
Hari pun berganti Aditya tak henti hentinya terus mencari keberadaan istrinya. Apalagi saat mendengar Vino terus menanyakan keberadaan Mami nya, hal itu membuat Aditya bertambah pusing.
"Pi Mami kemana? Kenapa Mami tidak pulang ?" tanya vino
Aditya yang mendengar putra nya menakan Anita meneteskan air matanya dan langsung memeluk Vino.
"Papi sedang mencari Mami sayang. Doakan Papi semoga Papi cepat bisa menemukan Mami." ucap Aditya sedih.
Aditya sangat tersiksa karena sampai beberapa hari ini ia tidak dapat menemukan Anita. Ia juga belum mendapatkan kabar dari anak buahnya yang mencari keberadaan Anita.
"Sayang kamu dimana? Aku dan Vino sangat merindukan mu. Apakah kamu baik baik saja disana?" ucap Aditya dalam hati.
Ditempat Anita berada.
Setelah kejadian Anita di sentuh oleh Dion. Anita di bawa pergi oleh Dion ke suatu negara tepatnya di China. Hari hari Anita hanya di kurung dan hanya sekali dua kali Dion akan datang melihat keadaan Anita.
Dion tidak lagi menyentuh Anita mengingat perut Anita yang sudah besar. Hanya sekali itu saja Dion menyentuh nya. Sebenarnya ia juga takut menyakiti Anita yang sedang hamil besar.
Berbeda hal nya dengan Jesika.
Jesika terus menerus mencoba mendekati Aditya lagi. Namun sialnya, Aditya selalu menghindar jika Jesika mendekatinya. Dan hal itu membuat Jesika sangat marah, Karena Aditya tidak mau menerima nya kembali. Jesika pun mengubah rencananya dan akan mengambil harta Aditya saja bagaimanapun cara nya.
Jesika memilik sebuah ide agar ia bisa masuk ke perusahaan Aditya. Ia pun menyamar menjadi wanita culun berkacamata dan melamar bekerja di kantor Aditya yang memang saat itu sedang mencari karyawan baru.
Jesika adalah wanita yang berpendidikan dan alhasil Jesika pun diterima bekerja di perusahaan Aditya.
__ADS_1
"Sudah 3 bulan aku berada di perusahaan nya, namun sampai sekarang aku belum melihat batang hidung aditya. Apakah dia masih sibuk mencari wanita jala*g itu." ucap jesika sendirian.
"Dasar bodoh, kalau kau mencarinya di negara ini sampai dunia terbalik pun kau tidak akan menemukannya. Ah..Tapi itu sangat menguntungkan ku karena dia sedang sibuk mencari wanita jala* g itu akhirnya aku bisa mengobrak abrik perusahaannya ha...ha...ha.." ucap Jesika sambil tertawa.
Jesika bekerja di bagian keuangan dan hal itu sungguh sangat menguntungkan Jesika untuk melancarkan aksinya. Jesika terus memanipulasi keuangan perusahaan sebanyak banyak nya mumpung Aditya dan Albert sibuk mencari Anita.
Kalau seperti ini bukankah Aditya itu bodoh.🤔🤔,
Aku pikir dia memang bodoh, sangat sangat bodoh.😠ðŸ˜
Setelah jesika banyak mengeruk uang perusahaan, Jesika pun mengundurkan diri dengan alasan kedua orang tua nya sedang sakit di kampung dan tidak ada yang mengurus nya. Hingga akhirnya Jesika berhasil mengundurkan diri di perusahaan itu setelah mendapatkan persetujuan.
Seminggu setelah Jesika mengundurkan diri, Sarah mengetahui ada yang tidak beres dengan perusahaan di bagian keuangan dan akhirnya ia menghubungi atasannya.
suara hp Albert bergetar.
"Ada apa?" tanya Albert di seberang televon.
"Tuan ada masalah di kantor." ucap Sarah.
"Apa yang terjadi ?" tanya Albert serius.
"Ada yang memanipulasi keuangan kantor dengan jumlah yang sangat besar , dan itu membuat keuangan perusahan kacau pak." ucap Sarah.
"Apa...!!! Bagaimana bisa? Apakah kamu tahu siapa pelakunya?" ucap Albert.
__ADS_1
"Kami masih menyelidikinya pak." ucap Sarah.
"Baiklah aku akan langsung kekantor sekarang." ucap Albert setelah itu mematikan sambungan televon nya.
Albert sungguh sangat pusing dengan masalah yang ada. Masalah satu belum selesai masalah lain datang lagi. Albert tidak bisa mengharapkan Aditya mengurus perusahaan saat ini. Karena semenjak Anita hilang Aditya seperti kehilangan separuh nyawanya, Ia hanya diam termenung di kamar sambil menatap fotonya bersama Anita.
Albert terus mengerahkan anak buahnya untuk tetap mencari keberadaan Anita dimana pun ia berada.
"Mau kemana al?" tanya Papa Antoni.
"Al mau ke perusahaan Pa, perusahaan sedang ada masalah." jelas Albert.
"Apakah perlu bantuan papa?" ucap Papa Antoni.
"Tidak usah Pa. Papa jaga saja Aditya, aku takut terjadi sesuatu dengan nya jika tidak ada yang mengawasinya." ucap Albert.
"Baiklah, jika kamu butuh bantuan hubungi Papa." ucap papa antoni.
"Baik pa, Albert berangkat dulu." pamit Albert.
Albert pun pergi dari rumah menuju kantor dengan mengendarai mobil Sport nya.
Selamat membaca
jangan pula like anda komen.
__ADS_1