Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
Menunjukkan Diri Sebagai Dalangnya


__ADS_3

Taksa dan Paleo kini sudah berada di kediaman Nile. Paleo juga memberi perintah pada beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Nadira yang dibawa Zai dan Reyhan.


Sedangkan dirinya bersama dengan Nile dan Taksa.


"Nile, bantu paman mencari Nadira,"


"Bukankah anak buah paman sudah mencari nya? Lebih baik tunggu saja mereka. Aku sangat sibuk." Nile menolak, tidak ingin waktu nya terbuang hanya karena mencari keberadaan Nadira. Dan alasan lainnya karena Nile tidak ingin melihat wanita menjijikkan itu.


"Kamukan tunangan nya, tolong cari wanita mu. Paman khawatir terjadi sesuatu dengannya,"


"Siapa yang akan sudi menjadi tunangan nya. Tubuhnya membuat ku jijik," gumam Nile dalam hati.


"Akan ku usahakan," jawab Nile namun tidak janji. Perusahaannya masih kacau dan sekarang di minta mencari Nadira, sungguh konyol. Dirinya tidak akan melakukannya, lebih baik mengurus perusahaannya yang sudah jelas sedang bermasalah daripada mengurus wanita yang tidak jelas sikapnya.


Anak buah Paleo mencari ke penjuru tempat untuk menemukan nona-nya berada. Namun bukannya menemukan keberadaan nona-nya, mereka malah di hadang  dua mobil hitam yang di antara nya di dalamnya ada Davin.


Davin memang berniat muncul agar Paleo, Taksa dan Nile tahu bahwa dirinya pelakunya. Namun tidak  mempermudah untuk mereka mendekatinya. Davin hanya ingin membuat mereka marah dan mencoba menyerangnya. Karena yakin saat ini mereka telah bekerjasama. 


Anak buah Davin semua keluar dari mobil termasuk dirinya sendiri. Davin menyandarkan tubuhnya di mobil sambil matanya menatap seluruh anak buah Paleo.


"Selesaikan semua dan sisakan satu,"


"Baik tuan." Jawab mereka kompak.


Mereka tanpa basa-basi langsung menyerang anak buah Paleo yang hanya berjumlah beberapa itu. Dengan keahlian bertarung yang handal anak buah Davin dengan mudah membunuh mereka semua dan menyisakan seorang dengan tubuh babak belur.


"Tuan, akan kita apakan dengan yang satu ini,"


"Seret dia kesini?"


Anak buah Davin menyeret paksa seorang anak buah Paleo tepat di depan Davin.


Brug…


Davin menjambak rambut pria itu dan membuatnya mendongak.


"Apa kau melihat wajah ku dengan jelas?" Tanya Davin dan pria itu mengangguk.


"Katakan pada bos mu aku lah pelaku dari semua nya. Penyerangan Markas milik Taksa, hancurkan perusahaan NL Crop's dan juga penculikan gadis bernama Nadira."


Anak buah Paleo terkejut. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan dalang pelaku sebenarnya. Namun kenapa pria itu malah mengekspos diri, seolah tidak takut sama sekali dengan tuannya. 

__ADS_1


"Nama ku Davin, kau harus mengingatnya dengan jelas." Davin melepas dengan kasar jambakannya dan membuat kepala pria itu membentur aspal jalan, dan keningnya terluka.


"Antar pria itu sampai depan kediaman Nile. Jangan biarkan dia mati sebelum dia mengatakan semuanya."


"Baik tuan."


Davin tahu saat ini Taksa dan Paleo berada di kediaman Nile. Maka dari itu dia ingin mempermainkan mereka. 


"Seperti nya setelah ini hari-hari ku akan sibuk."


Davin tahu pasti Paleo dan Taksa tidak akan tinggal diam. Mereka akan menyerangnya untuk balas dendam akan apa yang Davin lakukan. Dan tidak menuntut kemungkinan, pihak yang bersembunyi akan muncul dari sarangnya. 


"Huh, aku tidak sabar untuk mengakhirinya dan hidup bahagia dengan wanita ku. Aah, aku sangat merindukannya," gumamnya dan kembali ke Villa. 


Sedangkan Zai dan Reyhan yang sebelumnya telah di hubungi Varo, jika mereka telah selesai bermain, di perintah untuk mengirim Nadira kembali ke kediaman Nile, dengan syarat Nadira harus mendapatkan banyak luka di tubuhnya.


Nadira yang telah di pakai oleh mereka hingga kelelahan tidak bisa melawan saat tubuhnya di siksa oleh Zai dan Reyhan tanpa ampun. Wanita itu hanya bisa menjerit dalam hati membayangkan nasibnya yang sangat buruk. Dan semua itu pasti karena Rerena wanita sialan itu.


