Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)

Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)
Hampir saja


__ADS_3

Aditya Farhan, adalah seorang laki-laki yang berusia 25 tahun. Dia adalah pewaris tunggal di dalam keluarganya. Karena sang Kakek hanya memiliki satu anak yaitu Papa Arif dan satu cucu yaitu Adit. Sudah 3 tahun Adit menjalin hubungan dengan Freya. Adit adalah Kakak kelas Freya pada saat sekolah SMA. Sebenarnya Adit sangat mencintai Freya, dia juga laki-laki yang setia. Adit tidak habis pikir kenapa Freya tega meninggalkannya di hati pernikahan mereka.


Saat ini Naila sedang berada di dalam kamar Adit.


"Jangan sekalipun kamu menyentuh barang milikku di kamar ini!" Setelah mengatakan hal itu, Adit keluar dari kamarnya.


Naila terduduk lesu di lantai kamar Adit, dia memeluk kedua lututnya dan menumpahkan air matanya.


"Ini baru awal, Nai! Kamu yang sudah mengambil keputusan, jadi kamu seharusnya sadar konsekuensi yang akan kamu terima. Nasi sudah menjadi bubur, kamu harus kuat!" Naila bergumam dalam hati. Dia tidak ingin membuat keluarganya khawatir. Dia harus menunjukkan kepada mereka, kalau dirinya baik-baik saja.


Naila keluar kamar setelah melaksanakan Shalat Maghrib.


"Ayo Nai makan malam dulu!" Ajak Ibu mertuanya.


"Iya, Ma."


"Adit kemana?"


"Em.. Kak Adit tadi sore keluar dan belum kembali."


"Anak itu! Sebelumnya dia tidak pernah seperti ini! Dia anak yang baik meskipun terkadang jarang shalat! Tapi dia tidak pernah membantah orang tua! Nanti biar Mama telpon, kamu tenang saja! Dengan berjalannya waktu Adit pasti bisa menerima kamu."


Papa Arif hanya diam menyimak ucapan istrinya. Mereka makan malam bersama tanpa Adit.


Di dalam kamar orang tua Adit


"Sebenarnya jika dibanding Freya, Naila ini kelihatannya jauh lebih baik, Pa! Kamu lihat saja penampilannya yang tertutup, sopan santunnya juga. Naila juga sebenarnya cantik, hanya saja dia tidak perawatan seperti Freya."


"Menurut Papa juga begitu, Ma! Tapi kan Adit memang cintanya sama Freya. Dan Adit sudah terlanjur sakit hatinya. Mama tidak tahu kan, hancurnya hati Adit?"


"Mama tahu, Pa! Tapi setiap peristiwa pasti akan ada hikmahnya."


"Papa sudah mengurus surat nikah mereka, besok sudah jadi."


"Papa cepat amat ngurusnya, kalau ada apa-apa dengan mereka nanti urusannya rumit lagi?"


"Justru Papa melegalkan pernikahan mereka, agar mereka tidak berani main-main!"


Di sebuah Cafe tempat biasanya Adit nongkrong dengan teman-temannya. Saat ini Adit berada di sana dengan Farel.


"Dit, kamu tidak biasanya minum alkohol?"


Aditya memang selalu menolak jika diajak Aldo minum minuman keras. Aldo adakah salah satu teman Adit yang kurang baik pergaulannya.


"Sedang ingin!" Jawab Adit singkat."


"Kamu masih waras, kan? Istrimu pasti sudah menunggu! Ini malam pertamanya, jangan kamu sia-siakan kesempatan ini!"


"Dia bukan Freya, Rel!"

__ADS_1


"Tapi dia istrimu, kamu sudah menikahinya! Kalian sudah halal melakukan apapun!"


"Haha... kamu seperti ustadz sekarang!" Ujar Adit mulai kehilangan kesadaran.


"Sudah cukup, Dit! Jangan minum lagi! Kenapa kebiasaan buruk Aldo kamu tiru?"


"Ssstttt!!! Diam, Pak Ustadz!"


"Ayo pulang, sudah malam! Aku yang akan mengantarmu!"


Farel memaksa,Adit untuk pulang, dua memapah Adit sampai ke dalam mobil. Farel menitipkan sepeda motornya di parkiran Cafe, lalu mengantar Adit ke rumahnya.


Sudah jam 12 malam, semua orang di rumah Adit sudah tidur, hanya Naila yang masih mondar mandir di dalam kamar. Dari sisi jendela Naila melihat mobil Adit datang. Nalurinya sebagai seorang istri menuntunnya membukakan pintu untuk suaminya.


Ceklek...


