Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
Dengan Cara Merebut Istri Orang?


__ADS_3

"Nona," panggil Al dan Rerena langsung menoleh, menatap Al. "Lebih baik anda tinggalkan tuan muda. Bukankah anda adalah wanita bersuami? Tidak baik seorang wanita bersuami tinggal bersama dengan pria yang tidak memiliki hubungan. Mungkin bagi anda itu tidak masalah, tapi bagi keluarga Tonson itu adalah hal yang memalukan karena ini menyangkut tentang reputasi keluarga," jelas Al dan langsung pergi meninggalkan Rerena yang diam.


.


.


Rerena yang mendengar apa yang di katakan Al mengepalkan tangan, benar apa yang di katakan Asisten Al. Ia adalah seorang wanita bersuami, tapi malah tinggal bersama dengan pria lain yang bukan suaminya. Tapi Rerena tidak bisa mengikuti suaminya karena hanya akan membuatnya hati dan tubuhnya menderita.


"Apa yang harus ku lakukan? Keluarga Haidar sepertinya tidak menyukai ku, tapi jika bukan Haidar siapa lagi yang akan menolong ku?"


Rerena begitu frustasi, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, bingung apa yang harus ia lakukan.


Tes...


Air matanya menetes. Apakah ia harus pergi? Tapi jika dirinya pergi, mau kemana lagi ia? Dan jika anak buah Nile tahu, pasti mereka akan menangkapnya lagi.


"Apa yang harus ku lakukan?" gumamnya bingung. Namun kebingungan itu sekejap hilang saat seseorang menghubunginya, Haidar.


"Haidar," seru Rerena di telepon.


"Kamu harus tetap di rumah, jangan pergi kemana-mana. Jika sampai aku pulang dan kamu tidak ada di rumah aku akan marah dengan mu. Jangan berpikir untuk pergi daeinku, karena aku tidak mengizinkannya," ucap Haidar membuat air mata Rerena kembali menetes Ia mengusap dan mengangguk, menuruti perintah Haidar, karena bagaimana pun hanya Haidar yang ia miliki saat ini.


"Untuk masalah keluarga ku, kamu tidak perlu memikirkannya, aku yang akan mengurusnya," Lagi-lagi rerena mengangguk, percaya. "Aku tutup dulu, kaga diri mu," dan panggilan pun berakhir.


Setelah mendengar apa yang di katakan Haidar, Rerena merasa lega, ia tidak akan meninggalkan Haidar apapun yang terjadi, walaupun keluarga Haidar menentangnnya nanti.


.


.


Di tempat kediaman Tanson, Haidar duduk saling berhadapan dengan Tuan Jhon yang menatapnya dengan tajam. Ia tidak habis pikir sebenarnya apa yang di pikirkan putranya ini? Kepalanya terasa berdenyut memikirkan apa yang terjadi nantinya.


Hah....


Ia menghela nafas dengan berat.


"Apa kau tahu kenapa Ayah memanggil mu?"


"Apa ini karena Rerena?" tanya Haidar balik.


"Jauhi dia!" perintah Tuan Jhon tidak ingin terlibat dengan keluarga Alvarendra.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak akan menjauhi atau melepaskan nya," jawab Haidar kukuh dengan keinginannya yang akan mempertahankan Rerena di sisinya.


Brak....


Mendengar anaknya menolak perintahnya, Tuan Jhon marah, matanya menatap tajam, dengan rahang mengeras.


"Apa kau tahu akan konsekuensinya jika kau berselisih dengan keluarga Alvarendra? Jangan hanya karena seorang wanita yang tidak jelas, kau melibatkan keluarga mu Haidar!" Geram Tuan Jhon dengan suara meninggi. Bahkan istri pertamanya pun sampai mendengar suara marah suaminya.


"Apa yang terjadi?" gumam Kania, istri sah Jhon Tanson menatap ruangan dimana suaminya dan putra tirinya berada.


Haidar yang melihat kemarahan ayahnya, hanya menatap dengan diam dan dingin. Kenapa ayahnya selalu melarang nya memilih pilihannya sendiri? Kenapa dirinya tidak bisa memilih dan hanya di perolehan menurut atas pilihan ayahnya ini.


"Aku tidak akan melibatkan keluarga Tanson, aku yang akan menanggungnya sendiri. Jadi jangan larang aku untuk bersama dengan nya!" jawab Haidar taj mau kalah.


