Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
Membuat Nile Bangkrut


__ADS_3

Anak buah Davin langsung menghubungi Recky, memintanya untuk mencari siapa dalang di balik semuanya. Bos mereka ingin tahu apakah itu sama dengan pelaku yang membuat Nonanya bahaya atau tidak.


Recky yang di perintah langsung dengan cepat bekerja, mencari siapa pemilik nomor panggilan terakhir. Namun saat menemukan koordinat lokasi dari pemilik nomor, Recky mengerutkan kening. Kediaman Nile Alvarendra.


.


.


Recky tidak ingin menunggu lama lagi. Recky menghubungi Varo memberitakan bahwa titik koordinat lokasi pemilik nomor ada di kediaman Nile.


"Bos,"


"Katakan, apa kau menemukannya?"


"Sudah bos. Titik terakhir panggilan itu ada di kediaman Tuan Nile Alvarendra,"


Davin yang ada di depan Varo langsung menggebrak meja.


"Kurang ajar! Beraninya pria sialan itu mencoba membunuh wanita ku. Varo lakukan seuatu dengan perusahan cabangnya. Buat bangkrut perusahaaannya malam ini,"


Davin sungguh sangat marah saat mengetahui hal ini. Nafasny sudah memburu, wajahnya memerah dengan rahang mengeras. Dia tidak akan membuat Nile damai dengan apa yang telah di lakukannya. Belum cukuplah dulu Nile menyiksa, tapi kini dengan berani dan lancangnya lagi dia mencoba membunuh wanita yang di cintainya.


"Baik tuan saya akan melakukannya. Roy, bantu aku,"


Em, Roy mangangguk dan akan melakukan apa yang di perintah Bosnya. Ini sungguh keenangan baginya mengobrak-abrik data perusahaan musuhnya.


Namun sebelum mereka melakukannya, Recky yang masih terhubung mengatakan hal lagi yang membuat mereka bingung dan berpikir keras.


"Bos, nomor itu bukanlah milik Tuan Nile. Tapi milik seseorang," jelasnya membuat mereka saling tatap.


"Bukan milik Nile? Lalu milik siapa?" batin mereka semua.


"Lalu milik siapa?"


"Milik seorang wanita bernama Nadira Smith,"


"Nadira Smith? Siapa itu?" tanya Varo tidak mengenal siapa itu Nadira Smith.


"Saya akan mencari datanya terlebih dahulu Bos, siapa itu Nadira Smith,"


"Temukan secepatnya," perintah Varo dan diangguki Recky.


Panggilan pun berakhir. Mereka saling berembuk dan bertanya tentang siapa Nadira Smith. Mungkinkah Nile memiliki kubu yang mendukungnya?


"Apakah wanita itu pendukung lain Nile? Tapi kenapa harus berada di kediaman Nile?" Davin terus berpikir, kenapa seorang wanita ikut campur dalam hal ini. Mungkinkah wanita itu punya hubungan dengan Nile dan mencoba menyingkirkan Rerena. Jika itu benar, wanita itu cukup bahaya. Apalagi saat mengetahui Wanita itu memiliki racun yang ternyata mematikan.

__ADS_1


Semua kini jadi berpikir bahwa itu adalah wanita yang sama yang memberikan racun di tubuh Rerena. Karena mereka tidak mengetahui wajah asli siapa pelakunya, dan kini Nadira menjadi sasarannya.


.


.


Roy melakukan tugasnya, mengobrak-abrik dan membobol data rahasia perusahaan NL Crop's cabang. Kurang dalam satu jam Roy berhasil meretas server milik perusahaan Nile. Dan akhirnya berhasil mencuri dan membocorkannya. Orang-orang IT perusahan Nile kalangan kabut saat mereka tidak berhasil mempertahankan data perusahannya. Dan akhirnya salam satu jam semua investor menarik semua inverstasinya.


Nile yang di hubungi marah. Beraninya ada yang mencuri data perusahannya. Wajahnya menggelap, dia tidak tahu siapa pelakunya. Karena saat mereka ingin mencari IP pemilik orang tersebut, komputer mereka terserang virus dan mati, tidak bisa di nyatakan lagi.


"Sial! Badjingan yang berani bermain dengan ku,"


Fin yang juga bingung terus menghubungi beberapa anak buahnya untuk mencari siapa pelakunya. Dan jika biasa mereka harus memulihkan data tersebut agar semuanya kembali normal. Namun semua tidak di biarkan oleh Roy. Roy terus bergerak lincah dengan jari-jarinya yang gesit. Mengirim virus-virus buatannya untuk menyerang Server yang mencoba masuk di Komputernya.


