Cinta CEO Untuk Sang Janda

Cinta CEO Untuk Sang Janda
BAB 69


__ADS_3

Sudah tiga bulan Anita bersama Dion. Anita sudah melahirkan seorang Putri yang sangat cantik dan di beri nama Kayla.


Kayla di asuh seorang wanita paruh baya bernama ibu An. Sedangkan Anita saat ini menjadi lebih pendiam setelah melahirkan putri nya


"Nyonya." panggil ibu An


Anita diam tidak menyahut.


"Nyonya Nona Kayla sepertinya sangat haus." ucap ibu An


Anita tetap tidak menyahut ia hanyut dalam lamunan nya sehingga tidak mendengar panggilan ibu An.


Namun tiba tiba pendengaran Anita mendengar suara bayi yang menangis.


Oooee...Oooee...


Suara tangis Kayla.


Anita yang mendengar langsung melihat ke arah Kayla yang sedang menangis dalam gendongan ibu An.


"Sayang, putri ku" ucap Anita.


Anita melihat ke arah ibu An.


"Apakah bibi sudah dari tadi disini?" tanya Anita.


"Benar Nyonya, saya memanggil Nyonya agar menyusui Nona Kayla, tapi anda sama sekali tidak mendengar panggilan saya." jawab Ibu An.


"Ah.... Maaf kan aku." ucap Anita. "Apakah dia haus?"


"Sepertinya ia Nyonya, Nona Kayla sejak tadi menangis." ucap Ibu An.


"Berikan pada ku." ucap Anita.


Ibu An memberikan Kayla kepada Anita. Anita menggendong tubuh kecil mungil itu dengan sangat hati hati.


Tiba tiba saat melihat kayla Anita menangis.


"Maafkan Mami." ucap Anita memeluk dan mencium pipi gembul Kayla dengan sayang.


Anita akhirnya menyusui Kayla, dan dengan rakusnya Kayla menyusu dan membuat Anita meringis sambil mengelus lembut kepala Kayla.

__ADS_1


"Maafkan Mami sayang, entah kapan kita akan bisa bertemu dengan Papi mu." ucap Anita menangis.


Setelah merasa kenyang Kayla berhenti menyusu dan tidur dalam pelukan Anita. Anita terus menatap wajah mungil dan menciuminya dengan gemas.


Berbeda dengan Aditya yang sudah seperti orang tidak ter urus. Albert terus membujuk Aditya untuk bangkit namun hasilnya tetap sama.


Albert di buat pusing dengan keadaan saat ini. Perusahaan yang di ambang kebangkrutan dan hanya dia lah yang bisa di andalkan saat ini.


Di kantor.


"Ikut aku keruangan ku." ucap Albert kepada Sarah


"Baik tuan." ucap Sarah.


Sarah mengikuti Albert ke ruangan nya untuk membahas tentang masalah keuangan perusahaan.


"Bagaimana bisa terjadi? Apakah kamu sudah menemukan orang nya ?" tanya Albert.


"Dari laporan yang saya terima ada seorang wanita yang beberapa bulan ini bekerja di bagian keuangan, dan wanita ini lah yang mengurus semua data keuangan kantor. Namun saat saya tanya tentang wanita ini, ternyata wanita itu sudah mengundurkan diri satu minggu yang lalu pak." ucap Sarah.


"Siapa namanya ?" tanya Albert.


Albert mengambil data wanita yang bernama Sintia dan membacanya.


Sekelebat Albert merasa pernah melihat wajah wanita itu.


"Apakah data ini asli?" tanya Albert.


"Saya mendapatkan data itu dari bagian HRD pak." ucap Sarah.


Albert terus meperhatikan wajah wanita yang ada di foto dalam kertas itu.


"Kenapa wajah wanita ini mirip dengan Jesika?" gumam Albert.


"Apakah nama wanita ini benar benar Sintia?" tanya Albert.


"Benar pak." ucap Sarah.


"Baiklah, keluarlah." ucap Albert masih mengamati data bernama Sintia.


Sarah pergi meninggalkan Albert di ruangan itu. Setelah Sarah pergi Albert mengambil hp nya dan mengghubungi rekannya untuk meminta bantuan.

__ADS_1


"Bisakah kamu mencari data seorang wanita bernama Sintia, nanti aku kirim lewat email." ucap Albert.


"Baiklah..." ucap laki laki di seberang televon.


"Aku butuh cepat." ucap Albert.


"Em...Tapi jangan lupa hadiah nya" ucap laki laki di sana.


Kau tenang saja." ucap Albert


Setelah meminta bantuan kepada rekan nya, Albert kembali mengerjakan tugasnya sambil menunggu informasi tentang Sintia.


Saat masih sibuk pintu ruangannya diketuk dari luar.


"Masuklah." ucap Albert.


"Maaf pak mengganggu waktu anda." ucap Sarah.


"Tidak apa apa masuklah." ucap Albert.


Sarah masuk keruangan albert dan duduk di kursi tepat di hadapan Albert.


"Ada apa?" ucap Albert.


"Maaf pak, tadi saya mendapatkan laporan bahwa semua perusahaan yang menanam saham di perusahaan kita menarik saham mereka kembali. Jika itu benar benar terjadi bukankah perusahaan kita benar benar akan di ambang kebangkrutan pak." ucap Sarah.


Albert diam, memikirkan sesuatu.


"Kenapa bisa jadi seperti ini. Apa yang harus ku lakukan." ucap Albert dalam hati.


"Sarah aku ingin mengatur jadwalku dengan mereka tolong kamu aturkan jadwal nya." ucap Albert.


"Baik pak." ucap Sarah.


Setelah mengatur jadwal pertemuan kepada pemegang saham di perusahaan. Albert akhirnya menemui satu persatu dari mereka. Namun hasil nya tetap nihil, mereka tetap bersikukuh menarik kembali saham mereka karena mereka tahu perusahan Dg Group sedang di ambang kebangktutan.


Selamat membaca


Jangan lupa like and komen nya.


.

__ADS_1


__ADS_2