Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
Rencana Penyerangan


__ADS_3

Davin dan Varo kembali. Saat ini tujuan mereka adalah markas pusat. Sedangkan di tempat di mana Coky, Paleo dan Taksa kini mereka resmi untuk bekerja sama mengalahkan Davin sang ketua mafia THE GOLD HOLD. 


Paleo menghubungi semua anak buahnya di markas untuk mengusulkan. Dengan menggunakan jalur laut, mereka datang dan membawa banyak senjata untuk perang yang akan mereka laksanakan.


Tak hanya anak buah Paleo yang datang, anak buah Davin juga sampai di markas besar berkumpul menjadi satu. Sedangkan senjata yang di minta dari Tristan kini juga telah sampai di markas THE GOLD HOLD.  Semua di rakit dengan baik oleh anak buah Davin, mereka menyiapkan dengan baik dan cepat. Jika sewaktu-waktu musuh datang semuanya telah siap.


Paleo dan anak buahnya bergabung dengan anak buah Coky di markas besar Black Wolf. Mereka juga sama, merakit senjata dan menyiapkan segala sesuatu untuk perang nanti. 


Setelah semuanya siap, Coky, Paleo dan Taksa menyusun rencana penyerangan. Dari mana mereka akan mulai menyerang markas Davin. 


"Lebih baik sering dadi segala sisi. Untuk sisi depan anda yang akan memimpin dan orang kepercayaan anda. Sedangkan sisi kanan dan kiri biar aku dan Taksa yang akan memimpin nya."


"Ya, Paleo benar. Aku yakin mereka pasti fokus dengan penyerangan dari arah depan, tidak akan menyangka jika kita akan menyerang di dua sisi lainnya."


"Baiklah, sepertinya itu ide yang baik. Untuk pasukan kanan nanti di pimpin oleh Paleo. Kamu dan pasukan mu di tugasnya untuk melempar bom ke arah musuh agar musuh mengalami banyak kerugian sebelum berperang dengan sisi depan."


"Sedangkan sisi kiri, Taksa akan menyerang dari belakang saat mereka sudah menyerang sisi depan. Jadi dari arah depan dan belakang semuanya mengepung kelompok Davin dan ku yakin mereka akan kacau dan akhirnya kalah di tangan kita." Sambung Coky berapi-api, yakin dapat mengalahkan Davin dan kelompoknya. 


"Baiklah, semua sudah di atur. Tinggal kapan kita akan melakukan penyerangan.


"Jangan buru-buru. Aku punya sesuatu yang masih harus di lakukan oleh anak buah kita. Dan itu akan sangat-sangat merugikan mereka," 


Paleo dan Taksa saling pandang. Apa yang direncanakan Coky lagi. Namun tak lama setelah itu, seorang datang dengan membawa beberapa kotak di tangannya. Dan menyerahkan kepada Tuan merasa. 


"Ini barang yang anda minta tuan," Serahkan seorang pada Coky, meletakkan di atas meja.


Coky mengangguk dan mengibaskan tangan, meminta anak buahnya untuk keluar.


Coky membuka kotak besar tersebut, melihatnya beberapa bulatan aneh. Paleo dan Taksa yang penasaran bertanya.


"Apa ini?"


"Racun,"


"Racun?" Jawab mereka berdua saling pandang. Tidak menyangka mereka akan melihat racun sebanyak itu. "Buat apa racun-racun ini?" Tanya Taksa penasaran.

__ADS_1


"Akan ku gunakan untuk mengalahkan pasukan Davin.  Racun ini dapat melumpuhkan pasukan mereka saat mereka menghirup nya. Dan itu akan lebih mempermudah untuk kita mengalahkan musuh tanpa harus mengorbankan banyak anak buah kita. Untuk yang melakukan ini aku tugaskan di kelompok  Paleo lagi. Saat kamu dan pasukan mu melempar bom, kalian juga harus melempar racun ini. Racun ini akan bergabung dengan asap dan akan membaik merasa lumpuh dalam sekejap,"


"Lalu bagaimana dengan anak buah kita? Bukankah anak buah kita juga akan menghirupnya?"


"Aku sudah memberikan penawaran terlebih dulu ke semua tubuh anak buah kita, jadi kita tidak perlu khawatir akan masalah itu."


"Bagaimana jika Davin mengetahui rencana ini?" 


"Dia tidak akan tahu, yakinlah." Pikir Coky  Davin tidak akan sampai berpikir sampai di situ. Walaupun Davin mengetahui bahwa dia terlibat akan racun di tubuh Rerena, tapi tidak mungkin Davin akan berpikir tentang dirinya yang akan menggunakan racun dalam perangnya nanti.


"Semoga saja rencana kita berhasil."


Semua mengangguk, berharap perang ini akan berjalan lancar seperti yang mereka harapkan.


.


.


Di Markas THE GOLD HOLD,  Davin sedang bersama Varo merancang perang yang akan mereka lakukan.


"Kita buat beberapa kelompok, tuan. Saya merasa Coky itu tidak akan menyerang kita dari depan saja. Dia pria yang licik, pasti akan menggunakan banyak cara untuk bisa mengecoh kita."


"Hm….kau benar. Tidak mungkin dia akan menyerang dari arah depan saja. Pasti mereka  akan menyerang dari arah samping juga. Aku akan menggunakan pasukan paman untuk berjaga di bagian kiri, sedangkan untuk bagian kanan, aku akan menempatkan banyak para sniper handal untuk memantau apa ada pasukan dari arah kanan. Jika nanti ada, akan ku tempatkan banyak anak buah kita disana."


"Oh ya tuan, menurut anda apakah Coky akan menggunakan racun seperti dia memberikan racun pada Bella untuk melukai nona?" 


Davin diam, dia tidak berpikir sampai sana. Tapi karena Varo mengingatkan dia, maka untuk berjaga-jaga dia harus memberikan pencegahan pada tubuh setiap anak buahnya.


Panggil banyak dokter untuk datang ketempat kita untuk memberikan penangkapan racun di tubuh anak buah kita. Aku tidak ingin anak buah kita banyak yang mati nanti,"


"Baik tuan, saya akan menghubungi mereka,"


Setelah menghubungi banyak Dokter, para Dokter langsung datang tanpa menunda untuk memberikan penangkal racun pada setiap tubuh anak buah Davin yang berjumlah puluhan ribu itu.


Ada yang di suntik, ada pula yang meminum cairan yang sudah di racik oleh beberapa Dokter ahli. Tak hanya para anak buahnya, Davin dan Varo juga mendapatkan penangkal racun di tubuhnya, berjaga-jaga jika Coky saat bertarung dengan mereka menggunakan raca licik.

__ADS_1


Setelah tiga hari memberikan penawar di setiap anggota, para Dokter di berikan bonus oleh Davin karena telah sudi membantu mereka.


"Terimakasih sudah bekerja keras tuan," ucap Varo mewakili tuannya.


"Sama-sama tuan." Jawab semua Dokter 


Mereka sebelumnya tidak bisa menolak, mereka tahu siapa yang memberi perintah. Jika mereka menolak, bukan karir saja yang hancur tapi juga nyawa mereka bisa melayang di tangan raja sekaligus mafia itu.


Masing-masing Dokter di berikan bonus, dan mereka begitu senang. Dan setelah itu Varo memberi perintah beberapa anak buahnya untuk mengantar para Dokter kembali.


.


.


Satu minggu kemudian, kelompok Coky sudah bersiap untuk menyerangan markas THE GOLD HOLD.  Mereka dalam jumlah besar menuju markas Davin untuk menghancurkannya. 


Sedangkan kelompok Davin yang mengetahui dari anak buahnya yang memata-matai markas BLACK WOLF, kini semuanya juga siap menyambut kedatangan musuh mereka. Coky Millano, Ketua Mafia BLACK WOLF. 


.


.


BERSAMBUNG.


Hai semua, jangan lupa dukungannya. Mungkin beberapa hari lagi novel ini tamat. Sesuai janji dari Author akan ada Give Away.


Namun untuk Give ini berbeda dari sebelumnya.


Jika sebelumnya Pemenang 1,2 dan 3 mendapatkan pulsa 50rb. Tidak untuk saat ini. Novel author sepi, pendapat pun tidak sesuai. Apalagi peraturannya saat lebih ketat. 


Jadi hanya bisa memberikan masing-masing 25rb pulsa dan tidak bisa di uangkan. 


Terimakasih.


Author masih tetap semangat 45. 💪💪💪

__ADS_1


__ADS_2