Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
Penyerangan Coky Millano


__ADS_3

Satu minggu kemudian, kelompok Coky sudah bersiap untuk menyerangan markas THE GOLD HOLD.  Mereka dalam jumlah besar menuju markas Davin untuk menghancurkannya. 


Sedangkan kelompok Davin yang mengetahui dari anak buahnya yang memata-matai markas BLACK WOLF, kini semuanya juga siap menyambut kedatangan musuh mereka. Coky Millano, Ketua Mafia BLACK WOLF. 


.


.


Di markas THE GOLD HOLD,  semua anak buah Davin berpencar menjadi 4 kelompok. Satu, sisi depan, pasukan yang akan menghalau serangan terlebih pertama untuk tidak membiarkan musuh masuk ke wilayahnya. Dua, sisi kiri, penyerang samping. Tiga, sisi kanan, pasukan tersembunyi dan empat, pasukan utama tengah. Pasukan yang akan di pimpin langsung oleh Davin dan Varo.


Semua anak buah Davin di lengkapi dengan senjata elit dan rompi anti peluru. Davin benar-benar menjaga anak buahnya agar tidak jatuh banyak korban. Di tidak ingin perang karena nya memakan banyak nyawa tak bersalah,  karena bagaimana pun juga mereka membela untuk melindunginya. 


Semua sudah bersiap di tempat masing-masing, tinggal menunggu kedatangan musuh nya datang. 


Seorang yang berada tak jauh dari markasnya memantau pergerakan musuh, apakah sudah datang atau belum. Saat menunggu cukup lama, pengintau itu melihat pergerakan dengan jumlah banyak datang ke arah marekasnya. Pria yang tak lain anggota THE GOLD HOLD,  langsung menghubungi Varo dan mengatakan jika musuh sudah bergerak menuju markas.


Bos musuh sudah bergerak, terlihat dengan jumlah yang begitu banyak," jelas pria tersebut.


"Apa kau tahu berapa kira-kira jumlah musuh kita?"


"Mungkin ada sekitar 8000 orang bos," 


"Benar-benar pasukan yang besar," gumam Varo. "Tetap pantau. Jika ada pergerakan aneh, segera laporkan,"


"Baik Bos."


Tak lama menghubungi, pria itu kembali menghubungi bahwa kelompok itu mulai berpencar membagi tiga bagian. Bagian utama di pimpin langsung oleh ketua Mafia BLACK WOLF. 


Varo yang mendengar tersenyum mneyeringai. Dugaannya benar bahwa mereka tidak  menyerang dalam satu sisi, melainkan tiga sisi. Mereka pikir Tuan dan dirinya adalah pria bodoh sampai tidak bisa membaca serangan mereka. Sebelum mereka melakukan penyerangan, dia lebih dulu mengetahui pergerakan itu. Dan jangan harap bisa dengan mudah mengalahkan nya.


"Tuan," 


"Lakukan," jawab Davin mengibaskan tangan, memberi perintah sesuai rencananya. 


"PASUKAN DEPAN MAJU. HALAU MEREKA AGAR TIDAK MASUK KE WILAYAH KITA," Teriak Varo dan pasukan depan pun maju bersiap menghentikan musuh.


"PASUKAN KIRI, BERSIAP," Teriak Varo kembali memberikan instruksi, untuk pasukan tersembunyi bersiap menembak musuh yang datang.


Anak buah Coky kini berpencar ke sisi kiri dan kanan. Mereka akan mengepung dari semua sisi. Namun saat mereka berpencar dan menuju tempat mereka, sebuah tembakan langsung melesat menembus seorang tubuh dari kelompok Paleo.


Syuut…..


Jleb…….


Tubuh seorang barisan pelan langsung ambruk saat peluru itu menembus tempat di jantungnya.

__ADS_1


Semuanya yang melihat langsung terkejut dan panik.


Mereka langsung siap siaga, memegang senjata mereka sambil melihat sekeliling, takut mereka sedang di kepung.


"BERSIAP, MUSUH MENGETAHUI RENCANA KITA," Teriak Paleo pada kelompoknya. 


