Cinta Dalam Diam Sang Pelayan

Cinta Dalam Diam Sang Pelayan
Sisi Kejam Davin


__ADS_3

"Untuk kalian yang tidak terluka bawa badjingan-badjingan itu ke markas. Kita akan buat perhitungan dengan mereka."


"Baik,"


Mereka pun membawa anak buah pria misterius ke markas mereka untuk di introgasi.


.


.


Davin yang mendengar anak buahnya berhasil menangkap kelompok itu senang. Beberapa hari lagi dia akan datang setelah urusannya semuanya selesai. Hari ini dia datang ke markas besar THE GOLD HOLD, melihat penyusup yang menyusup markasnya.


Davin duduk di kursi menatap pria yang kini bersimpuh di hadapannya dengan tangan di ikat di belakang.


"Katakan siapa yang mengirim mu?"


Pria itu tidak menjawab, malah dengan berani memberikan tatapan tidak sukanya pada Davin. Davin yang melihat tersenyum menyeringai. Berani sekali penyusup ini menatapnya.


"Apa kau ingin kedua bola mata mu ku congkel? Beraninya kau menatap ku seperti itu," Davin menatap tajam dengan aura membunuhnya.


Pria itu tertawa kecil. Dia tahu walaupun tidak memberi tatajam tajam pada Davin, dirinya pun akan mati. Karena pria di depannya tidak akan pernah melepaskan musuh sedikitpun.


"Aku pun akan mati. Jadi tidak perlu ada yang di takutkan," jawab pria itu menantang maut.


"Hahaha....Kau sungguh sangat berani. Aku suka keberanian mu. Tapi kau tidak tahu siapa orang di depan mu ini," Davin membungkukkan tubuhnya dan mencengram rahang pria itu dengan kuat.


Namun bukannya takut, pria itu malah tertawa menantang. Dan itu membuat Davin malah menyeringai.


Dirinya yang sudah lelah dan banyak masalah, apalagi tentang Rerena yang sampai saat ini belum sadarkan juga karena carun sialan itu, membuatnya ingin menumpahkan kemarahan nya pada pria yang memiliki keberanian tingkat dewa.


Davin akan menggunakan tubuh pria itu sebagia pelampiasan untuk semua amarahnya. Wajahnya Davin seakan semakin dingin dan datar. Tatapannya pun menjadi tajam, seperti seekor elang yang ingin memangsa mangsanya. Aura kekejaman muncul membuat orang yang ada di sekitar tubuhnya seakan dingin. Begitupun yang di rasakan pria yang kini menjadi tawanannya.


"Kau hari ini akan menjadi bahan mainan ku. Sudah lama aku tidak bermain dengan tubuh manusia. Tangan ku begitu gatal dan ingin memuaskan haus darah ku,"


Glek....


Keberanian pria itu tiba-tiba mencium saat mendengar suara berat dan tatapan tidak biasa pria di depannya. Benar seperti yang di rumorkan, ketua Mafia THE GOLD HOLD adalah pria dengan darah dingin. Tak tersentuh.

__ADS_1


Saat takut dengan tatapan mengerikan itu, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang sakit di perutnya. Entah sejak kapan pisau itu menancap di bagian perut, dia pun tidak menyadari sama sekali.


Cus...


Darah langsung mengalir. Namun keterkejutannya itu berulang kembali, saat Davin dengan santai menarik pisau dan menancapkan nya lagi di perut.


Cus...


Argh....


Rasa sakit menjalar di tubuhnya. Pria itu tidak terima, memberikan tatapan penuh dendam.


Davin yang melihat malah menyeringai. "Berani sekali kau menatap ku seperi itu!"


Cus....


Argh!


Jerit pria itu dengan keras saat Davin tiba-tiba menusuk dan mencongkel satu matanya. Darah mengalir di pipi membuat wajah pria itu sungguh menakutkan.


"Ini hanya satu mata. Aku bisa memberikannya lagi. Sekarang katakan siapa yang memberi mu perintah?"