Sebelum pintu diketuk, Naila sudah membukanya.Namu yang ia dapati saat ini Adit sedang dipapah okeh seseorang.


"Maaf kamu istri Adit, kan?"


"Iya."


"Adit mabuk, tidak biasanya dia seperti ini! Tolong bawa ke kamarnya sebelum Tante dan Om tahu!"


"Maaf kak boleh minta tolong Kakak saja yang bawa ke kamar? Aku tidak kuat untuk memapahnya."


"Oh iya, baiklah!"


"Terima kasih, Kak."


"Iya sama-sama, saya pulang dulu!"


Naila menutup dan mengunci kembali pintu depan, kemudian kembali ke kamarnya. Dia membaringkan diri di sofa yang ada di dalam kamar. Namun dia belum bisa memejamkan matanya. Naila membuka jilbabnya dan membiarkan rambut indahnya yang iya cepol sembarangan terlihat. Lagipula di dalam kamar dan sudah malam, Adit juga sudah menjadi suaminya.


"Uhuk uhuk." Suara batuk Adit. Naila tersentak kemudian mendekat ke tempat tidur.


"Minum dulu, Kak!"


Karena kesadarannya belum kembali, Adit menerima gelas yang diberikan Naila.


"Freya! Sayang, kamu kembali?"


Adit menarik tangan Naila, namun Naila semua mungkin menahan agar terjatuh ke tempat tidur. Kekuatan Adit lebih besar darinya, Naila terjelembab ke atas kasur. Adit sedang dikuasai naf*u. Yang ia lihat saat ini adalah Freya bukan Naila.


"Sayang, inu malam pertama kita! Aku tidak akan melewatkannya."


"Ti-tidak, Kak! Aku bukan Kak Freya!"


Adit sudah berada di atas tubuh Naila. Dia membuka kaos oblong yang dia pakai.

__ADS_1


"Jangan, Kak! Ini Naila! Kakak sadar!Hiks..." Naila mulai menangis.


"Freya, kenapa kamu menangis? Bukankah ini bagian dari impian kita?" Adit mencengkram dagu Naila.


"Sadar, Kak! Aku Naila!" Pekik Naila.


dor


dor


dor


Terdengar suara gedoran pintu yang cukup keras.


"Adit, Naila! Kalian kenapa?" Suara Mama,Dina dari balik pintu kamar.


Saat Adit lengah Naila mendorong tubuh Adit hingga ia terjatuh ke lantai.


"Au!" pekik Adit.


"Ti-tidak apa-apa Ma, tadi ada kecoa." Ujar Naa bohong.


"Oh, ya sudah! Kalau mau unboxing jangan berisik! Kamar kalian belum dipasang kedap suara!" Ujar Mama Dina polos.


Naika yang tidak tega melihat Adit kesakitan, membantunya untuk bangun.


"Lepas!! Aku tidak butuh bantuanmu!" Adit menghempaskan tangan Naila. Rupanya kesadarannya mulai kembali.


"Ma-maafkan aku, Kak! Aku tidak sengaja."


"Pasti kamu yang sudah menggodaku dan membuka bajuku, iya kan? Dasar mura*an!"


"Ti-tidak, Kak! Tadi Kakak mabuk!"


"Mana pernah aku minum?"


"Kakak ingat-ingat saja dulu!" Ujar Naila masih shock.


Naila menghindari Adit, dia pergi ke kamar mandi meninggalkan Adit yang masih memegang pantatnya yang sakit. Dia sangat takut jika kejadian tadi terulang lagi. Cukup lama Naila di kamar mandi, akhirnya dia memutuskan untuk berwudhu' dan shalat tahajjud. Dia melihat Adit sudah tertidur pulas.


"Ya Tuhan... Engkau yang mengatur segala jalan hidupku, Aku mohon tolong berikan aku kekuatan untuk menjalani semua ini. Jika memang Kak Adit adalah jodohku, tolong satukan hati kami. Tapi jika dia bukan jodohku, aku ikhlas menerima segala akibat ke depannya. Karna sesungguhnya Engkaulah yang Maha Berkehendak." Do'a Naila di seperti malamnya.


Karena sangat mengantuk, Naik tertidur di atas sajadahnya. Sampai akhirnya alarm HP-nya berbunyi. Jam Menunjukkan pukul 04.30, Naila terbangun karena alarm-nya bunyi berkali-kali. Dia harus bangun lebih pagi, karena saat ini statusnya sudah berbeda. Dia juga sedang si rumah mertuanya, bukan di rumah keluarganya atau kost-annya.


Bersambung.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih atas supportnya kakak

__ADS_1


Sehat selalu untuk semua..


See you again....


__ADS_2