
Davin, Varo dan Rio yang melihat saling pandang, mereka semakin curiga dengan wanita tersebut. Apalagi saat melihat wanita itu muncul kembali dengan pakaian yang berbeda, menggunakan jas putih kebesaran seorang Dokter. Dan apa yang mereka lihat semakin membuat kecurigaannya semakin benar, bahwa ada keanehan dengan wanita tersebut.
.
.
"Apa kalian tidak merasa wanita ini aneh?"
"Benar Bos, wanita ini sangat aneh," Jawab Varo dan di angguki Rio.
"Pantau rekaman yang lainnya. Aku ingin melihat apa siapa Dokter ini?"
Rio memutar rekaman lainnya. Di lihatnya wanita berjas putih itu masuk kedalam ruangan dan tak lama seorang wanita berpakaian suster juga masuk dan setelah itu mereka pergi bersama, ternyata ruangan Rerena di rawat.
Anak buahnya melakukan tugas yang baik, memeriksa mereka berdua. Dan di lihatnya tidak ada yang mencurigakan, setelah itu melakukan seperti yang di lihat rekaman sebelumnya.
"Apa kau tahu itu ruangan Dokter siapa?"
"Akan saya cari Bos, ruangan Dokter siapa itu."
Dan tak butuh waktu lama, Rio pun menemukan siapa pemilik ruangan tersebut.
"Dokter Alesa,"
"Dokter Alesa?" Davin diam, entah apa yang di pikirkanya, hanya dia dan Tuhan yang tahu. "Var, hubungi seorang Dokter yang disana untuk memeriksa Wanita ku. Entah kenapa aku merasa Dokter itu melakukan sesuatu pada wanita ku,"
"Baik tuan,"
Tanpa basa-basi, Varo pun menghubungi Dokter kenalan nya dan memintanya untuk memeriksa Rerena. Dokter yang di minta itu pun melakukan apa yang Varo minta, memeriksa keadaan Rerena dengan teliti.
Namun sepertinya tidak menemukan keanehan dan itu membuat Davin tidak puas.
"Perintahkan anak buah mu untuk mencari keberadaan Dokter Alesa. Tapi sebelum itu tanyakan dulu, apakah Dokter itu bertugas malam itu,"
Varo tidak banyak membantah, ia langsung menghubungi anak buahnya, untuk menanyakan dan mencari keberadaan Dokter Alesa. Dan seperti yang di perkirakan Davin, bahwa Dokter Alesa malam itu tidak bertugas. Dan itu benar-benar membuat rahang Davin mengeras dan marah.
"****** mana yang mencoba bermain dengan ku," Marahnya dengan nada mengerikan.
Rio dan Varo yang bersamanya sampai gemetar dan takut. Ia tahu Bosnya saat ini sedang marah, karena tahu Dokter itu pastilah Dokter gadungan.
"Selidiki siapa wanita itu,"
__ADS_1
"Baik Bos,"
Rio pun melakukan tugasnya, mencari siapa sebenarnya Dokter gadungan itu. Sedangkan Varo diminta untuk menghubungi beberapa Dokter dan memeriksa tubuh Rerena. Dacij yakin ada sesuatu yang di masukkan oleh Dokter itu dalam tubuh Rerena saat dirinya melihat Dokter itu menyuntikkan sesuatu ke dalam selang Infus.
Davin tidak akan mentolerir siapapun itu. Jika berani menyakiti Rerena maka bersiap untuk berhadapan dengannya.
"Akan ku cincang dan ku robek daging mu wanita sialan!"
Saat ini Davin benar-benar tidak bisa berpikir jernih, dia takut terjadi sesuatu dengan Rerena. Dan jika sampai dirinya kehilangan Rerena mungkin dia akan gila. Maka dari itu ia tidak ingin kehilangan Rerena, apapun yang terjadi akan ia lakukan.
.
.
Sesuai perintah Varo, Beberapa Dokter langsung melakukan tugasnya. Mengambil sampel darah untuk memeriksa apakah ada seuatu yang berbahaya masuk kedalam tubuh pasiennya. Namun semua itu membutuhkan waktu, membuat Davin benar-benar tidak sabar untuk mengetahui nya.
Sedangkan Dokter Alesa yang mengetahui menjadi takut. Dirinya yang tidak melakukan hal mencurigakan itu membela diri, menjelaskan semuanya bahwa dirinya bukanlah pelakunya.
Lewat panggilan Vidio, Dokter Alesa berhadapan dengan wajah Davin yang mengerikan, tatapannya tajam dan mengintimidasi.
