Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
Membawa Pulang Orang Tua Rerena


__ADS_3

Nile yang mendengar sangat terkejut. Bagaimana bisa kelompok mafia papanya kalah dalam satu semalam. Padahal kelompok mafia papanya cukup kuat. Bukankah berarti lawan papanya adalah orang yang memiliki kekuatan lebih besar dari papanya. Tapi siapa?


Nile tidak tahu jika pelakunya adalah Davin, orang yang membuatnya marah karena seorang wanita. Jika dia tahu pelakunya adalah Davin, mungkin Nile langsung mencari keberadaan Davin untuk membunuh dan meredakan amarah serta kebencian nya.


.


.


.


Davin dan kedua orang tua Rerena kini sudah ada di jet pribadinya menuju Villa. Davin tidak sabar memberikan kejutan untuk wanitanya. Wajah cerah dan senyum merekah pasti akan dapat ia lihat. Karena selama ini Davin tahu Rerena merindukan kedua orang tuanya.


Drrt…


Drrt…


"Hallo tuan," jawab Alesa pada panggilan Davin.


"Dimana dia?"


"Nona ada di halaman belakang tuan, melihat pemandangan danau,"


"Apa dua sudah lebih baik sampai kamu membawanya keluar?"


"Sudah tuan. Lagi pula ini untuk kebaikan nona juga agar suasana hati nya jauh lebih baik. Tidak suntuk,"


"Baiklah. Aku tutup teleponnya,"


"Apa anda tidak ingin berbicara dengan nona?" 


Davin diam. Jujur dia ingin berbicara dan melihat wajah Rerena. Namun saat ini mereka tidaklah dekat, karena Rerena menganggap dirinya orang asing di matanya bukan Daniel yang seperti dia kenal.


"Tidak usah. Biarkan dia menikmati waktunya saja,"


"Baik tuan," 


Panggilan pun berakhir.


.


.


.


Di tempat lain, seorang wanita baya mendapatkan informasi tentang apa yang di lakukan putra nya selama ini. Rasa rindu karena tidak pernah dihubungi atau di jenguk membuatnya kesal dan akhirnya menyelidiki semuanya tanpa terkecuali.


Queen, ibu Davin sedang mendengar penjelasan dari seorang bawahannya yang mencari informasi tentang kegiatan putranya Davin.


"Jelaskan,"


"Tuan muda saat ini tinggal di sebuah Villa. Seperti biasa beliau mengurus perusahaannya dengan baik."

__ADS_1


"Apa hanya itu?"


"Tuan muda pernah menyamar menjadi seorang pelayan di kediaman Nile Alvarendra dan juga di kediaman Haidar Tonson,"


"Pelayan?" Kening Queen berkerut saat mendengar putranya merendahkan dirinya menjadi seorang pelayan. "Apa kau tahu alasannya?"


"Tuan muda sepertinya mendekati seorang wanita disana,"


Wanita?" Queen semakin terkejut. Kenapa dia tidak pernah mendengarnya bahwa putranya dekat dengan seorang wanita. Tapi kenapa sampai menyamar menjadi seorang pelayan. "Lanjutkan."


"Wanita itu adalah istri Tuan Nile Alvarendra."


"Apa!"


Queen begitu Syok saat mendengar putranya ternyata menjadi pelayan hanya karena seorang wanita yang statusnya menjadi istri orang. 


"Kamu tidak salah dengan informasi mu kan?"


"Tidak nyonya.  Memang itu yang di lakukan oleh Tuan muda. Tuan muda melakukan berbagai cara dan akhirnya membuat wanita itu bercerai dengan Tuan Nile Alvarendra."


Queen memijit pelipisnya karana pusing mendengar cerita anak anak buahnya. Bagaimanakah bisa putranya melakukan hal gila itu. Apa tidak ada wanita lain selain wanita yang menjadi istri orang. 


"Apa kau tahu alasannya?"


"Untuk alasannya saya tidak tahu nyonya. Hanya saja wanita tidak di perlakukan baik oleh suaminya.  Dan mungkin itu alasan tuan membuat mereka cerai."


"Terus."


"Setelah mereka bercerai, tuan kembali menyamar menjadi pelayan sekaligus penjaga wanita itu di kediaman Tuan Haidar. Bahkan tuan muda membuat skenario menyuruh anak buahnya untuk menjadi penjahat di jalanan,"


"Dasar anak nakal. Lalu sekarang?"


