
Tanpa di ketahui oleh mereka, Davin yang baru saja mendapatkan panggilan dari Bella langsung menghubungi Rio untuk mensadap ponsel Bella. Dan benar dugaannya, Bella terlibat dalam semua ini.
"Dasar wanita rubah. Akan ku buat kau menyesal berani menyinggung ku. Tapi siapa yang dia hubungi?" Davin tidak tahu siapa yang di hubungi Bella barusan. Karena saat melacak nomor itu, tak lama nomor itu langsung tidak aktif.
.
.
Davin meminta Varo menghubungi Recky untuk membawa Rerena pergi dari rumah sakit, membawanya ke Villa pribadinya yang jauh dari kota. Davin tidak ingin terjadi seuatu dengan Rerena selagi Dokter masih berusaha mencari obat penawaran racun yang ada di tubuh Rerena. Davin tidak ingin mengambil Resiko karena musuhnya belum diketahui siapa dan dari mana.
Davin melakukan itu bukan karena tidak bisa melawan. Hanya saja, kelompok yang menargetkan Rerena dan menginginkan wanita itu tidak hanya satu. Masih ada yang lain yang mencoba membunuh wanitanya. Entah kenapa Davin bisa memiliki pemikiran seperti itu, karena Davin yakin semua itu karena cinta.
"Pindahkan nona ke Villa milik Tuan yang berada di pantai kota x. Kalian harus lakukan dengan hati-hati. Jangan sampai ada yang tahu tentang hal ini. Dan untuk Dokter, bawa beberapa dari mereka," perintah Varo pada Recky karena dirinya belum bisa kembali adanya tugas yang menumpuk bersama tuannya.
"Baik Bos,"
Recky langsung memberi perintah pada rekan lainnya untuk memindahkan nonanya ke Villa milik tuannya. Saat semuanya melakukan tugas itu, Recky juga menempatkan banyak rekan lainnya untuk berjaga di luar dan memantau tempat di sekitar, waspada jika ada yang melihat pergerakan mereka.
Beberapa jam kemudian, Rerena kini telah di pindahkan. Semua peralatan rumah sakit di bawa ke Villa begitupun dengan dua Dokter untuk merawat Rerena, termasuk Dokter Alesa.
Sedangkan di rumah sakit, masih sama seperti sebelumnya. Recky masih menempatkan banyak rekannya disana untuk mengelabuhi orang-orang yang mencoba menyingkirkan nonanya, agar mereka berpikir Nonanya masih di rawat disana.
Dan benar apa yang di pikirkan oleh Recky. Dua hari setelah Rerena di pindahkan, ada beberapa orang yang mengintai tak jauh dari rumah sakit. Recky menghubungi Varo mengatakan apa yang terjadi. Dan Varo yang mendengar tertawa.
"Biarkan saja. Berpura-pura lah kalian lengah. Saat mereka berpikir kalian yang bodoh. Tangkap mereka dan buat mereka mengakui siapa di balik semuanya. Jika kita menemukan nya, kita akan langsung menyerang tempat mereka."
"Baik Bos. Aku tidak sabar untuk melawan mereka dan membunuh mereka. Tangan ku sangat gatal, sudah lama tidak membunuh orang,"
"Hm, lakukan tugas mu dengan baik. Jangan sampai mengecewakan tuan," Recky mengangguk. Dia tidak akan mengecewakan tuannya sedikitpun.
.
.
Tak jauh dari rumah sakit, dua kelompok yang mengintai itu melaporkan apa yang mereka lihat kepada masing-masing tuan mereka bahwa yang menjaga di rumah sakit tidak seketat apa yang mereka pikirkan. Hanya ada beberapa orang yang berjaga.
"Bos, penjagaan di sini begitu banyak celah. Hanya untuk membunuh dan membawa wanita itu akan mudah untuk kita lakukan," ucap seorang bawahan yang bekerja sama dengan Bella.
"Baiklah, kalian kembali. Kita akan menyusun rencana. Dan kita akan melakukan pada malam hari agar tidak ada warga yang mengetahui."
__ADS_1
"Baik Bos,"
Sedangkan kelompok pengintai lain kini menghubungi bosnya, mengatakan bahwa rumah sakit itu di jaga beberapa orang yang memiliki keahlian khusus. Dan benar seperti apa yang di katakan putrinya, bahwa orang yang memberi perintah itu memang bukan orang sembarangan.
