
Pria itu mencium punggung Nadira dan membuatnya Nadira mende-sah kenikmatan.
"Benar-benar wanita penuh naf-su," Pria itu yakin Nadira sering bermain dengan banyak Pria. Dari sikapnya sudah terlihat jelas, dan ini malah semakin menarik, membuatnya semangat. Karena yakin Nadira dapat membuatnya puas dengan keahliannya di atas ranjang.
Pria itu memberikan kecupan-kecupan ringan di punggung dan memberikan tanda-tanda kemerahan di punggung Nadira membuat Nadira memekik sakit namun keenakan.
Tangan pria itu juga tidak tinggal diam, menelusup dan memegang da-da dan mere-masnya pelan.
Aaah…..aaaaah….
Bibir Nadira tak henti mende-sah saat tangan itu memilin ujung da-danya, membuatnya semakin bergai-rah.
"Mende-sahlah baby, aku suka desa-sah mu yang cantik ini."
Saat keduanya menikmati permainan, pintu di buka oleh rekan pria itu. Dia yang melihat tidak peduli, karena nantinya mereka akan sama-sama menikmati tubuh Nadira secara bersamaan.
Aaahhh…. Aaaahhhh…..
Pria yang baru datang bernama Zai meletakkan belanjaannya di meja. Dia memasukkan sesuatu di dalam botol air minum. Dan membawanya mendekat ke arah mereka berdua yang sedang bercum-bu.
"Minumkan ini pada nya."
Pria yang mencum-bu Nadira lepaskannya. Dan menarik tubuh Nadira untuk duduk.
"Minumlah,"
Tanpa menolak atau memberontak, Nadira langsung meneguk air minum hingga habis setengah botol karena terlalu haus di buat panas oleh pria barusan.
Zai yang melihat Nadira tidak memberontak menyipitkan mata.
"Apa yang kau lakukan hingga dia nurut seperti itu?"
"Aku hanya membuatnya bergairah," jawab pria bernama Reyhan.
Zai mengambil sesuatu di saku, dan meletakkan dan meja, sebuah kamera yang akan di gunakannya merekam aski mereka dan mengirimkannya ke orang tua Nadira dan Nile.
Tak lama setelah Nadira meminum air yang di berikan Zai, kini tubuh Nadira menjadi panas. Reaksi obat yang di berikan Zai sudah mulai bekerja.
Zai dan Reyhan saling pandang. "Apa mau main bergantian atau main bersama?"
"Lebih seru main bersama seperti nya. Aku yakin ayahnya pasti akan syok melihat tubuh putrinya di gagahi dua pria sekaligus."
"Ya, seperti nya itu memang ide yang bagus."
Zai menyalakan kamera dan mulai merekam. Diatas ranjang terlihat Nadira sudah menggeliat gelisah dan kepanasan. Aksi yang di lakukan membuat dua pria itu menelan ludah, tidak tahan lagi untuk bermain.
Mereka berdua membuka semua pakaiannya dan di biarkan teronggok di lantai. Baik Zai maupun Reyhan naik, mendekati Nadira dan membelai tubuh indah itu secara bersamaan.
Mmmh…..
Bibir Nadira di lum-at oleh Zai, sedangkan Reyhan bermain di da-da, mere-mas dan menghi-sapnya.
Mmmmhhhh……
Lenguh Nadira saat dua pria menjelajahi tubuhnya.
Aksi mereka bertiga terlihat jelas di kamera kecil itu. Bahkan Nadira seperti bukan seorang tawanan melainkan seperti seorang wanita yang memang menikmati dan ingin di puaskan.
Baik Zai dan Reyhan bergantian memainkan bagian-bagian tubuh Nadira. Dari mulai bibir, memberi tanda di seluruh tubuh, memainkan da-da besarnya, masing-masing satu dan tak hanya berhenti sampai disana, tangan mereka juga bermain di lubang kenikmatannya.
Aaaah…..Aaaah…..
"Faster….Aaah…." Racau Nadira menikmati permainan tangan Zai.
Sungguh baru kali ini Nadira merasa sangat puas tubuhnya dimainkan oleh dua pria.
__ADS_1
"Dengan senang hati baby," jawab Zai dengan seringainya sambil tangannya bergerak cepat di milik Nadira.
"Kau duluan, apa aku?" Tanya Zai pada Reyhan yang sudah tidak tahan untuk mencelupkan tongkat tumpulnya di lubang milik Nadira.
"Kau saja dulu, aku masih ingin bermain dengan bibir dan da-danya yang besar ini."
"Baiklah,"
Zai membuka paha Nadira dengan lebar, terlihat milik Nadira yang udah basah. Tanpa basa-basi lagi, Zai langsung memasukkan tongkat saktinya hingga penuh.
Jleb…
Aaah…..
Lenguh Nadira merasakan nikmat saat miliknya di masuki.
Zai perlahan bergerak. Memaju mundurkan pinggulnya, menarik dan memasukkan miliknya, menikmati rasa nikmat yang tidak bisa di jelaskan.
Aaaah…..
Aaaah…..
Racau Nadira dan Zai saat bermain.
Sedangkan Reyhan yang melihat temannya sudah bergerak, tangannya juga tidak diam, memainkan gundukan besar dan menghi-sapnya dengan rakus.
