Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
Aku Mencinta Mu


__ADS_3

"Baiklah. Tapi janji jangan marah lagi." Davin mengusap air mata Rerena. 


Mata kedua saling bertahap, membuat Rerena jadi salah tingkah. Dia membuang muka dan itu membuat Davin terkekeh.


"Tuan muda, terimakasih karena telah menyelamatkan kami. San terimakasih juga telah mempertemukan kami dengan putri kami,"


"Aku sudah berjanji dengannya. Jadi aku harus mengabulkannya. Takutnya jika mengingkari, dia akan menangis meraung-raung."


Rerena yang mendengar langsung memukul lengan Davin dengan kesal. Siapa yang akan menangis dengan meraung-raung? Dia pikir dia ini macan betina apa?


Tapi tunggu, Davin tadi berkata dia pernah berjanji tapi kapan? Dirinya tidak bertemu ataupun bersama, jadi kapan janji itu di ucapkan.


"Kamu pernah berjanji dengan ku?"


"Tentu saja. Apa kamu melupakannya?" Lagi-lagi Davin menyentuh wajah Rerena, seolah itu hobi barunya.


"Singkirkan tangan mu," ucap Rerena menepis tangan Davin.


"Tapi aku menyukainya," jawab Davin membuat Rerena kesal. Apakah setiap yang di sukainya, dia akan melakukan nya. Sungguh pria cabul.


Kedekatan mereka di saksikan oleh  orang tua Rerena. Membuat mereka senyum-senyum, berpikir putrinya memiliki hubungan dengan Tuan muda yang menyelamatkannya.


Tanpa di ketahui oleh mereka yang saat ini sedang berdebat, mereka berdua keluar dan menutup pintu. Memberi waktu untuk keduanya berbicara dan mengobrol bersama.


"Katakan, kapan kamu berjanji dengan ku. Aku tidak pernah bertemu dengan mu. Jadi itu tidak mungkin untuk mu berjanji dengan ku,"


"Kamu sungguh melupakan ku? Hati ku sangat sakit sayang," Davin menyandarkan kepalanya di bahu Rerena,  membuat Rerena melotot. Bagaimana bisa pria ini tidak tahu malu dengan nya. Apalagi dengan lancangnya dia memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Apa kaku sudah gila?"


"Aku memang gila. Gila karena mu. Bahkan aku tidak segan merebut mu dari mereka, dadar gulung dan sungai nil sialan itu,"


Dadar gulung? Sungai Nil? Apa yang dimaksud pria aneh di depannya ini. Rerena sungguh tidak mengerti.


"Jangan membuat ku pusing dengan kata-katamu yang tidak ku mengerti," kesal Rerena dengan wajah tidak enak di pandang. 


Davin mengangkat kepalanya, dan menatap Rerena dengan jarak begitu dekat. Bahkan nafas mereka dapat mereka rasakan.


Davin menangkap wajah Rerena. Dan mantap mata indah yang membuatnya jatuh cinta.

__ADS_1


"Apa kamu tidak mengenal ku?"


Satu pertanyaan Davin membuat Rerena mengerutkan kening. Menatap wajah tampan di depannya. Pria di depannya selalu berkata mengenal. Seolah mereka memang saling kenal. Mungkinkah setelah mengalami kecelakaan ingatan nya ada yang hilang? 


"Aku benar-benar tidak mengenal mu. Tapi aku merasa kamu tidaklah asing.  Tapi dimana aku bertemu dengan mu?"


Davin tersenyum sangat manis, membuat Rerena yang melihat jantungnya berdetak cepat. Bahkan wajahnya terasa panas. Mungkin rona di pipinya dapat di lihat oleh pria di depannya.


"Kamu sangat cantik jika merona seperti ini." Davin menoel hidung mungil Rerena.


Davin mengusap rambutnya secara acak membuat rambutnya sedikit berantakan. Setelah itu dia mengambil sesuatu di dalam laci, sebuah kacamata dan langsung memakainya. 


"Apa kamu tetap tidak mengenal ku?"


Rerena menutup mulutnya dengan kedua tangan karena keterkejutannya. Dia tidak menyangka jika Davin adalah Daniel.


"Daniel?"


"Ya, aku Daniel. Tapi nama asli ku bukan Daniel, tapi Davin," 


Rerena yang melihat ternyata itu Daniel langsung memeluk dengan erat. Ia merindukannya. Hanya Daniel yang mengerti dan tahu bagaimana perasaannya. Dan kini ia bertemu dengannya. Rerena tidak menyangka jika Daniel adalah Davin pria yang merawatnya.


"Kenapa membodohi ku? Apa kamu tidak tahu aku merindukan mu,"


Rerena kembali menangis menumpahkan rasa rindunya dengan pelayan yang sudah di anggap sahabatnya itu.


Davin melepas, menangkup wajahnya dan menempelkan keningnya dengan mata terpejam. 


"Aku tidak bisa hidup tanpa mu. Sejak bertemu dengan mu, aku tidak ingin melepaskan mu. Apapun yang terjadi, aku harus memilikimu. Walaupun harus merebutmu dari tangan seseorang,"


Rerena diam, mendengar apa yang di katakan Davin padanya. Dari apa yang di katakan nya, sepertinya Davin memiliki rasa dengan nya. 


"Aku mencintaimu mu, Rerena Aprilia Marcell. Sangat-sangat mencintai mu,"


Rerena terkejut, ia tidak menyangka pelayan nya itu memiliki rasa dengan nya. Tapi anehnya ia tidak marah. Malah ada suatu rasa yang membuatnya bahagia. Mungkinkah ia juga mencintai pelayan nya itu.


Davin menatap Rerena. Ia sangat tergila-gila dengan janda ini. Mata nya kembali terpejam, wajahnya semakin mendekat dan Davin pun mencium bibir Rerena. Lembut, terasa lembut. Baru kali ini Davin merasakan lembutnya bibir seorang wanita. 


Rerena yang melihat Davin menciumnya, diam. Ia tidak menolak. Dan saat bibir Davin mulai bergerak, melu-matnya. Rerena memejamkan mata, menikmati bibir Davin yang manis. Dan Rerena pun ikut terhayut, membalas permainan lembut itu.

__ADS_1


Merasakan balasan dari wanita yang dicintainya, tangan Davin menekan tengkuk Rerena dan memperdalam ciuman dan luma-tannya. Terasa manis dan nikmat. Apalagi saat lidah mereka saling berbelit, ada rasa tersendiri yang tidak bisa di jabarkan dengan kata-kata karena begitu nikmat dan menggairahkan.


Suara cecapan bibir mereka memenuhi ruangan itu. Baik Rerena dan Davin begitu menikmati hingga membuat gairah mereka keluar dan membuat tubuh mereka semakin panas. 


Davin tak hanya mencium bibir Rerena. Bahkan kini bibirnya ada di leher menjelajahi nya dengan kecupan-kecupan kecil dan gigitan-gigitan kecil, membuat leher Rerena memiliki banyak jejak kepemilikan.


Ah….


Desah Rerena tidak bisa menahan gairah saat leher nya di sesap oleh pria yang baru saja mengungkapkan cinta pada nya. Dan lebih gila dan anehnya lagi, Rerena menyukai bahkan menginginkan lebih dari itu.


Tangan Davin pun tidak tinggal diam, masuk ke punggung dan mengusapnya dengan lembut, membuat tubuh Rerena meremang. Bahkan tangan nakal nya kini melepas pengait bra milik Rerena.


Ah….


Davin menggila saat merasakan rasanya tubuh seorang wanita. Ternyata rasanya sungguh membuat nya pusing. Pusing kepala atas dan pusing kepala bawah. 


Davin kini sudah melepas kancing baju depan milik Rerena,  terlihat sesuatu yang kenyal menyembul di balik penutup berwarna hitam. Bahkan penutup itu tidak sepenuhnya mampu menutup bagian yang kenyal itu karena ukurannya yang terbilang tidak biasa.


Davin mengecup daging kenyal Rerena  dan menyesapnya, memberikan tanda-tanda cinta disana. 


Mata Davin sudah berkabut, tidak tahan untuk merasakan buah chery merah muda yang terus menggodanya. 


Davin melepas kemeja Rerena dan juga Bra hitamnya. Setelah itu menatap dua gundukan yang sangat menggoda di pandangannya. Tangannya terulur dan dan menyentuh buah da-da Rerena yang cukup besar. Mere-masnya lembut membuat Rerena mende-sah kenikmatan.


Ah….


Tak hanya bermain dengan tangannya. Kini bibir dan lidahnya bermain di pucuk da-da, melu-mat dan menye-sapnya dengan rakus layaknya bayi yang kehausan selama satu hari.


Ah…..


Rerena mere-mas kepala Davin, memintanya untuk memperdalam permainan gilanya.


Namun permainan itu tidak berlangsung lama, karena berhenti saat mendengar suara pintu di buka


Ckleek…


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2