"Apa kalian tahu siapa mereka?"
"Kami tidak tahu tuan. Kami tidak mengenal dari mana kelompok itu berasal,"
Tuan yang tak lain adalah Tuan Smith mengetuk-ngetukan jarinya di kursi, berpikir siapa sebenarnya mereka. Jika mereka hanya lah kelompok yang memiliki kekuatan kecil dirinya mampu membinasakan mereka. Tapi jika kelompok itu ternyata kelompok yang memiliki kekuatan amat besar, bukannya dia berhasil tapi malah sebaliknya, kalah dan hancur.
"Kita pantau saja dulu."
"Baik tuan,"
.
.
Sesuai kesepakatan. Malam ini kelompok orang yang memiliki dendam kusumat kepada Davin, anak buahnya di kirim untuk menculik Rerena. Mereka berjumlah cukup banyak dan membawa beberapa senjata di tangannya Tak hanya senjata api biasa, mereka juga membawa senjata larat panjang.
Beberapa mobil berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Mereka tidak peduli itu adalah rumah sakit. Bagi siapa yang menghalangi maka akan mereka bunuh.
Malam sunyi sebentar lagi akan berubah menjadi kacau setelah datang nya kelompok itu. Walaupun Recky dan semuanya siap jika sewaktu-waktu musuh datang, tapi Recky yakin pasti akan ada korban jiwa di pertarungan dua kubu nanti.
Seperti dugaaan sebelumnya akan ada kelompok datang yang menyerang. Kini beberapa mobil hitam masuk kehalaman ruamha sakit.
Tanpa basa basi mereka membuka kaca mobil dan melepaskan tembakan ke arah buah Davin yang berjaga dan terlihat di mata mereka.
Door...
Door...
Door...
Anak buah Davin tidak akan mengalah. Mereka yang bersembunyi langsung keluar dan menodongkan senjata mereka ke arah lawan yang baru sampai.
Anak buah pria misterius itu menyeringai, ternyata mereka masuk dalam jebakan. Mereka yang mengira hanya ada beberapa orang yang berjaga, kini tahu bahwa jumlah mereka lebih banyak dari kelompoknya.
Tapi walaupun tahu mereka kalah jumlah, mereka tidak akan menyerah. Mereka keluar dari mobil dan juga menodongkan senjata mereka, saling melawan. Dan lebih parahnya lagi dengan kepercayaan mereka yang tinggi, mereka meminta kelompok Recky untuk menyerah.
__ADS_1
"Kalian menyerah saja. Maka kami akan mengampuni nyawa kalian,"
Recky yang mendengar tertawa keras. "Hahaha......Menyerah, jangan mimpi! Bunuh merasa semua dan jangan sisakan satu pun hidup!"
"Baik Bos," jawab mereka langsung menembakkan senjata mereka kearah lawan.
Sedangkan anak buah pria misterius tidak mau kalah. Mereka juga menarik pelatuk senjata dan menembakkan ke arah anak buah Davin.
Door...
Door....
Door....
Tembakan saling bersahutan melesat ke arah berlawanan. Dan hal itu membuat rumah sakit menjadi riuh. Para pengunjung kocar-kacir takut mati ditangan mereka yang tidak kenal tempat untuk bertarung.
Door...
Door...
Door...
Suara tembakan masih saling bersahutan. Tak hanya dengan cara menembak, mereka juga bertarung menggunakan cara lain. Berkelahi dengan tangan kosong dan juga berkelahi menggunakan senjata tajam.
Pertarungan itu cukup sengit. Namun karena jumlah lawan lebih sedikit dari jumlah Anak buah Davin, lawan mereka dapat di kalahkan dengan mudah. Tapi soal kekuatan Recky akui kekuatan mereka tidak bisa di remehkan. Dan itu akan dia laporkan pada Bos mereka bahwa bukanlah kelompok biasa.
Recky menatap mereka semua. Banyak yang mati dan ada juga juga yang masih bertahan dengan luka yang cukup parah. Sedsngkan untuk anggotanya yang terluka langsung di bawa masuk kerumah sakit untuk di rawat. Sedangkan untuk musuh, Recky biarkan.
"Untuk kalian yang tidak terluka bawa badjingan-badjingan itu ke markas. Kita akan buat perhitungan dengan mereka."
"Baik,"
Mereka pun membawa anak buah pria misterius ke markas mereka untuk di introgasi.
.
.
Bersambung
__ADS_1