Nadira bergelinjang merasakan nikmat tiada tara itu. Bahkan Reyhan memberi perintah Nadira untuk memainkan miliknya di mulutnya. Dan Nadira yang sudah berbaf-su tentu saja menurut apalagi tubuhnya memang menginginkan lebih karena pengaruh obat perang-sang yang di berikan Zai sebelumnya.
Aaah…..
Aaaaahhhhh…..
"Hah….nikmatnya Rey…." Racau Zai yang masih terus menggoyang pinggulnya dengan cepat.
"Oke.. aku akan memuaskannya hingga tuntas…hah….hah….ini sungguh nikmat….oooh….aaaah…."
Tanpa henti Zai terus bergoyang menikmati lubang kenikmatan Nadira. Dan setelah hampir satu jam, Zai mengerang panjang karena akhirnya mencapai puncaknya.
"Aaaahhh….hah….ssst…..ini benar-benar nikmat."
Zai mencabut miliknya dan setelah itu membersihkan milik Nadira.
Sedangkan Nadira masih kurang. Dia menarik Reyhan untuk ganti memainkan tubuhnya. Dan dengan senang hati Reyhan melakukannya.
Reyhan membalikkan tubuh Nadira untuk membelakanginya dan melakukannya dari belakang.
Jleb…
Aaaahhhh…..
Reyhan kini mulai menggerakkan pinggulnya sama seperti halnya Zai. Dan lenguhan serta desa-han keduanya menggema di kamar itu.
Mereka terus menggilir Nadira tanpa henti. Memuaskan has-rat gai-rah mereka hingga tuntas.
Aaahhh….Aaahh…..hah…..uuhhh…..uuh
"Nikmatnya kau baby,"
Faster….Ahh….aah….
Racun Nadira meminta untuk mempercepat gerakannya.
"Tentu saja baby, nikmati sodokan kami. Kami akan memuaskanmu hingga sepuas-puasnya."
Hah….hah….
__ADS_1
Nafas mereka saling memburu. Dan lama bermain akhirnya mereka sampai ke puncaknya, melenguh panjang.
Aaahhhh……
Tubuh Nadira lemas tergeletak di atas ranjang tanpa busana.
Keringat membasahi tubuh sedangkan Zai dan Reyhan tersenyum senang karena akhirnya ini mereka begitu puas. Namun mereka tidak akan berhenti sampai sana. Mereka akan mengulang lagi nanti malam dan akan membuat Nadira kelelahan.
Zai mengambil kamera kecil yang menyimpan rekaman permainan mereka. Dan setelah itu memutar rekaman tersebut.
Huh, benar-benar jala-ng. Dia benar-benar mampu melayani kita berdua." Ucap Zai yang melihat bagaimana Nadia sangat-sangat menikmati dan bergai-rah.
"Itu malah bagus, kita bisa memakainya hingga puas."
"Hmmm….kau benar. Oh, ya sebelumnya kau sudah menghapus rekaman CCTV jalan yang kita lewati belum?"
"Semua sudah aman. Kau tidak perlu khawatir, mereka tidak akan menemukan kita disini."
"Baiklah, aku akan mulai mengirim video ini pada ayahnya wanita jala-ng ini,"
"Kau sudah mendapatkan nomornya?"
"Ya, tuan Recky sudah memberikannya, "
"Lakukan, dan jangan lupa kirim pada pria yang dibenci tuan, Nile Alvarendra," Zai mengangguk, dan setelah itu mengirim rekaman yang baru saja mereka selesaikan.
Ting.
Bunyi ponsel Paleo mendapatkan notifikasi pesan.
"Nomor siapa ini?" Gumam Paleo tidak mengenal nomor baru tersebut. Paleo membukanya ternyata sebuah video.
Paleo menekan tombol play, saat video dibuka langsung terlihat jelas sebuah video tak senonoh.
Aaahh….aaah…..Faster
Lebih cepat….Aaahhh…..uuuh…uuuh…..
Racau Nadira terdengar jelas di telinga Paleo.
Paleo melihat dua pria bermain asyik dengan tubuh putrinya. Dan lebih membuatnya terkejut, putrinya sama sekali tidak menolak, bahkan dia malah begitu menikmati permainan dua pria itu.
Praak….
"Breng-sek!" Paleo membanting ponselnya saat melihat tubuh anak nya di permainan oleh orang lain.
Nafasnya memburu, wajahnya memerah karena marah.
"Temukan dari mana video ini berasal," teriak Paleo dengan nafas memburu. Dia tidak akan memaafkan siapapun orangnya jika dia menemukannya.
"Akan ku bunuh kalian karena berani menyentuh putri ku,"
Sedangkan di tempat lain, Nile mengepalkan tangan melihat Nadira bermain dengan dua pria sekaligus.
"Sungguh wanita jala-ng,"
Nile tidak akan sudi bersama dengan wanita seperti itu yang menurutnya sangat menjijikkan. Walaupun tahu Nadira sedang di culik dan mungkin Nadira berperilaku seperti itu karena suatu alasan. Namun Nile tidak suka jika sesuatu miliknya disentuh oleh orang lain.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1