
sungguh pertemuan yang sangat membuat albert dan aditya kaget karena Jesika ada di depannya.
"kamu di sini." tanya Aditya.
"em ya..aku sudah seminggu ada di negara ini." ucap Jesika senang
"em maaf kan aku karena membuat mu jatuh." ucap Aditya meminta maaf.
"eh ini bukan salah mu aku yang jalan tidak melihat malah asyik bermain hp, maafkan aku." ucap Jesika.
"bagai mana kabar mu sudah lama aku tidak melihat mu." ucap Jesika basa basi.
"aku baik baik saja. dan...diri mu sendiri." tanya Aditya.
"yah.. seperti yang kau lihat..aku pun sama." ucap Jesika memperlihatkan senyum manis nya.
Albert memandang wajah Aditya mencari sesuatu di raut wajah nya ternyata Aditya hanya biasa saja setelah melihat jesika. tidak ada rasa cinta dari sorot matanya. ya ..Aditya memang tidak ingin mengingat tentang cinta nya dulu kepada Jesika setelah mengenal Anita baginya jesika adalah masa lalu sedangkan Anita adalah masa depan nya, apalagi sekarang Anita sedang mengandung benih cinta mereka. baginya Anita adalah segalanya.
"maaf Jesika kami sedang ada suatu urusan. jadi kami pamit dulu ya." ucap Albert mencari alasan dan menarik tangan Aditya.
"maaf Jesika kami pergi dulu." ucap Aditya pergi.
"ya." ucap Jesika.
setelah melihat mereka berdua masuk ke mobil dan pergi meninggal kan nya Jesika tersenyum.
"aku akan mendapat kan mu kembali Aditya. kau hanya akan menjadi milik ku....milik ku" ucap jesika pergi meninggal kan tempat itu.
sedang kan Albert dan Aditya keluar dari mobil setelah sampai namun Albert manarik kembali tangan aditya menyeret hingga masuk kesebuah restoran.
"lepasin ...kenapa kau terus menarik ku. " ucap Aditya kesal karena banyak orang yang memperhatikan nya bergandengan dengan Albert.
"kenapa..?" ucap Albert nampak bodoh.
__ADS_1
"lihat lah mereka semua memperhatikan kita." ucap Aditya menunjuk pengunjung
Albert melihat para pengunjung restoran yang sedang menatap mereka berdua. Albert pun melihat tangan nya yang sedang menggenggam tangan aditya...setelah melihat langsung di hempas kan nya tangan Aditya.
"aku tidak tahu." ucap Albert duduk di kursi.
"ada apa dengan mu kenapa kau terus terusan menarik ku, tadi saat bersama Jesika kau menarik ku, keluar dari mobil kau menarik ku lagi. ." ucap Aditya kesal dan menghempas kan tubuh nya di kursi.
"aku hanya tidak ingin melihat mu mengobrol lama dengan Jesika tadi." ucap Albert
"kenapa." tanya aditya.
"kau bilang kenapa ....!! aku takut kau tertarik lagi dengan Jesika, makanya aku menarik mu pergi dari sana ." ucap Albert.
"aku sama sekali tidak tertarik dengannya." ucap Albert.
"benar kah kau sudah tidak tertarik dan melupakan sepenuh nya." tanya Albert.
"awas saja kau.. jika sampai aku tahu kau menyakiti Anita dan yang lainnya, aku orang pertama yang akan menghajar mu." ancam Albert.
"mana mungkin aku menyakiti anita. dia adalah cinta ku aku saja tidak tega melihatnya menangis." ucap Aditya.
"aku pegang janji mu." ucap Albert.
karena mereka berdua sudah sangat lapar mereka akhirnya memesan makanan untuk mereka berdua.
.
.
.
sore hari di kediaman keluarga antoni seorang wanita dengan perut besar nya sedang menemani putra nya bermain.
__ADS_1
"sayang awas nanti jatuh." ucap Anita mengingatkan vino yang sedang bermain bola bersama pak aji.
"mami tenang saja Vino sudah besal kok." ucap Alvino sambil berteriak.
"biarkan saja anita. biarkan vino bermain sepuasnya. itu akan sangat bagus untuk perkembangan nya di usia nya saat ini.." ucap mama Laras yang tiba tiba muncul dan duduk di samping Anita sambil melihat cucunya.
ya ma. tapi aku hanya khawatir kalau sampai ia terjatuh dan terluka." ucap Anita dan mama Laras hanya tersenyum mendengar ucapan Anita.
"den kecil sudah yah...hah..hah...hah..pak aji sudah capek." ucap pak aji sambil mengelap keringat nya di dahinya.
"ah pak aji payah deh tidak seperti papi." ucap Alvino.
"pak aji kan sudah tua den kecil. kalau papi den kecil kan masih muda kuat beda sama pak aji yang sudah tua lemah dan sering sakit pinggang ini." ucap pak aji sambil memegang pinggang nya .
"sayang sudah sini kasian pak aji dia sudah capek." ucap Anita lembut.
"tapi vino masih ingin belmain mi." ucap vino.
"ya besok lagi kan bisa, sekarang sudah ya. vino harus mandi biar wangi. papi pasti akan marah kalau lihat vino belum mandi." ucap Anita.
"benar sayang bagaimana kalau Oma yang mandiin vino." tanya mama Laras.
"apa kah boleh mi." tanya vino.
"boleh sayang pergilah dengan Oma." ucap Anita.
"baiklah mi." ucap vino.
"ayo oma..Oma harus mandiin vino yang belsih ya. soalnya kalau tidak belsih dan masih bau vino akan di malah papi." ucap Alvino.
selamat membaca 🤗🤗
jangan lupa like and komen 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1