Davin mencekik leher itu dengan kuat, membuat pria itu susah untuk bernapas. "Berani kau meludahi ku!"


"Le....Le...paskan aku,"


Walaupun tubuhnya sudah di tusuk oleh pisau tapi tidak menbuatnya langsung mati. Pria itu masih bisa bertahan.


Davin yang melihat pria itu memohon, tertawa. "Memohonlah," Davin semakin kuat mencekiknya membuat pria gelinjangan karena susah untuk bernafas. Satu mata sudah mendelik ke atas karena tidak ada oksigen yang masuk, membuatnya hampir mati.


Davin tentu saja tidak semudah itu membuat tawanannya mati di tangannya. Davin melonggar kan tangannya, membuat pria itu dengan rakus menghirup udara.


Hosh


Hosh


Hosh

__ADS_1


"Apa kau menikmatinya, hm...?" ucap Davin membuat pria itu sadar bahwa dirinya masih di tangan iblis mengerikan.


"Dasar iblis,"


"Hahahaha....Apa kau baru tahu kalau aku ini seperti iblis. Jika kau tahu, sebelum bertindak seharusnya kau memikirkan lebih dulu siapa lawan mu."


Glek....


Ya, pria itu tidak memikirkan lebih dulu siapa lawannya. Saat di perintah bosnya ia mengangguk saja, berpikir melawan musuhnya pastilah mudah. Tapi semuanya salah, dirinya ternyata masuk kekandang singa yang kelaparan.


"Lucuti badjingan ini. Aku ingin membuatnya perasakan apa itu penderitaan."


Tiga anak buah Davin langsung mendekat dan memaksa membuka semua pakaian pria itu.


"Lepas! Jangan sentuh aku,"


Namun semua itu tidak di gubris. Anak buah Davin dengan memaksa melepas semua pakaian pria itu tanpa terkecuali.


Davin menarik rambutnya dengan kuat, membuat pria itu mendongak dengan wajah meringis. Selain sakit dari jambakan itu, dia merakasan sakit di mata dan perutnya. Dan lebih parahnya lagi, Davin dengan pisau kecilnya mengusir garis-garis di wajahnya membuatnya merasakan sakit dan perih.


"Bunuh aku. Aku tidak mau di siksa seperti ini."


Davin seakan tuli. Tidak mau mendengar apapun yang keluar dari mulut pria itu. Lagi pula pria itu tidak akan mengaku siapa yang mengirimnya.


Davin merobek wajah itu. Menyayat kulit hingga dagingnya, membuat tulang rahang pria itu terlihat jelas, putih. Namun Davin sama sekali tidak jijik, baginya ini sudah hal biasa di matanya.


Jika dirinya tidak kejam, musuh tidak akan takut dengannya. Di dunia hitam seperti ini siapa yang kuat dialah yang di segani dan di takuti dan jika lemah musuh akan menginjak-injaknya.


Davin melakukan apapun yang dia suka, membuat tubuh pria itu tidak berbentuk lagi. Dari mulai kepala, Davin membenturkan nya hingga kepala itu pecah. Kedua matanya telah hilang. Jari- jari nya juga hilang, baik itu jari tangan ataupun jari kaki karena Davin telah memotong semuanya. Dan lebih parahnya lagi. Davin memotong ******** dan juga telurnya dan di berikan pada hewan peliharaannya. Ikan piranha.


Davin tidak peduli di katakan sebagai spikopat, karena menurutnya Mafia haruslah kejam. Davin selalu Bisa menempatkan dirinya berada. Jika dirinya berada di kerajaan sebagai raja yang memimpin masyarakat nya, maka dia akan welas asih. Dan jika berada di wilayah dunia hitamnya, Davin langsung berubah menjadi iblis mengerikan.


Berbeda lagi jika dia menjadi pemimpin perusahaan. Dia bisa kejam dan juga baik. Tapi tetap saja dengan wajah dingin dan datarnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2