Tapi belum juga mereka melakukan penyerangan, beberapa tembakan sniper melesat ke arah kelompok Paleo membuat beberapa pasukannya mati.


Paleo yang melihat geram, dua mengumpat kesal.


"Sialan! Cari arah sniper itu berasal!" 


Syuut….


Syuut….


Jleb….jleb….


"Tuan dari arah sebelah sana tembakan itu berasal," tunjuk seorang dari mereka ke arah depan, tempat dimana mereka kan mengambil penyerangan sebelah kanan.


"Sial! Serang mereka. Dan tembak bedebah-bedebah sialan itu!"


"Baik tuan," jawab mereka dan menarik pelatih senjata laras panjang mereka menembak ke arah sniper-sniper itu berada.


Door…..


Door…..


Door…..


Pasukan tersembunyi yang di siapkan Davin langsung muncul saat tembakan itu mengarah ke arah mereka. 


"Benar-benar cari mati meraka," gumam anak buah Davin kesal. "Lenpar bom mini kearah mereka," seru nya.


Anak buah Davin menarik anak panah yang ujung anak panahnya sudah diikat dengan  bom berukuran kecil. Bom yang akan jatuh ke tanah walau dengan gerakan kecil akan langsung meledak. Waluapun bom itu berukuran mini namun daya ledakan nya tak main-main dan itu hanya bisa di rakit oleh Mafia THE GOLD HOLD saja.


Syuuut….


Syuuut….


Syuuut….


Anak panah berterbangan ke arah mereka. Kelompok Paleo uang melihat langsung menghindari setiap anak panah yang melesat ke arah mereka.


Huh…huh….

__ADS_1


Mereka seakan lega, saat anak panah itu tidak menembus tubuh mereka. Namun kelegaan itu tidak pertahan lama, karena tiba-tiba ledakan menghantam tubuh mereka. 


Boom….


Boom….


Boom….


Duuar….Duuar….Duuar…..


Ledakan beruntun itu berhasil membuat banyak anak buah Paleo terluka dan ada juga langsung mati.


"Sial!" Umoat Paleo saat melihat pasukannya banyak yang tewas sedangkan musuh masih berdiri kokoh tanpa ada yang mati di tangan mereka.


"Lempar bom yang sudah di siapkan!" Teriak Paleo pada pasukanya yang masih bertahan.


"Baik tuan," Mereka mengambil Bom beserta racun pelumpuh yang sudah di siapkan dan melemparkan ke arah pasukan THE GOLD HOLD yang sebelumnya memberikan serangan kepada mereka.


Anak buah Davin yang melihat langsung memecet tombol yang ada gelang di tangan mereka, sebuah perisai transparan anti bom langsung muncul dan mereka langsung berlindung di belakang perisai tersebut. Membuat mereka terhindar dari ledakan besar tersebut.


Boom…


Boom…


Boom…


Duuar…..Duuar…..Duaar…..


Ledakan besar menggema di tempat itu dan asap mengepul akibat ledakan besar tersebut. Racun pelumpuh juga ikut meledak, kini bercampur dengan asap ledakan itu, menyebar berbagai arah mengikuti angin.


Tubuh anak buah Davin tidak ada yang terluka. Hanya saja saat ledakan itu membuat mereka semua terpental  beruntung mereka semua tidak ada mati.


Anak buah Davin menjadi geram. Mereka mengambil senjata laras panjang berukuran besar. Dan di telakkan di penyangga besi yang tidak terlalu tinggi.


Dengan jumlah tak terlalu banyak, mereka siap mendidik tubuh lawannya. Senjata besar dan peluru yang berjumlah banyak siap menembus tubuh mereka.


Anggota Paloe juga melakukan sama. Mereka juga siap adu tembak dengan kelompok Davin yang memang tidak bisa di remehkan. Nyatanya semua rencana yang di susun rapi kacau akibat anak buah Davin yang mengetahui.


.


.


.


 

__ADS_1


Bersambung 


__ADS_2