Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 86.


__ADS_3

Aditya dan Albert pergi ke gereja. Setelah sampai Aditya dan Albert turun dan berjalan masuk.


Aditya di sambut oleh Anita.


"Sayang kenapa lama sekali." ucap Anita.


"Aku menunggu Albert bersiap sayang." ucap Aditya.


"Em..baiklah. Mana Albert?" tanya Anita yang tidak melihat Albert.


Aditya menengok ke belakang dan memang tidak mendapati Albert di belakangnya.


"Tadi dia bersama ku sayang, Kemana perginya." ucap Aditya. " Apakah masih lama acaranya?" Tanya Aditya.


"Sebentar lagi." ucap Anita.


"Baiklah, Aku cari Albert dulu." ucap Aditya.


"Em..Aku tunggu disini." ucap Anita.


Aditya pergi mencari Albert kesana kemari.


"Kemana dia, kenapa pake acara menghilang segala." gerutu Aditya.


Aditya terus berjalan mencari keberadaan Albert. Cukup lama Aditya mencari akhirnya ia menemukan Albert sedang duduk di kursi tepat di bawah pohon, memandang langit memikirkan sesuatu.


"Ternyata kau disini, kenapa main ngilang saja." ucap Aditya


"Aku malas masuk Al, tidak kuat." ucap Albert.

__ADS_1


"Biarkan aku disini, aku ingin menyendiri." ucap nya lagi.


"Hah...Sudah lah jangan berlarut larut dalam kesedihan. Aku tahu apa yang kamu rasakan, kau harus kuat menerima kenyataan ini. Aku yakin kamu pasti bisa. Ayo kita masuk tidak enak dengan om Adi." ucap Aditya.


Dengan langkah gontai Albert mengikuti Aditya dengan wajah tidak bersemangat.


Acara pun telah di mulai, Namun mempelai pria yang di tunggu tunggu belum juga datang. Sedangkan Hanna sudah berada di Altar menunggu mempelai pria.


Albert diam duduk di kursi sambil memerhatikan Hanna yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun warna putih yang melekat di tubuhnya.


"Kau sungguh cantik Han, ingin rasanya aku berjalan menghampiri mu dan menikahi mu. Tapi apalah daya ku yang tidak kau inginkan." ucap Albert menunduk dan meneteskan Air mata.


Hari ini Albert terlihat sangat rapuh, Hati nya hancur. Suara ramai terdengar di telinga Albert. Albert mengangkat kepalanya mencari penyebab riuh di ruangan itu.


Di lihatnya Reno berjalan menuju Altar menemui Hanna dengan senyum manis nya. Begitu pun Hanna membalas senyuman Reno.


Albert yang melihat mengepalkan tangan nya, menahan sakit di hatinya melihat wanita yang di cintai nya sedang berada di altar bersama laki laki lain


Aditya dan Anita yang melihat Albert hanya saling pandang.


Di altar.


"Apakah kalian sudah siap?" tanya pendeta.


Albert yang duduk di kursi menutup telinga tidak ingin mendengar sumpah janji mereka berdua.


"Bisa tunggu sebentar." ucap Reno.


"Ada apa?" Tanya pendeta.

__ADS_1


"Saya menunggu pengantin pria nya." ucap Reno pelan.


"....." pendeta bingung. " Bukankah anda pengantin pria nya?" tanya Pendeta.


"Ya..tapi sekarang bukan." ucap Reno.


"Maksudnya?" pendeta sungguh bingung dengan keadaan ini.


Reno tidak menjawab, ia memberi tanda kepada Aditya agar membawa seseorang naik ke altar.


"Al...." panggil Aditya.


"Em...." ucap Albert malas.


"Ayo kita ke depan. Hanna ingin kau ada di dekatnya saat dia menikah dengan Reno." ucap Aditya.


"Apa!!! Apa kau gila? Tidak... aku tidak mau." Tolak Albert.


Anita dan Mama Laras juga membujuk Albert untuk menemani Hanna.


"Kalian semua." geram albert. "Kalian sama sekali tidak memikirkan perasaan ku. Apakah kalian ingin melihat diri ku mati menyaksikan Hanna menikah dengan Reno di atas sana?" ucap Albert kesal.


"Ayolah sayang, Mama tahu kamu mencintai Hanna. Tapi bukankah cinta tak harus memiliki. Kau ingin melihat Hanna bahagia kan? Mungkin dengan diri mu menyaksikan pernikahan nya bisa membuat nya bahagia." ucap Mama laras membujuk Albert.


Selamat membaca.


Maaf hari ini sinyal tidak ada.


Jadi baru bisa sekarang Update nya.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2