Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 59


__ADS_3

"Mami...." panggil Vino.


Anita yang mendengar suara putra nya langsung berlari pelan menuju Vino dan langsung memeluknya.


"Sayang kamu dari mana? Mami sangat mengkhawatir mu" ucap Anita memeluk.


"Vino tadi pergi bersama Om disana." ucap vino menunjuk arah. "Dia membelikan Vino mainan ini." ucap Vino menunjukkan sebuah mainan.


"Dimana om itu?" tanya Anita melihat sekeliling.


"Om itu sudah pergi Mi." ucap Vino.


"Baiklah, besok besok lagi jangan pernah mau ikut dengan orang yang tak di kenal. Kita tidak tau apakah orang itu berniat baik atau tidak. Kamu ngerti kan sayang." ucap Anita mengelus rambut vino." Mami sungguh khawatir dengan mu." lanjutnya.


"Vino ngerti Mi." ucap Vino.


"Baiklah, sekarang ayo kita pulang." ucap Anita dan di angguki Vino.


Anita dan Vino berjalan menuju mobil, dan masuk. Setelah itu pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan tak jauh dari sana sepasang mata sedang tersenyum melihat mereka berdua.


"Aku akan memiliki kalian lagi." ucapnya pergi meninggalkan tempat itu.


.


.


.


.


Sedangkan di kator.


"Kenapa Anita menanyakan keberadaan Vino?" ucap Aditya bingung. "Apakah terjadi sesuatu dengan nya." lanjutnya.


Aditya yang memiliki fikiran tidak tidak akhirnya menghubungi Anita.


Dreeet.....Dreeet... Dreeet....


Panggilan masuk ke hp Anita.


"Hallo sayang." jawab Anita agak lesu


"Sayang apa terjadi sesuatu? Kenapa tadi kamu menanyakan Vino pada ku?" tanya Aditya.


"Tidak terjadi apa apa. Hanya saja ku kira tadi Vino bersama mu. Karena saat sampai, Vino tidak ada di sana. Dan ternyata dia sedang bersama teman nya membeli makanan tak jauh dari sana." ucap Anita berbohong.


"Oh.... Syukurlah. Aku kira terjadi sesuatu dengan nya. Sayang apakah kamu sudah makan?" tanya Aditya.


"Belum?" Jawab Anita.


"Bagaimana kalau kita makan bersama. Aku akan menjemput mu sekarang." ucap Aditya.


Anita berfikir.

__ADS_1


"Sayang." panggil Aditya.


"Em.....ah iya baiklah." ucap Anita menyetujui.


"Aku akan langsung menjemput mu sekarang." ucap Aditya memutus sambungan.


Aditya pergi dari kantor untuk menjemput Anita. Aditya sungguh benar benar mencintai istrinya. Baginya Anita adalah segala nya untuk nya.


Sesampainya di rumah.


"Sayang." panggil Aditya berteriak.


"Tidak bisakah kau pelan kan suara mu. Ini di rumah bukan di hutan." ucap Anita menuruni tangga dengan hati hati.


Aditya yang melihat istrinya menuruni tangga dengan perut besar nya sungguh membuat sangat gemas. ingin sekali dia mengurungnya di kamar.


Aditya berjalan menghampiri Anita yang sudah sampai di lantai bawah.


"Sayang aku mencintaimu." ucap Aditya memeluk pinggang Anita dan mencium bibirnya singkat.


"Sudah lah ayo kita berangkat." ucap Anita.


Melihat Aditya yang seperti mencari sesuatu, Anita bertanya kepada nya.


"Kamu mencari siapa?" tanya Anita.


"Putra kita." jawab Aditya.


"Oo... Dia pergi bersama Mama tadi, kerumah teman katanya." ucap Anita.


Beberapa menit perjalanan. Mereka berdua akhirnya sampai di Restoran xx.


"Sayang kamu mau pesan apa?" tanya Aditya.


"Terserah diri mu saja. aku ikut dengan mu." ucap Anita.


"Baiklah." ucap Aditya.


Aditya memanggil seorang pelayan, memesan makanan kesukaannya dan istrinya. Setelah itu beberapa menit kemudian, pesanan mereka telah sampai.


"Makan lah yang banyak sayang, agar bayi kita sehat." ucap Aditya mengelus perut Anita.


"......." Anita tersenyum.


Saat mereka sedang makan, tiba tiba Jesika datang .


"Hai Dit." sapa Jesika tiba tiba mencium pipi Aditya.


Anita dan Aditya yang melihat sungguh kaget, karena tiba tiba Jesika ada di sampingnya, dan dengan berani nya mencium pipi Aditya.


Anita melihat dengan tatapan tidak suka.


"Apa apaan wanita ini, kenapa seenaknya saja mencium suami ku." ucap Anita dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Jesika dengan tidak tahu malunya ikut duduk bersama mereka berdua.


"Kalian makan siang disini juga, aku gabung ya." ucap Jesika sudah duduk di samping keduanya.


Aditya tidak menjawab, ia menatap wajah istrinya. Dilihatnya wajah istrinya sangat suram dsn menatapnya dengan tajam.


"Lebih baik diam, tidak usah menjawab." ucap Aditya dalam hati takut.


"Maaf Nona sepertinya kita tidak terlalu akrab. Dan ku rasa tempat disini masih banyak yang kosong." ucap Anita


"Benarkah? Tapi aku sangat akrab lo dengan suami mu. Benarkan Dit?" ucap Jesika. Namun Aditya sama sekali tidak ingin menjawab.


"Bukankah suami ku tidak menjawab Nona. Jadi lebih baik anda pergi dari sini." ucap Anita.


"Dit, kenapa istri mu sepertinya tidak menyukai ku. Aku kan hanya ingin mengakrabkan diriku dengan nya." ucap Jesika.


"Jesika pergilah, istriku sedang tidak ingin di ganggu." ucap Aditya


"Bukan kah kamu teman ku sekarang? Walaupun kamu dulu pernah menjadi tunangan ku, jangan seperti itu dong. Aku kan hanya ingin berteman dengan istri mu." ucap Jesika.


"Cih... teman! Sungguh pembohongan besar." batin Anita


Anita mendengar kata tunangan mengernyitkan alisnya.


"Tunangan? Oh.. jadi wanita ini adalah tunangan suami ku dulu." ucap Anita dalam hati.


"Apakah Nona pernah bertunangan dengan suami ku?" tanya Anita.


"Sayang." ucap Aditya menahan Anita berbicara.


"Diam." ucap Anita melotot.


Aditya yang mendengar bentakan kecil istrinya diam, takut bersuara apalagi saat melihat istrinya memelototinya


"Ya. Aku memang pernah bertunangan dengan suami mu." ucap Jesika.


"Jesika." ucap Aditya meninggikan suaranya.


Jesika tak menghiraukan ucapan Aditya, karena ini adalah kesempatan nya untuk membuat istri Aditya marah dan merasa cemburu..


.


.


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Selamat membaca

__ADS_1


jangan lupa like dan komen serta vote


__ADS_2