"Tuan, sungguh itu bukan saya,"
Davin diam, tidak mengatakan satu patah kata pun. Sedangkan Dokter Alesa sudah berderai air mata, takut bercampur sedih. Takit mati di tangan pria mengerikan itu, pria yang di ketahuinya seorang yang memiliki kuasa besar.
Walaupun Davin tahu Dokter Alesa bukan pelakunya, tapi entah kenapa ia begitu marah. Karena status dokternya itulah membuat seseorang berani menyamarnya dan itu membuatnya kesal dengan Dokter rersebut.
"Aku akan mengampuni mu. Tapi kau harus merawat wanita ku hingga sembuh. Jika sampai wanita ku kenapa-napa, maka nyawa mu lah yang akan melayang."
Gleeek
Dokter Alesa menelan ludah. Dia tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini. Gara-gara Dokter gadungan yang menyamar menjadi dirinya, ia harus berurusan dengan pria mengerikan ini. Seorang pria yang menganggap nyawa seseorang adalah semut.
"Baik, baik tuan. Saya akan melakukannya," jawab Dokter Alesa cepat, tidak ingin Davin berubah pikiran dan membunuhnya.
Davin mengibaskan tangan, meminta Dokter Alesa pergi dari hadapannya. Dan setelah itu meminta Rio melalukan panggilan lain, panggilan yang di tujukan kepada beberapa Dokter lainnya memeriksa tubuh Rerena.
"Bagaimana?"
"Sepertinya ada suatu racun yang di masukkan dalam tubuh Nona Rerena tuan. Namun jenis racun itu belum di ketahui, kami masih harus menelitinya untuk lebih jelas. Takutnya jika kami memberikan obat yang tidak sesuai malah akan membahayakan keselamatannya,"
Dokter itu menjelaskan bahwa tubuh Rerena terdapat suatu racun. Davin yang mendengar mengepalkan tangannya dengan kuat, marah. Davin harus menemukan siapa pelakunya dan membunuhnya, dia tidak akan memaafkan walaupun tahu itu seorang wanita.
__ADS_1
"Cari sampai ketemu siapa wanita itu,. Apapun yang terjadi temukan dia." perintah Davin dengan suara menggelegar.
.
.
Di kediaman Nile Alvarendra, Nile bingung dengan informasi yang di katakan anak buahnya, tentang beberapa pria bertubuh kekar mengusir mereka dan mengalahkan mereka dengan mudah.
Nile berpikir keras, siapa mereka dan pihak dari mana mereka. Tidak mungkin Rerena memiliki bawahan seperti itu. Selama yang di ketahui Rerena tidak terlibat dengan siapapun selama ini selain dirinya dan Haidar.
"Sebenarnya siapa mereka?"
Nile terus berpikir, apalagi laporan anak buahnya mengatakan bahwa mereka bukanlah kelompok sembarangan.
"Selidiki siapa mereka?"
"Baik tuan,"
Nadira yang mendengar juga penasaran siapa orang yang memberikan penjagaan ketat terhadap wanita itu. Dan untuk menghilangkan rasa menasarannya, ia meminta seorang bawahannya yang selama ini mengikutinya untuk menyelidiki kelompok penjaga tersebut.
Namun baru saja menyelidiki, anak buah Nadira sudah tertanggap oleh anak buah Davin yang di sebar sekitar rumah sakit itu. Ya, semenjak Davin mengetahui ada yang ingin mencelakai wanitanya, banyak anak buahnya yang di perintah untuk berjaga dan memantau tempat itu. Dan bagi siapapun yang mencurigakan, maka mereka tidak segan untuk membunuhnya.
"Bos, kami menangkap seorang yang mencurigakan," lapor bawahan itu pada Varo lewat panggilan.
"Tanya siapa yang mengirimnya dan mau apa dia. Jika tidak menjawab bunuh saja,"
"Baik Bos."
"Lalu bagaimana dengan rekan kaliam yang di hukum karena tidak menjaga nona dengan baik. Apa mereka sudah menyesal atas kebodohan mereka?"
"Mereka sangat menyesal Bos. Mereka memohon dan mengaku salah karana tidak melindungi nona dengan baik. Oh ya Bos, menurut saya maafkan saja mereka Bos,"
"Kau pikir Tuan Bos mu yang itu akan memaafkan mereka? Karena kebodohan mereka kini Nona dalam bahaya. Dan aku yakin Bos akan membunuh mereka sekaligus. Jangan mengasihani mereka. Jika kau membela nya aku yakin nyawa mu juga akan ikut melayang bersama mereka."
Gleeek
"Tidak! Saya tidak mau,"
Panggilan pun berakhir. Dia tidak ingin mati konyol di tangan Tuan Bosnya. Memikirkan itu sudah membuat bulu keduknya.
.
__ADS_1
.
Bersambung