
Setelah kelompok kanan dan kiri menyelesaikan tugas mereka. Kini pasukan yang tersisa pergi menuju pasukan depan untuk membantu pasukan utama mengalahkan musuh.
Semua bergerak ke arah depan. Di lihatnya pasukan depan sangat-sangat kacau karena pertarungan yang lebih sengit dari bagian kelompok kanan dan kiri.
Melihat hal itu mereka langsung berlari dan membantu melawan anggota BLACK WOLF.
Door….
Door….
Door….
Tembakan mereka lesatkan untuk membunuh anak buah Davin. Dan ada pula yang langsung menyerang dengan jarak dekat.
Bug….
Bug….
Bug….
Pukulan dan tendangan juga menyertai pertarungan sengit itu untuk menjatuhkan lawan mereka.
Bahkan tak hanya tembakan dan pertarungan jarak dekat, mereka juga melemparkan bom dan granat untuk membunuh musuh dalam sekali serang.
Boom….
Boom….
Duuar….
Duuar….
Ledakan besar membunuh beberapa orang sekaligus, hingga membuat tanah berlubang dan asap mengepul tinggi.
Namun semua itu tidak menurunkan semangat perang BLACK WOLF, mereka membalas dan melempar beberapa Bom kearah THE GOLD HOLD.
Boom….
Boom….
Duuar….
Duuar….
Bahkan mereka juga lirik, menamakan kan lembaran racun di bom tersebut. Hingga asap dari racun di hidup oleh semua yang ada di sana.
Namun beruntungnya anak buah Davin tidak terpengaruh dan itu membuat anggota BLACK WOLF terkejut.
"Bagaimana bisa?"
Senyum seringai di setiap anak buah Davin, mereka tidak akan membiarkan mereka hidup. Apapun yang terjadi, harus bisa membunuh BLACK WOLF.
"SERANG!"
Serunya kini bertarung kembali dan pertarungan ku kembali terjadi sengit.
.
__ADS_1
.
.
Di pertarungan Davin dan Coky, Davin memukul dagu Coky dengan sikunya, membuat Coky menuntaskan seteguk darah dari mulutnya. Bahkan tubuhnya terpental kecelakaan dan jatuh.
Bug….
Coky berusaha bangun. Tubuhnya di penuhi luka dan darah akibat pertarungannya yang sangat sengit dengan Davin.
Bukan hanya Coky saja yang mendapatkan luka, Davin juga mendapatkan luka. Hanya saja, luka yang di dapat Davin tidak separah luka milik Coky.
Hah….hah….
Nafas Coky terengah-engah. Kini dia berdiri dengan tubuh tidak tegak karena rasa sakit di bagian perut akibat tinjuan tepat di perutnya.
"Apa kau masih akan melanjutkan?"
"Tentu saja, sampai siapa di antara kita mati,"
"Tapi ku rasa kematian ada pada diri mu," jawab Davin membuat Coky mengepal kuat, marah.
Tanpa berkata lagi, Coky maju menyerang kembali Davin. Namun pertarungan ini tidak seperti sebelumnya yang ganas, melainkan sedikit melambat, mungkin karena luka yang mereka miliki.
Bug…
Bug…
Bug…
Tubuh Coky kembali terpental dan jatuh. Davin tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia maju dan hendak menendang lagi, namun belum juga kaki itu berhasil menendang, kaki Coky terangkat dan menendang perut Davin dengan keras. Membuatnya mundur beberapa langkah.
"Akan ku buat kau menderita dan tahu apa itu artinya ketakutan,"
Bug…
Bug…
Bug…
Tubuh Davin berhasil di tendang membuat Davin tersungkur. Coky juga tidak memberikan kesempatan. Di maju dengan harapan dapat membunuh Davin saat ini.
Davin yang melihat mengerutkan kening, matanya melihat sekeliling, terlihat ada sebuah pisau tak jauh darinya. Saat Coky hendak memukulnya, Davin menggulingkan Tubuh dan mengambil pisau tajam itu dengan kerjakan cepat. Dan setelah itu mengibaskan tangannya, menggorok tepat di leher Coky.
Craas…..
Tes….
Tes….
Darah langsung menetes di bagian leher Coky membuat Coky melemah dan akhirnya jatuh tepat di samping Davin dengan mata terbuka.