Tubuh Nadira di seret dan di lempar ke dalam mobil. Zai dan Reyhan sekarang pergi mengantarkan Nadira kembali ke tempat Nile. Mereka seakan tidak peduli dengan kondisi tubuh Nadia yang telan-jang, dan penuh luka. Baik itu luka cambuk, luka tamparan maupun tendangan dan pukulan. Menurut mereka Nadira memang pantas mendapatkan saat mengingat niatnya yang ingin mencelakai nona mudanya.


Brug….


Tubuh Nadira di lempar dan di tinggalkan di depan pintu gerbang. Tidak ada yang mengetahui siapa mereka, karena mereka menggunakan penutup wajah yang hanya terlihat matanya saja.


Security yang melihat keadaannya dengan cepat langsung membopong telan-jang nonanya yang penuh luka masuk ke dalam rumah.


Hari ini hari penuh kejutan. Belum lama seorang pria di lempar dari dalam mobil dengan keadaan sama, terluka. Kini harus melihat kembali nona-nya dalam keadaan mengenaskan dan memprihatinkan. 


Seorang pria di dalam yang sebelumnya telah di hajar anak buah Davin kini dicecar pertanyaan oleh Taksa, Paleo dan Nile.


"Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa sampai seperti ini? Dan lainnya mana?"


"Maafkan saya tuan, hanya saya saja yang selamat dan itu pun karena mereka sengaja melepaskan saya. Dan untuk lainnya mereka semua telah mati," jawab pria itu dengan lemah.


Tubuh Paleo ambruk, dia mengusap kepala nya frustasi. Bukankah semua gerakannya telah di pantau oleh musuh sampai mereka mengetahui anak buahnya yang di perintah untuk mencari keberadaan putrinya.


"Siapa sebenarnya mereka?" Gumam Paleo berpikir siapa musuhnya ini sebenarnya. 


"Tuan saya tahu siapa orangnya," jawab pria itu saat mendengar gumaman tuannya. 


"Katakan, siapa dia?"

__ADS_1


"Dia bernama Davin. Pria itu juga mengatakan jika dia adalah pelaku hancurnya markas Tuan Taksa dan perusahaan Tuan Nile."


"Apaaa!" Teriak mereka bersamaan tidak menyangka dalangnya adalah orang yang sama.


"Orang itu juga dalang di balik hilangnya Nona Nadira," sambungnya lagi membuat ketiga orang yang mendengar langsung murka.


"Badjingan sialan!" Umpat Paleo. 


Baik Nile maupun Taksa juga marah mendengar kenyaan itu semua.


Nile mengambil ponselnya dan mencari foto Davin, mungkinkah Davin yang dikatakan adalah orang yang di kenalnya.


"Lihat ini! Apa ini orangnya?" Pria itu mengangguk, mengatakan jika itu orangnya.


"Benar tuan, dia orangnya," 


Nile mengepalkan tangan, ternyata Davin Menzies lah pelakunya.


"Bagaimana? Apa yang akan kita lakukan?" Tanya Nile


"Kita bunuh badjingan itu secepatnya. Karenanya aku sekarang menjadi hancur," jawab Taksa ingin segera membalas semuanya.


Paleo yang mendengar jawaban Taksa, menolak, membuat mereka menatap tanya maksud tolakan itu.


"Apa yang terjadi? Kau menolak untuk membunuh badjingan itu?" Tanya Taksa.


"Bukan aku menolak untuk membunuhnya. Tapi jika kita membunuhnya, kita harus berpikir ulang. Pria ini tidak sesederhana itu. Bukankah aku pernah mengatakan padamu sebelumnya tentang Nile yang jangan berurusan dengan yang bernama Davin. Nah, Davin ini lah yang aku maksud."


"Jadi pria ini yang memiliki kekuatan besar itu?"


"Ya, keluarganya sangat rumit. Jika ingin membalas semuanya kita harus membuat rencana. Jika hanya kita untuk mengalahkan pria itu, maka kita akan menjadi dendeng di tangannya. Kita harus mencari dukungan kuat yang seimbang dengannya."


"Mungkin jika kelompokmu masih ada kita bisa mengimbangi kekuatannya. Tapi kelompok mu sudah tidak ada. Jadi tidak memungkinkan untuk kita menang jika kita tidak memiliki dukungan kuat," 


Semua diam. Sebenarnya seberapa kuat yang namanya Davin ini sampai Paleo yang memiliki anak buah begitu banyak masih tidak sanggup mengalahkan pria itu.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2