Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
HARI BAHAGIA


__ADS_3

3 bulan berlalu Davin berbaring, dan tak henti-hentinya Rerena terus menemani. Rasa cinta dan sayang nya tak membuatnya meninggalkan Davin. Dan malah sebaliknya, dia sangat-sangat mencintainya.  


"Sayang sadarlah. Apa kamu tidak lelah terus tidur seperti ini? Apa kamu tidak mendengar bahwa aku sangat merindukan mu? Bangunlah, aku ingin melihat mu tersenyum dan mengucapkan kata cinta pada ku." Rerena menggenggam tangan Davin dengan erat, sesekali memberikan kecupan di tangan yang terdapat selang impus itu. 


Senyumnya tak pernah luntur, berharap saat Davin bangun dapat melihat senyum manisnya.


Merasa lelah, Rerena memejamkan mata tidur dengan menyandarkan kepalanya di samping Davin dengan tangan masih menggenggam tangan Davin tanpa melepas sedikit pun.


Tengah malam, Davin mengerjapkan mata, perlahan membuka matanya. Terlihat langit-langit yang asing di matanya. Davin menoleh, terlihat seseorang tidur di sampingnya. 


Tangannya terulur, menyentuh kepala tersebut dan itu berhasil membuat si empu bangun.


Rerena mengerjapkan mata merasakan sentuhan lembut itu. Dia menatap depan, dan betapa terkejutnya dia saat melihat apa yang ada di hadapannya, Davin membuka matanya.


"Sayang, hiks….hiks…" tangis Rerena memeluk tubuh Davin. 


Rerena tidak menyangka malam ini melihat kekasihnya sadar. Rerena sangat bersyukur, akhirnya Davin sadar juga.


Davin yang melihat Rerena menangis di depannya menyentuh wajah tersebut dengan lembut, meminta Rerena untuk tidak menangis.


"A…aku akan memanggil Dokter untuk memeriksa mu," Rerena memencet tombol di kamar itu yang langsung terhubung ke Dokter yang merawat Davin.


Dan tak lama, seorang Dokter dan suster datang di sertai dengan anggota keluarga Davin yang melihat Dokter tiba-tiba datang keruangan anaknya langsung ikut masuk melihat apa yang terjadi. Dan ternyata saat mereka melihat Davin sadarkan diri, mereka tidak bisa menyembunyikan kebahagian mereka. 


"Bagaimana keadaannya Dok?"


"Tuan Davin baik-baik saja. Dan keadaannya juga sudah lebih baik, tinggal memulihkan tubuhnya beberapa hari mungkin keadaanya sudah pulih total tuan," jelas Dokter pada keluarga Davin.


"Syukurlah," lega mereka dan bahagia.


Kebahagiaan itu benar-benar di rasakan seluruh keluarga. Mereka tidak menyangka Davin akan secepat ini sadar dari komanya.  Pikir mereka, Davin akan koma selama 3 tahun atau lebih. Jika itu terjadi, mungkin mereka benar-benar kehilangan harapan untuk Davin.


.


.

__ADS_1


.


Dua bulan kemudian, Davin melamar Rerena. Dan setelah Rerena menerima lamaran, satu minggu kemudian keduanya melangsungkan pernikahan. Seperti saat ini, Rerena terlihat begitu cantik dengan gaun putih melekat pas di tubuh rampingnya. 


Dengan di gandeng Tuan Marcell, Rerena berjalan menuju altar pernikahan lengkap dengan membawa bunga di tangannya. Disana Davin yang mengenakan pakaian rajanya sudah menunggu dengan senyum dan kagum akan Rerena yang terlihat cantik dan menawan. 


Saat Rerena tepat berada di depannya, tangannya terulur menyambut kedatangan wanita yang sebentar lagi menjadi istrinya. Dan Rerena yang melihat uluran itu menggapai tangan Davin dengan senyum tak kalah manis. 


Tuan Marcell  menyerahkan Rerena kepada Davin dan setelah itu pergi berkumpul dengan yang lainnya, menyaksikan pernikahan putrinya.


Rerena dan Davin saling berhadapan, berpegangan kedua tangan.


Sang Pendeta berdiri diantara kedua pengantin untuk memulai janji pernikahan.


"Maka tibalah saat nya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing masing membuat janji pernikahan."


Davin bersiap untuk menyatakan janji pernikahan di depan Rerena dan seluruh keluarga dan para tamu undangan.


"Dihadapan imam dan para saksi, saya Davin Menzies, menyatakan tulus ikhlas, bahwa Rerena Aprilia Marcell yang hadir disini mulai sekarang ini menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup."


"Saya Rerena Aprilia Marcell memilih engkau menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepada mu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup."


Setelah mengucap janji, prosesi selanjutnya adalah pemasangan Cincin. Pendeta saat ini memegang cincin sambil berkata.


"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih kristus yang tanpa awal tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga dengan mengasihi pasangan tanpa awal dan tanpa akhir."


Setelah pendeta selesai, Davin dan Rerena menjawab.


"Saya, Davin Menzies/Rerena ApriliaMarcell, cincin ini aku berikan kepada mu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaan ku."


(dari Mbah Google)


Setelah itu mereka berdua saling bertukar cincin perkawinan. dan di lanjutkan pemberkatan pernikahan oleh pendeta. Dan terakhir pasangan yang sudah resmi menjadi suami istri itu berciuman di hadapan para tamu undangan.


Sorak Sorai tepuk tangan memenuhi ruangan itu. Davin dan Rerena nampak bahagia sekali akhirnya mereka bisa bersama dalam ikatan pernikahan. 

__ADS_1


Setelah acara selesai, tinggal acara resepsi yang akan di laksanakan malam hari.


Malam Hari Davin duduk di pelaminan bersama Rerena sambil terus menyunggingkan senyum nya saat para tamu undangan memberikan selamat kepada mereka berdua.


Para tamu undangan juga di persilahkan untuk menikmati semua hidangan yang sudah di siapkan oleh istana. Mereka membagi kebahagian mereka kepada semua tamu undangan tanpa terkecuali. 


.


.


.


Malam hari setelah acara selesai Davin dan Rerena sudah ada di kamar besar milik Davin di istana. Kamar tersebut sudah dihiasi dengan banyak bunga membuat kamar itu semerbak wangi khas bunga.


Davin yang sudah lama menanti malam ini tidak bisa menunda lagi dan akhirnya malam itu terjadilah malam panas, penuh gairah dan keringat. Bahkan malam itu Davin tidak melepaskan Rerena sedetik pun. Mereka mengulang dan mengulang kegiatan panas tersebut, hingga menjelang pagi.


Matahari sudah berada di atas kepala, namun tidak membuat pengantin baru itu bangun dari ranjangnya, malah sebaliknya mereka begitu menikmati tidur bersama dengan bergelung dengan selimut yang menutupi tubuh telan-jang mereka. 


.


.


.


Dua bulan kemudian, Rerena hamil. Banyak macam drama yang di lakukan suami istri tersebut. Rerena yang banyak maunya karena ngidamnya yang aneh membuat semua keluarga pusing tujuh keliling. Namun semuanya tetap di penuhi walaupun itu sulit karena mereka tidak ingin anak pertama Davin 'ngeces'


Setelah usia kandungan Rerena menginjak 9 bulan, kini waktunya Rerena melahirkan.


Davin menjadi suami yang siap siaga. Dan saat ini dia bersama istrinya berada di ruang persalinan, menunggu Rerena melahirkan anak pertama mereka. 


Setelah menunggu cukup lama hingga pembukaan selesai, Rerena mengejan hingga akhirnya bayi berjenis kelamin laki-laki lahir di dunia dengan tangis yang keras, membuat semua yang mendengar lega dan senang. 


Dan anak itu di beri nama NARESH NALENDRA MENZIES.


SEKIAN.

__ADS_1


 


__ADS_2