Davin menatap tubuh Coky yang tergeletak di tanah. Perlahan tahunnya terulur, untuk memastikan apa yang di pikirkan nya. Apakah Coky mati atau tidak.
Saat tangan itu memastikan, sebuah peluru melesat menembus bahu Davin sebelah kiri, membuat Davin menjerit karena rasa sakit tembakan yang mengotak dagingnya.
Davin menoleh dengan tatapan tajam, melihat siapa yang berani menembak nya dari arah belakang. Dengan wajah pucat, Davin berdiri dan berbalik menghadap pria yang tak tahu diri itu.
__ADS_1
Pria yang menembak itu mundur beberapa langkah, takut akan tatapan tajam dari pria yang baru di tembaknya.
Davin yang menahan rasa sakit di sekujur tubuh, berjalan maju, tatapannya sama sekali tidak teralihkan. Tubuhnya yang banyak luka dan darah, membuatnya semakin mengerikan. Saat melewati anak buahnya yang memegang senjata api, Davin mengambilnya dan mengarahkannya ke arah pria tersebut.
Pria itu juga mengarahkan senjatanya, berharap Davin mati dan dirinya selamat, namun nasib berkata lain, senjata yang dipegangnya ternyata kehabisan peluru dan itu membuatnya mengumpat kelas.
Pria itu membuang senjatanya dan melarikan diri. Namun Davin yang melihat tidak akan membiarkan nya lolos, dia membidikkan senjatanya dan menembakkan nya ke arah punggung pria tersebut.
Dooor….
Dooor….
Dooor…..
Beberapa tembakan melesat dan menembus punggung pria itu tersebut, dan membuat nya mati di tempat.
Bug….
Tubuh itu jatuh di tanah dengan keadaan tengkurap.
Bug…
Davin juga terjatuh, namun sekuat tenaga ia menahan kesadarannya, menumpu tubuhnya dengan kaki dan tangannya.
Anak buah Davin yang ada di sekitar tempat itu melihat tuan mereka dalam keadaan tidak baik-baik saja langsung menolong, membantunya.
"Tuan! Tuan tidak apa-apa?"
Davin menggeleng, "Bawa aku pergi dari sini,"
Dua anak buahnya membawa Davin meninggalkan tempat pertarungan yang masih berlangsung itu.
"Katakan pada Varo jika dia masih hidup untuk memberi peringatan kepada musuh agar mereka menyerah, bos mereka telah mati di tangan ku,"
"Baik tuan. Akan saya sampaikan pada Bos Varo,"
Davin langsung di bawa beberapa anak buah nya pergi dari markas menuju rumah sakit untuk melakukan operasi karena ada beberapa peluru yang bersarang di tubuhnya. Apalagi saat ini Davin sudah tak sadarkan diri.
Dengan mengendarai kendaraan begitu cepat, tak butuh waktu lama, Davin telah sampai di rumah sakit terdekat. Beberapa Dokter langsung membawa Davin ke rumah operasi untuk menyelamatkan nyawa pasien berharganya. Jika sampai pasien ini mati, sudah di pastikan seluruh Dokter di sana akan mendapatkan hal buruk yang mengerikan, yaitu kematian.
.
.
Di markas, Vari juga mendapatkan luka yang sangat parah, namun dia menguatkan diri untuk mengumumkan bahkan musuh telah kalah. Bos mereka telah mati di tangan ketua THE GOLD HOLD.
Mendengar kekalahan Bos mereka, mereka seakan tidak percaya. Ingin kabur dan menyelamatkan diri masing-masing. Namun anggota THE GOLD HOLD tidak membiarkan itu terjadi, mereka menembak setiap orang yang mencoba kabur dari tempatnya, hingga akhirnya seluruh anggota BLACK WOLF musnah tanpa sisa, dan kemenangan di menangkan oleh Mafia THE GOLD HOLD.
Anak buah Davin yang tersisa membersihkan semua kekacauan di tempat itu. Untuk yang terluka mereka langsung mendapatkan penanganan terbaik. Sedangkan untuk yang mati, mereka menguburkannya secara masal, karena tidak mungkin bagi mereka mengubur satu persatu mayat-mayat yang berjumlah ribuan itu.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung