Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
Pasukan Tengan Bergerak


__ADS_3

Dengan jumlah tak terlalu banyak, mereka siap mendidik tubuh lawannya. Senjata besar dan peluru yang berjumlah banyak siap menembus tubuh mereka.


Anggota Paloe juga melakukan hal sama. Mereka juga siap adu tembak dengan kelompok Davin yang memang tidak bisa di remehkan. Nyatanya semua rencana yang di susun rapi kacau akibat anak buah Davin yang mengetahui.


.


.


.


Anggota THE GOLD HOLD membidikkan tembakannya ke arah anak buah BLACK WOLF yang berada tak jauh dari nya. 


Door….


Door….


Door….


Suara tembakan memekikkan telinga. Dan peluru melesat ke arah lawan. 


Tak hanya THE GOLD HOLD yang melepaskan pelurunya,  BLACK WOLF juga melepaskan tembakannya ke arah lawan.


Door….


Door….


Door….


Perang di sisi kiri begitu sengit. Sedangkan bagian depan, anak buah Davin sudah menghadang pasukan BLACK WOLF yang ada di depannya.


Coky yang berdiri di barisan depan mengerutkan kening saat kelompok THE GOLD HOLD tidak ada ketua di kelompok mereka. 


"Kemana Davin sialan itu?" Gumam Coky menelisik di barisan anak buah Davin namun tetap tidak menemukannya. 


Boom…..


Boom…..


Duuar….


Duuar….


Terdengar ledakan dari bagian sisi Kanan. Coky yakin di bagian kelompok Paleo sudah berperang dengan anak buah Davin. 


Coky tersenyum menyeringai, berpikir anak buahnya di bagian sisi kanan pasti sudah bisa mengalahkan anak buah Davin. Tapi tanpa diketahui olehnya anak buahnya sebenarnya keteteran melawan anak buah Davin yang senjata lebih canggih dan baik.


Dengan sikap congkak, Coky berseru dengan keras di depan anak buah Davin. Namun semua itu di abaikan dan membuatnya semakin kesal dan marah.


"Suruh keluar bos kalian, hadapi aku Coky Millano!"

__ADS_1


Tak ada yang menjawab, mereka semua hanya memberikan tatapan dingin dan tajam. Tak ingin mendengar lagi, seorang dari mereka menarik pelatuk tembak mereka dan menembak ke arah rombongan Coky karena menurut mereka membuang-buang waktu, lebih baik cepat berperang dan selesaikan.


Door….


Satu tembakan berhasil menembus satu kepala anak buah Coky.


Coky yang melihat langsung melotot, beraninya manusia rendahnya itu menembak Anak buahnya tepat di depan matanya.


"Kurang ajar! BUNUH MEREKA SEMUA!" Seru Coky begitu marah, seolah mereka benar-benar menantangnya.


Seringai muncul di setiap sudut bibir anak buah Davin dan tanpa menunggu lagi mereka langsung maju menyerang satu sama lain.


Dooor…..


Dooor…..


Dooor…..


Tembakan melesat dan menembus tubuh buah Coky. Namun tidak dengan anak buah Davin karena pakaian yang dikenakan di lengkapi dengan rompi anti peluru. Tapi ada beberapa juga yang terkena tembakan di bagian lengan dan juga kaki, namun tidak membahayakan nyawa mereka. 


Tak hanya tembakan yang mereka lesatkan, anak buah Davin juga melempar banyak granat di anak buah Coky membuat ledakan besar menghantam anak buah Coky.


Coky yang melihat sangat terkejut, ternyata anak buah Davin di bagian depan di lengkapi dengan senjata lain selain senjata api.


"Kurang ajar! Suruh anak buah kita balas menggunakan dengan bom!" Coky berpikir ini awal permulaan perang, tapi anak buahnya sudah banyak mengalami kekalahan. Jika di lanjutkan, pasti dirinya akan kalah. 


"Tapi tuan, jika kita menggunakan Bom di bagian pasukan ini, apa kita bisa melawan pasukan nanti yang akan menyerang kita. Kita tidak tahu, berapa banyak pasukan milik THE GOLD HOLD. Dan saya yakin ini hanya pasukan sementara." Jelas orang kepercayaan Coky.


Benar kata orang kepercayaannya itu. Pasti di belakang masih ada pasukan besar yang belum muncul, yakin pasukan itu di pimpin langsung oleh ketua mereka. Coky pun akhirnya hanya bisa memberi perintah pada anak buahnya untuk bertahan dan membunuh mereka semua.


"BERTAHAN! JANGAN BIARKAN MEREKA MENGACAUKAN KITA," Seru Coky dan anak buahnya pun bertahan, menyerang tanpa membiarkan mereka terluka. 


Walaupun berusaha tetap bertahan, namun tetap saja banyak yang mendapatkan luka dan mati. 


Coky yang melihat kesal, akhirnya memberi perintah pada anak buahnya untuk menggunakan senjata tajam menyerang anak buah Davin karena di lihatnya anak buah Davin menggunakan rompi anti peluru. Tapi jika anak buahnya menggunakan senjata tajam, mungkin bisa membalikkan keadaan perang.


"GUNAKAN SENJATA TAJAM KALIAN!" 


Anak buah Coky langsung mengganti senjata mereka dan kini menggunakan pisau yang telah di lumuri racun pelumpuh.


Anak buah Davin yang melihat mereka berganti senjata juga melakukan hal sama, mereka juga mengganti senjata mereka. Dan kini pertarungan semakin sengit.


Craas….


Craas….


Cuus…..


Cuus…..

__ADS_1


Goresan, tusukan mereka layangkan ke tubuh musuh masing-masing. 


Tempat itu menjadi kacau. Banyak mayat yang tergeletak. 


Anggota THE GOLD HOLD dan BLACK WOLF kini banyak yang mati saat pertarungan menggunakan senjata tajam.


Tempat itu menjadi sangat kacau. Sedangkan Davin yang melihat tidak bisa tinggal diam. Walaupun tubuh anak buahnya di beri penangkal racun, tapi tidak menghindari serangan benda tajam yang bisa membunuh merasa semua.


"Bagaimana keadaan sisi kiri dan kanan?" Tanya Davin pada Varo.


"Masih masih mencoba mengalahkan pasukan BLACK WOLF tuan," 


"Baiklah, biarkan mereka menyelesaikan bagian mereka masing-masing. Tapi aku percaya mereka akan dapat mengalahkan mereka. Hanya saja pasukan yang di pimpin langsung oleh Coky adalah pasukan elit mereka. Jadi jika kita membiarkan pasukan depan melawan mereka, takutnya berbalik dan kita akan kalah."


"Jadi maksud anda, pasukan tengah akan langsung maju dan kita akan bertarung langsung tuan?"


"Ya, tidak ada cara lain. Semakin cepat kita membunuh Coky semakin sepat pula kita menang." Ucap Davin dan Varo mengangguk mengerti. "Perintah pasukan kita maju, aku akan langsung melawan Coky," 


"Baik tuan," 


Varo langsung memberi perintah pada anak buahnya untuk maju, membantu pasukan depan mengalahkan musuh. 


Pasukan bergerak keluar dari markas, dengan jumlah begitu banyak.


Door….Door…Door….


Wuuus…..


Syuuut……


Booom….


Duuuuuuar……


Ledakan besar langsung menghantam di tempat di pertengah-tengahan tempat pertarungan itu.


Baik anggota Davin maupun Coky yang terkena ledakan itu teroengak dan mati dengan tubuh tidak berbentuk.


Davin terpaksa mengorbankan anak buahnya untuk memenangkan pertarungan ini. 


Asap hitam mengepul di udara setelah ledakan besar itu terjadi. Coky yang melihat tidak tinggal diam, kini pertarungan yang sesungguhnya baru di mulai.


"Akhirnya kau keluar juga Davin sialan! Tak akan ku biarkan kau hidup. Kau harus mati di tangan ku," gumam Coky dalam hati dengan pandangan penuh seringai. 


Davin yang berjarak cukup jauh melihat tatapan penuh permusuhan dari Coky, menatap dingin, datar tanpa ekspresi. Menurutnya Coky terlalu ambisius. Dia tidak akan membiarkan manusia uang serakan itu menguasai negara tempat mafianya berada.


.


.

__ADS_1


.


Maaf ya telat updatenya. Hari ini penuh kesibukan. Biasa mau lebaran haji, mohon di maklubi. Betet-betet pitek karo gawe lontong.😁😁


__ADS_2