Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)

Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)
So sweet


__ADS_3

Setelah kepergian Ajeng, air mata Naila masih saja tak mau berhenti.


"Dek, sudahlah! Jangan cengeng! Nggak malu sama Kenzo?" Freya berusaha menghibur Naila.


"Kak, rasanya sakiiiittt!"


"Aku juga merasakan hal yang sama! Lupakan dulu! Hari ini hari bahagia kita! Ingat ada Mama yang harus kita jaga perasaannya!"


"Iya, Kak!"


Faisal ke belakang menyusul Putri dan keluarga besannya.


"Maaf semuanya! Ini di luar dugaan!" Ujar Faisal.


"Kami mengerti, Cal!" Ujar Rendy.


Nampak Putri sedang duduk melamun.


"Dek, kamu baik-baik saja? Apa kamu mual lagi?"


"Eh, iya? Nggak, Mas! Aku nggak mual kok! Hanya sedikit capek." Ujar Putri, sekilas tersenyum kepada Faisal.


"Kamu istirahat saja, Put! Kami akan pamit pulang!" Sahut Raisya.


"Kok cepet banget, nggak mau nginep saja, Rai?"


"Kapan-kapan saja kalau cucu kita udah lahir!"


"Ya sudah, terima kasih ua? Uang lain juga terima kasih ya?"


"Iya, sama-sama, Put!"


Akhirnya semuanya pamit pulang.


Malam harinya, hanya tinggal Faisal, Putri, dan anak menantu mereka. Rio langsung pulang, karena ada tugas sekolah yang harus ia kerjakan.


Faisal menceritakan kejadian tadi sore kepada Putri. Walau bagaimanapun Putri harus tahu. Ia tidak ingin menyembunyikan apapun kepada istrinya.


"Dek, kamu tidak marah kan, sama aku?"


"Kenapa harus marah, Mas?"


"Aku takut kamu marah, aku tidak menyangka kalau dia akan datang. Mungkin kalau suaminya masih ada, dia tidak akan menemui Freya dan Naila."


"Dan kamu juga, Mas?"


"Aku sudah tidak ada urusan dengannya! Dia hanya meminta maaf kepadaku, aku sudah memaafkannya sejak lama! Untuk apa aku menyimpan dendam?"


"Ya, mungkin saja Ajeng ingin kembali sama kamu!"


"Astaga, mikirnya kejauhan! Kalau pun niatnya begitu, jangan harap aku akan kembali! Sudah ada kamu dan calon bayi kita! Cintaku sudah musnah untuknya! Jangan berpikiran yang macem-macem! Kamu harus banyak-banyak berpikiran positif, itu baik untuk perkembangan janin!"


Bukan membalas perkataan Faisal, Putri malah memandang suaminya itu.


"Kenapa, Dek? Aku tampan ya? Kamu baru nyadar?"

__ADS_1


"Mas... aku nggak nyangka ternyata kamu narsis juga! Haha..."


Dalam hatinya Faisal bersyukur, Putri adalah wanita yang memiliki pikiran luwes. Tidak mudah terprofokasi. Tidak seperti kebanyakan wanita yang lebih mementingkan perasaannya.


"Dek, terima kasih, ya?"


"Untuk apa, Mas?"


"Untuk kepercayaanmu, untuk cintamu, untuk semuanya."


"Aahhh... soo sweet banget suamiku ini! Jadi berasa 20 tahun lebih muda kalau begini" Putri memeluk Faisal. Keduanya tertawa bersama.


Di kamar Naila.


Matanya masih sembab. Salman sudah lelah menghiburnya. Sampai akhirnya, ia ketiduran.


" Hubby, bangun!" Naila menggoyang tubuh suaminya dengan kedua tangannya.


"Hem... aku tidur ya? Sudah jam berapa, Sayang?"


"Jam 7, sudah isyak!"


"Oh, lumayan juga kalau gitu!"


"Hubby aku pingin batagor."


"Malem-malem gini mana ada, Sayang?"


"Ada kok! Biasanya banyak di alun-alun!"


"Yakin mau ke alun-alun?"


"Ya sudah, ayo shalat dulu!"


Akhirnya keduanya shalat berjamaah di dalam kamar. Setelah itu mereka bersiap untuk ke luar.


"Mau ke mana dek?"


"Ke alun-alun, Kak! Cari batagor! Kakak mau juga?"


"Wah, asyik tuh! Bang ikut mereka yuk!" Ajak Freya kepada suaminya.


"Let's goo!" Ujar Alfano.


"Eh tapi Kenzo udah bobo!"


"Kalian mau keluar?" Tanya Putri.


"Iya, Ma! Tapi Kenzo udah bobo!"


"Udah, sana berangkat! Kenzo biar Mama yang jaga!


"Serius, Ma?"


"Iya duarius! Kamu pacaran dulu sana!"

__ADS_1


"Makasih ya, Ma! Mama mau nitip sesuatu?"


"Belum pingin, nanti kalau berubah pikiran Mama telpon deh!"


Mereka berempat berangkat dengan satu mobil. Salman yang bertugas jadi sopir.


Malam minggu memang selalu ramai. Sampai di alun-alun mereka dimanjakan dengan kuliner kaki lima dan makanan ala Korea yang sedang marak saat ini.


"Kak ayo ke sana! Sepertinya di sana ada yang jual batagor!"


Freya mengikuti keinginan Naila. Dan benar saja, di sana ada beberapa pedagang batagor. Naila memilih salah satu stand yang menurutnya menggiurkan dan cukup ramai.


"Dek, kamu tunggu di sini sama Salman, aku ke sana dulu!"


"Oke!"


Freya dan Alfano berkeliling mencari makanan yang cocok.


Setelah lama berkeliling dan mendapatkan makanan yang mereka inginkan, akhirnya mereka kembali ke mobil dan pulang.


"Kak, kamu ngapain beli kembang gula?Kayak anak kecil!"


"Tadi Mama telpon, katanya pingin kembang gula, haha...."


"Adik kita sweet banget ya, ngidamnya yang manis-manis, haha..."


Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah. Ternyata Kenzo terbangun dan digendong Kakeknya.


"Lho, jagoan Mama udah bangun?"


Kenzo menunjuk nunjuk Kembang gula yang Freya bawa.


"Waduh, Mama cuma beli satu! Ini punya Nenek, Kenzo."


"Mam mam...." Bayi 10 bulan itu terua meminta.


"Ya sudah kita makan berdua saja yuk, Ken! Ayo sini duduk sama Nenek!"


Kenzo dan Putri duduk di karpet bawah menikmati kembang gula. Yang lain hanya memperhatikan keduanya.


"Enak ya, Ma?" Tanya Freya.


"Iya, enak! Iya kan, Ken?"


Kenzo hanya mengangguk-angguk dan menunjukkan jari jempolnya seolah mengerti apa yang dimaksud.


"Jangan banyak-banyak ya, Ken! Nanti batuk!" Ujar Alfano.


"Ayah, ini tadi kita belikan Martabak manis kesukaan Ayah! Mungkin Mama juga mau."Ujar Freya.


Malam ini mereka melupakan kejadian tadi sore. Faisal juga tidak ingin membahas itu. Ia yakin anak-anaknya bisa mengatasi sendiri. Mereka pasti lebih tahu harus bersikap bagaimana.


"Ya Allah, lindungilah keluarga kami! Semoga Ajeng tidak ada niat buruk kepada kami." Do'a Putri dalam hati.


Bersambung.....

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


See you again....


__ADS_2