"Dasar anak kurang ajar! Beraninya kau membantah ayah mu!"


"Aku tidak bermaksud membantah ayah, hanya saja aku ingin memilih pilihan ku sendiri,"


"Apa dengan cara merebut istri orang?"


"Jika itu yang harus di lakukan, akan ku lakukan. Aku mencintainya dan sampai kapan pun aku tidak akan melepaskannya, walaupun lawan ku adalah Nile Alvarendra," jawab Haidar dan pergi meninggalkan Tuan Jhon. Ia tidak ingin berlama-lama dengan ayahnya, takut kemarahannya meledak dan menyakiti perasaan ayahnya. Tapi secara tidak langsung apa yang di katakan nya barusan sudah menyakiti dan membuat Tuan Jhon marah.


"Kenapa dia keras kepala sekali?"


Cklek...


Pintu di buka, terlihat Kania masuk dan berjalan mendekat. Ia tahu Haidar telah pergi dan sudah di pastikan ayah dan anak itu pastilah bertengkar.


"Apa yang terjadi? Barusan aku berpapasan dengan Haidar, tapi wajahnya terlihat kesal. Apa kalian berantem?" ucap Kania lembut.


Kania adalah wanita yang lembut dan sabar. Ia tidak mempermasalahkan tentang Haidar, walaupun Haidar bukanlah anak kandungnya, Ia tidak marah, karena suaminya mendua mungkin juga karena kesalahannya yang tidak bisa memiliki keturunan. Ia menerima Haidar dengan baik, hanya saja Haidar tidak mau dekat dengannya, mungkin karena ia malu ibunya merebut suami orang.


"Anak itu sungguh keras kepala?" kesal Jhon.


"Bicaralah baik-baik dengannya, jangan dengan emosi,"


Tuan Jhon menatap istrinya, "Bagaimana aku tidak emosi, anak itu membantah perintah ku dan melawan ku!" kesalnya lagi, apalagi saat memikirkan setelah nya. Ia takut keluarga Tanson akan rata hanya karena ulah putranya.


Kania hanya diam, ia tidak bisa membantu. Jika dirinya mencoba berbicara, Haidar pasti tidak akan mengubrisnya.


.

__ADS_1


.


Semua hal yang terjadi antara Nile dan Haidar di ketahui oleh Davin, ia tersenyum menyeringai. Sungguh pertunjukan yang bagus. Tuan Jhon tidak merestui hubungan Haidar, dan sudah di pastikan Haidar akan tetap bersikukuh menahan Rerena bersama nya, dan itu semakin membuat Nile akan menghancurkan Haidar.


"Hmmm...Semakin menarik." gumamnya senang.


.


.


Di tahanan, Arkana datang seorang diri menemui Nile. Ia membawa sebuah berkas di tangannya untuk meminta tandangan kesaksian bahwa dirinya tidak melakukan kekerasan tersebut. Dan tanpa curiga, Nile menandatangani nya, percaya dengan pengacaranya, tanpa melihat isi dari berkas tersebut.


"Terimakasih tuan. Saya yakin anda akan segera bebas,"


"Hm...oh, ya apa kau tahu bagaimana Haidar dan wanita ku?"


"Mereka masih tinggal bersama tuan,"


Brak...


"Badjingan itu beraninya dia mengambil milik ku, tidak akan ku biarkan!" geramnya marah.


.


.


Satu minggu kemudian. Proses hukum yang di lakukan Nile kini telah selesai dan Nile di bebaskan karena adanya orang yang menjamin, Taksa Alvarendra yang menyuap pihak kepolisian untuk membebaskan putranya.


Nile begitu senang karena akhirnya dirinya bebas. Ia tidak sabar untuk memberi pelajaran pada Haidar dan mengambil miliknya kembali.


"Tunggu aku Haidar, akan ku cincing dan ku robek tubuh mu karena berani melawan ku!"


Nile benar-benar tidak sabar untuk mencincang tubuh Haidar. Memberi pelajaran karena juga berani melaporkannya.


Kebebasan Nile tidak di ketahui oleh Haidar, tapi di ketahui oleh Davin. Membuatnya ingin segera menjalankan rencana dan mengambil hati dan membuat nyaman Rerena bersamanya.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2