Bip.


Komputer beberapa anak buah Nile yang menyelidiki kembali mati saat Roy berhasil menggagalkan niat mereka.


"Bos, kami gagal bos. Mereka sepertinya memiliki peretas yang handal, kami tidak sanggup membobol alamat IP nya."


"Dasar bodoh,"


Nile begitu marah. Dalam satu malam perusahannnya langsung bangkrut. Ia mengusap kasar kepalanya.


Teringat dengan perusahaan pusat miliknya. Dengan cepat Nile meminta untuk mereka melindungi data perusahaan milik nya pusat. Nile tidak ingin kecolongan lagi dan membuatnya jatuh miskin.


Nile saat ini begitu frustasi. Uang dengan jumlah banyak dalam satu satu malam hilang. Siapa pelakunya pun Nile tidak mengetahui dan itu membuatnya pusing.


Tiba-tiba terdengar suara panggilan dari nomor tak di kenal masuk. Nomor privat.


"Siapa yang kurang kerjaan menghubungi ku dengan Nomor Privat,"


Nile mengangkat panggilan itu. Namun saat telinganya mendengar apa yang di katakan si penelepon Nile mengeraskan rahang marah.


"Tuan Nile, apa anda suka kejutan yang saya buat untuk anda?"


"Badjingan sialan! Siapa aku ini?"


"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Tapi ku harap kau berhati-hati dengan ku. Jangan berani mencoba menyentuh apa yang menjadi milik ku. Jika kau berani, bukan hanya perusahaan cabang yang akan ku buat bangkrut dalam semalam. Tapi perusahaan pusat NL Crop's akan ku buat gulung tikar dalam waktu semalam."


"Badjingan sialan, berani kau!"


"Hahahaha.......Penelepon yang tak lain adalah Davin tertawa keras mendengar Nile begitu marah. Davin yakin Nile saat ini sedang kacau.


"Ini tidak seberapa dengan rasa sakit yang ku rasakan. Tapi percayalah, jika kau berani menyinggung ku lagi. Bukan NL Crop's pusat saja yang akan hancur, tapi bisnis ilegal mu juga akan ku hancurkan,"

__ADS_1


Bip


Davin memutus panggilan secara sepihak. Sedangkan Nile sudah sangat marah. Dia membanting ponsel ke lantai hingga pecah. Fin yang melihat hanya diam, berpikir. Siapakah lawan yang mereka hadapi ini. Bagaimana dengan mudahnya membuat Tuannya begitu kacau dalam semalam.


"Tuan,"


"Siapa badjingan tengik ini sebenarnya?"


"Sepertinya dia mengenal kita dengan begitu baik, sampai tahu bahwa kita memiliki bisnis hitam."


"Temukan badjingan sialan ini. Aku ingin membunuh dan mencincangnya."


Namun Fin yang di perintah hanya diam. Bagaimana caranya menemukan siapa orang itu, karena nomor yang menghubungi menggunakan Nomor Privat yang tentunya tidak akan bisa menemukannya.


.


.


Jika Nile kacau karena perusahaan nya bangkrut dalam semalam. Nadira yang ada di dalam kamar mondar mandir, saat tahu ponselnya di sadap oleh seseorang tidak di kenal.


"Aku harus menghubungi Daddy. Tapi sebelum itu aku harus membuang nomor ini agar orang-orang tidak menemukan ku. Sialan! Ini pasti gara-gara anak buah tidak berguna itu yang tertangkap oleh mereka. Sebenarnya siapa mereka ini sampai melindungi wanita jala-ng itu,"


Nadira membuang nomor ponselnya dan menghubungi Daddynya menggunakan nomor lain.


Tut


Tut


Tut


"Hallo Dad,"


"Nadira ada apa putri ku? Apa kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan Nile, apa dia memperlakukan mu dengan baik?"


"Buruk Dad,"


Tuan Smith yang mendangar mengerutkan kening. Buruk? Apa maksud putrinya. Mungkinkah Nile memperlakukan putrinya dengan tidak baik. Darah Tuan Smith mendidih membayangkan Nile melakukan hal buruk pada putri kesayangannya. Tuan Smith tidak terima dan akan memberi pelajaran pada pria yang kurang di untung itu.


.


.


Bersambung


Hai hai semuanya. Jangan lupa Like, komen dan Votenya. Mohon dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2