
Nile benar-benar tidak sabar untuk mencincang tubuh Haidar. Memberi pelajaran karena juga berani melaporkannya.
Kebebasan Nile tidak di ketahui oleh Haidar, tapi di ketahui oleh Davin. Membuatnya ingin segera menjalankan rencana dan mengambil hati dan membuat nyaman Rerena bersamanya.
.
.
Nile kini telah berada di mansion meminta laporan Fin tentang Rerena dan Haidar.
"Tuan, dari hasil penyelidikan, Nyonya Rerena dan Tuan Haidar pernah memiliki hubungan sebelumnya, sebelum Nyonya menikah dengan anda," jelas Fin.
"Nile menganggukkan kepala, mengerti. "Jadi mereka adalah sepasang kekasih begitu?"
"Benar tuan,"
"Hm..menarik sekali. Jadi sekarang ini mereka bersama karena ingin menjalin hubungan lagi?"
"Bisa begitu Tuan,"
"Haha....beraninya dia ingin kembali dengan cecunguk itu! Apa dia tidak tahu siapa aku sampai berani berselingkuh di belakang ku! Jangan kira aku akan membiarkan kalian bersama." Ucap Nile dengan seringai nya.
"Fin, urus dia, buat hancur perusahaan nya. Beli saham di perusahaannya, jika mereka menolak, hancurkan saja keluarga mereka," perintah Nile untuk membeli beberapa saham yang berada di tangan pemegang saham di perusahaan HR, Group.
"Baik tuan," jawab Fin dan melakukan tugasnya, menyelidiki siapa saja yang memegang saham di perusahan HR, Group. Dan setelah itu akan mendatangi mereka dengan oming-iming yang lebih besar, dan jika mereka menolak, apa boleh buat hanya bisa dengan kekerasan dan ancaman.
Tak perlu waktu lama, Fin pun memiliki data siapa saja yang memegang saham perusahaan HR, Group. Ia pun langsung menghubungi dan meminta bertemu. Beberapa orang yang di hubungi kini bertemu dengan Fin dan membahas tentang apa yang di inginkan Fin rentang saham mereka. Dan mereka pun menyetujui, menjual saham mereka karena dengan imbalan uang cukup memuaskan.
"Terimakasih Tuan Fin," ucap mereka semua mendapat tangan Fin, puas karena mendapatkan jumlah nilai lebih dari saham yang di miliki mereka.
"Terimakasih juga telah mau bekerja sama dengan saya tuan-tuan," jawab Fin membalas.
Setelah apa yang di inginkan tercapai, Fin memberitahukan kepada Tuannya bahwa semuanya berjalan lancar. Dan esok hari akan datang keperusahaan HR, Group untuk memberi kejutan kepada Haidar.
"Aku tidak sabar melihat wajah terkejutnya," Senyum Nile menyeringai. Ingin melihat Haidar syok tentang kenyataan separuh sahamnya berada di tangannya.
"Benar tuan," jawab Fin juga tidak sabar melihat Haidar terkejut dengan kenyataan esok hari.
__ADS_1
.
.
Di Mansion milik Davin, Davin mendengar penjelasan Varo, tentang Fin yang membeli beberapa saham di perusahaan HR Group.
"Sepertinya Nile tidak bisa menahannya lagi."
"Benar tuan. Dan saya yakin setelah ini perseteruan mereka akan di mulai,"
"Em, kau benar. Sebentar lagi pertunjukan yang lebih seru akan di mulai," jawab Davin senang. "Oh, ya bagaimana dengan Arkana?"
"Dia sudah mendapatkannya tuan, dan ini surat nya," jawabnya menyerahkan.
Davin mengambil dan melihatnya, senyuman kecil muncul di bibirnya. "Buat salinanannya dan kirim ke tempat Haidar, aku ingin Haidar tahu bahwa Nile dan Rena telah bercerai,"
"Baik tuan," jawab Varo dan pamit undur diri, melaksanakan tugas yang di berikan kepada nya.
Varo meminta seorang anak buahnya mengirim amplop coklat itu ke Haidar langsung. Haidar yang tidak tahu itu apa dan dari mana asalnya, membuka. Di bacanya baris tiap baris. Saat membaca nama Rerena Aprilia Marcell dan Nile Alvarendra bercerai, Haidar terkejut, jantungnya berdetak cepat mentahui hal yang tidak di sangkanya.
Bagaimana bisa Rerena dan Nile bercerai, Dan sejak kapan? Tapi saat melihat tandangan itu milik Nile, kini ia tahu Nile memang telah menceraikan Rerena.
Dengan terburu-buru, Haidar langsung mencari keberadaan Rerena. Di lihatnya Rerena sedang duduk sendiri menonton televisi di ruang tengah. Haidar menghampiri dan duduk di samping nya.
Rerena yang melihat Haidar datang menatapnya dengan bingung, apalagi saat melihat wajah bahagianya.
"Ada apa? Apa ada hal yang membuat mu bahagia? Ku lihat wajah mu begitu senang,"
"Ya, aku memang sedang bahagia. Kau tahu apa yang membuat ku seperti ini?" tanya Haidar dan Rerena menggeleng, tidak tahu. "Aku bahagia karena akhirnya bisa memiliki mu seutuhnya,"
Rerena yang tidak mengerti maksud apa yang di katakan Haidar, menatapnya penuh tanya. Melihat wajah bingung Rerena, Haidar tertawa kecil. "Ambillah," Haidar menyerahkan amplop berisikan surat perceraian Rerena dan Nile.
Dengan wajah bingung, Rerena mengambilnya dan membukanya. Di bacanya dengan teliti. Deg, itu tidak.percaya dengan apa yang di lihatnya. "Aku telah bercerai dengan nya?" gumamnya masih tidak percaya.
"Ya, kamu saat ini bukan lagi istri Nile, dia telah menceraikan kamu,"
Rerena menatap Haidar, ia masih tidak percaya dengan kenyataan ini. "Benarkah aku telah bercerai dengan nya?"
__ADS_1
"Tentu saja," jawab Haidar dan langsung mendapatkan pelukan dari Rerena, karena terlalu senangnya.
"Terimakasih, terimakasih telah membantu ku," ucap Rerena mengira yang melakukannya adalah Haidar.
Haidar yang mendengar hanya mengangguk, padahal bukan dirinya yang melakukannya, entah siapa Haidar sendiri tidak tahu. Tapi yang pasti ia mengucapkan terimakasih karena telah membantunya.
"Mulai sekarang kita akan bersama. Tidak ada yang bisa menghalangi kita. Dan untuk selanjutnya tinggal kita menyelamatkan kedua orang tua mu dari tangan Nile Alvarendra," Rerena mengangguk, benar yang di katakan Haidar, kini tinggal menyelamatkan kedua orang tuanya.
Tapi Haidar tidak tahu bahwa kebahagiaan itu tidak akan berlangsung lama. Ada yang menginginkan kehancurannya dan ada yang ingin memisahkan dirinya dengan kekasihnya, siapa lagi jika bukan Nile dan Davin yang memiliki tujuan sama.
.
.
Keesokan harinya, Haidar pergi ke perusahaan dengan penuh kebahagiaan, senyumannya terus terukir di bibirnya. Hingga akhirnya dirinya sampai di perusahannya.
Asistennya yang mengetahui Haidar telah sampai langsung menghampiri, ia mengatakan jika ada hal penting yang harus di sampaikan, sangat penting.
"Tuan, ada hal penting yang harus saya sampaikan,"
"Kita bicara di ruangan ku,"
"Baik tuan,"
Tak perlu waktu lama, mereka berdua kini telah sampai di ruangan Haidar berada. Haidar duduk di kursi kebenarannya dan akan mendengar penjelasan Asistennya.
"Katakan!"
Asiatennya pun menjelaskan semuanya tentang saham yang kini berpindah alih. Tapi siapa pembelinya, Asisten nya belum mengetahui, karena itu rahasia. Dan jika tidak salah hari ini pembeli saham itu akan datang ke perusahannya.
Haidar sempat terkejut, kenapa bisa ini terjadi. Kenapa pemegang saham sebelumnya tidak ada yang konfirmasi dengan nya. Bahkan ia tidak tahu siapa pembeli saham yang baru ini.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung