesuatu dengan mereka berdua." ucap Aditya sedih.
"Tenang lah Anita pasti baik baik saja." ucap Albert menepuk nepuk punggung Aditya.
.
.
.
.
Selamat membaca.
__ADS_1