"Tuan membawa wanita itu ke Villa bersamanya setelah kejadian kecelakaan yang di rencanakan. Wanita itu bahkan dingin di bunuh pihak yang tak di kenal. Di berikan racun sehingga membuatnya menjadi lumpuh,"


"Lumpuh?"


"Benar nyonya. Tapi sepertinya itu bukan kelumpuhan permanen."


"Baguslah." Leganya. Bukan karena tidak ingin Davin mencintai wanita lumpuh. Hanya saja dunianya lebih berbahaya. Jika musuh Davin mengetahui hal itu sudah di pastikan akan menjadi kelemahan nya.


"Apa ada lagi?" Tanya Queenyang sepertinya melihat ada lagi yang ingin di bicarakan bawahannya.


"Tuan menghancurkan Mafia RED BLOOD tadi malam nyonya," 


"Mafia RED BLOOD? Buat apa di melakukannya.  Bukankah Mafia itu tidak pernah berseteru dengan kelompok kita?"


"Itu karena kedua orang tua wanita itu di tahan oleh mereka,"


"Itu pelajaran buat mereka. Biarkan saja. Oh, ya apa kau tahu siapa yang memberikan racun itu?"


"Nona Bella," 

__ADS_1


"Berani sekali dia. Kau tahu siapa dalang pembuat racun?"


"Masih saya selidiki,"


"Baiklah. Kabar kan pada ku jika kamu sudah menemukannya. Untuk Bella biarkan itu urusannya Davin. Aku yakin sebenarnya putra ku tahu. Hanya saja dia ingin mengetahui siapa yang ikut terlibat dalam aksi yang di lakukan Bella," 


.


.


.


Di kediaman Smith. Taksa saat ini sedang bersama Paleo Smith. Dia menceritakan semuanya tanpa terkecuali tentang yang di alaminya. Bahkan perusahaannya kini nyaris ikut bangkrut karena ulah seseorang tadi malam saat bersamaan penyerangan itu berlangsung.


"Apa kau tahu siapa mereka?"


"Aku tidak mengenalnya. Bahkan aku tidak tahu nama kelompoknya. Aku tidak bisa mencari tahu karena semua anak buah ku mati di tangan mereka." Jelas Taksa frustasi.


"Sepertinya kelompok ini bukan sekelompok sembarangan. Dan ku yakin perusahan mu bangkrut pasti juga ulah mereka."


"Aku juga merasa seperti itu. Tapi selama ini aku tidak pernah menyinggung kelompok mana pun. Jika kelompok itu kelompok yang sama di wilayah ku, tidak mungkin mereka memiliki keberanian."


Taksa terlalu percaya diri bahwa kelompoknya di wilayahnya yang paling kuat. Yah, memang sebelumnya seperti itu. Tapi semenjak kelompok Davin masuk di wilayahnya tanpa membuatnya curiga, kelompoknya bukan lagi Mafia terkuat.


"Ya, kamu benar. Sepertinya kelompok itu kelompok dari luar wilayah mu."


"Oh ya, aku datang karena ingin meminta bantuan mu untuk menyelidiki siapa kelompok itu. Aku yakin kelompok mu mampu mengalahkan mereka."


"Akan ku usahakan. Setelah aku tahu, akan ku hubungi diri mu. Oh ya, bagaimana dengan bisnis Nile?"


"Cabang perusahaannya telah bangkrut dan itu di sebabkan oleh seorang pengusaha  bernama Davin Menzies,"


"Davin Menzies?" Paleo sedikit terkejut dengan nama yang di sebutkan Taksa. Pasalnya dia mengenal baik nama itu. Nama seorang pengusaha dan keturunan dari keluarga yang tidak bisa di singgung. Keluarganya cukup rumit membuat banyak orang tidak berani menyinggungnya. Kecuali memang benar-benar musuh yang memiliki kekuatan yang setara.


"Katakan pada putra mu untuk tidak berurusan dengan nya."


Taksa bingung, dia mengerutkan keningnya, "Kenapa?"


"Katakan saja, jika dia tidak ingin menyesal,"


"Baiklah."


Sebenarnya Taksa merasa penasaran alasan Peleo melarang putranya berurusan dengan pengusaha bernama Davin.  Tapi dia tidak ingin bertanya lebih lanjut karena sepertinya Paleo enggan untuk menjelaskan nya. 


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2