
Pertarungan dengan tangan kosong itu sangat-sangat sengit. Mereka tidak peduli dengan Tuan mereka. Yang saat ini ada di otak mereka hanya membunuh, membunuh dan membunuh. Dan apa yang di lakukan mereka tak luput dari mata Davin dan Coky.
Coky menatap Davin.
"Apa kau akan tetap melihat mereka?"
Davin menoleh, menatap Coky dengan tatapan datar. Coky yang melihat wajah Datar Davin sungguh kesal.
"Cih, menjijikkan. Lebih baik selesaikan urusan kita dan abaikan mereka,"
Coky sudah tidak sabar untuk bertarung dengan Davin. Ingin mengalahkan dan membuat Davin mati di tangannya.
Davin mengabaikan, ia menatap sekeliling, nampak anak buahnya dan anak buah Coky masih bertarung. Namun dari prediksinya, kemenangan ada di tangan anak buahnya. Melihat anak buah Coky yang kewalahan dan tersebut dia yakin anak buah Coky akan kalah.
"Jika kau menerima usulan ku, lebih baik kau menyerah saja. Aku akan mengampuni nyawa mu,"
"Menyerah? Cih, jangan harap! Tidak ada dalam kamus ku kata menyerah,"
"Keras kepala." Gumam Davin. "Baiklah, karena itu keputusan mu jangan menyesal,"
"Jangan banyak omong! Sekarang lawan aku. Akan ku buat kau mengemis memohon ampun di bawah kaki ku,"
"Heh, terlalu percaya diri memang bagus. Tapi kau harus lihat siapa lawan mu,"
Davin dan Coky bersiap, memasang kuda-kuda, siap bertarung untuk saling mengalahkan satu sama lain.
Tring….
Dua pisau saling beradu, saat kedua saling menyerang dan menangkis.
Ting….
Ting….
Ting….
Dengan gerakan cepat keduanya bertarung, menyerang dengan senjata tajamnya.
Bug….
Bug….
Tak hanya serangan menggunakan senjata tajam, tendangan dan pukulan juga mereka layangnya.
Bug….
Bug….
Bug….
Tendangan menghantam perut Coky. Davin yang melihat berlari dan melompat menendang kembali sambil tangannya memberikan serangan menggunakan senjata tajamnya.
Craas….
Lengan Coky terluka oleh goresan pisau Davin.
Darah keluar karena goresan itu ternyata cukup dalam. Coky yang melihat mengeram marah. Rahangnya mengeras. Matanya menyalang tajam.
__ADS_1
"Beraninya kau! Ku bunuh kau Davin sialan," geramnya dengan amarah memuncak.
Sedangkan Davin menyeringai penuh remeh. Dia memutar pisainya di jari telunjuk, seolah mengatakan Coky begitu lemah.
Nafas Coky memburu dan setelah itu maju menyerang Davin membabi buta, ingin membalas apa yang telah di lakukan padanya.
"Ku bunuh kau sialan!"
Ting….
Ting….
Ting….
Bug….Bug….Bug…..
Satu tangan menyerang dengan senjata tajam. Satu tangan mencoba memukul. Dan tak lupa dua kaki saling menyerang.
Pertarungan mereka sangat sengit. Pukulan demi pukulan mereka layangkan untuk tuk bisa melukai satu sama lain.
Bug….
Satu tinjuan berhasil menghantam rahang Davin. Membuat darah keluar dari mulutnya. Davin mengusap dengan lengannya. Semakin bersemangat.
Davin tidak akan membiarkan Coky begitu saja. Dia maju dan menyerang dengan semua kekuatannya.
Bug …
Bug …
Bug …
Pertarungan berlangsung begitu lama. Banyak korban berjatuhan baik kelompok THE GOLD HOLD maupun BLACK WOLF. Namun banyak nya korban yang mati BLACK WOLF mengalami kerugian besar. Apalagi kelompok yang dipimpin Paleo dan Taksa.
Kelompok yang di pimpin Paleo mengalami kekalahan telak, karena lawan mereka adalah kelompok gabungan antara THE GOLD HOLD dan GEROGRE LORIDZ yang mudah mengalahkan mereka.
Dan kini tinggal beberapa dari anggotanya yang masih bertahan, namun mereka semua tidak sanggup untuk melawan karena tubuh mereka mendapatkan luka yang cukup parah, begitu pun Paleo.
Satu tangannya patah, darah menetes di kening. Matanya bengkak, dan sudut bibirnya robek. Kakinya pun sedikit pinang karena di hajar habis-habisan oleh anak buah Tristan yang tangannya gatal karena tidak pernah bertarung.
Krek….
Krek….
Seorang anggota GEROGRE LORIDZ meremas kepalan tangan nya hingga menimbulkan suara dari jarinya.
"Jangan bunuh aku," takutnya terus mundur.
Paleo tidak menyangka akan mengalami kekalahan telak seperti ini. Dia menyesal karena ikut bergabung berperang. Jika dirinya tidak berniat membalas dendam mungkin tidak akan mengalami hal seperti dan masih bisa bersama dengan putrinya.
"Ampuni saya," ucapnya memohon. Namun sialnya dia malah kebangun dan jatuh.
Kini pria yang di depannya menatap dengan seringai mengerikannya.
"Tu..tuan, ampuni nyawa saya."
"Mengampuni mu? Hahahaha……dimana keberanian mu sebelumnya? Bukankah kau berkata akan membunuh kami?"
__ADS_1
"Tidak, tidak! Saya hanya asal bicara tadi. Tolong ampuni saya tuan, saya akan melakukan apapun untuk anda,"
Alis pria itu terangkat mendengar kata lucu keluar dari mulut musuhnya. Melakukan apapun untuknya, heh, konyol sekali.
"Kau pikir ini permainan anak-anak? Kalian yang mulai perang, maka rasakan akibatnya."
Bug…
Pria itu menendang Paleo dengan kuat, membuat Paleo terjungkal.
"Tuan ampuni saya," mohonnya menyeret tubuhnya mundur, menjauhi pria mengerikan di depannya.
"Mengampuni mu? Hm…yang ada aku akan mengirim mu ke neraka,"
Bug….
Arghh…
Teriak Paleo saat pria itu menendang tangannya yang patah. Rasa sakit luar biasa membuat nya menjerit tidak tahan.
Pria itu berjongkok tepat di depan Paloe dan tangannya tiba-tiba mencekik lehernya dengan kuat, membuat Paleo tidak bisa bernafas.
"Le…lep...pas kan aaaku," rintihnya dengan suara terbata-bata.
"Ayo tunjukan wajah sombong mu tadi?"
Paleo mencekal tangan pria itu, mencoba melepaskan nya dari lehernya. Tidak bisa bernafas dan membuat matanya mendelik karena tidak bisa menghirup oksigen.
"Cih, tua bangka yang lemah,"
Pria itu menghempaskan tubuh Paleo membuat pria itu terbatuk-batuk dan dengan cepat menghirup oksigen banyak-banyak.
Hah…hah…hah…
Namun siksaan itu tidak hanya sampai disana. Pria itu mengambil pistol nya dan menembak dua paha Paleo.
Door….
Door….
Arghh…..
Teriak Paleo kesekian kalinya karena pria itu benar-benar ingin membunuhnya. Tak hanya pahanya, kini bahu sebelah kiri juga di tembak membuat Paleo menjerit kesakitan.
Door….
Tanpa rasa kasihan, pria itu menembak bagian-bagian tubuh Paleo yang menurutnya menarik. Dan setelah puas, pria itu menembak dengan jumlah banyak di bagian perut Paleo hingga darah muncrat dan membuat Paleo mati dengan tubuh mengenaskan.
Sedangkan di bagian kelompok Taksa, sama halnya dengan Paleo, pria tua itu sudah meregang nyawa sejak tadi, bahkan tubuhnya di berikan bom hingga tubuh itu hancur tak berbentuk.
Setelah kelompok kakan dan kiri menyelesaikan tugas mereka. Kini pasukan yang tersisa pergi menuju pasukan depan untuk membantu pasukan utama mengalahkan musuh.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung