Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)

Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)
Positif


__ADS_3

Keesokan harinya


Pulang kerja Salman mampir di apotek membeli tespack. Sampai di rumah ia langsung memberikannya kepada Naila.


"Mi, aku udah beliin tespack, nih!"


"Iya, By! Terima kasih, besok pagi aku pakai."


"Semoga hasilnya positif."


"Tapi kalau negatif jangan kecewa ya, By? Soalnya aku tidak merasakan apa-apa! Nggak mual atau pusing."


"Kalau negatif kita bisa coba lagi, masih banyak waktu untuk proses ngadon, hehe..."


Naila hanya bisa geleng kepala mendengar pernyataan suaminya.


Malam harinya, Mereka makan bersama di rumah. Triple A sudah tidak disuapi lagi, mereka bisa makan sendiri dengan rapi. Naila memang melatih mereka untuk bisa mandiri sejak dini.


"Mbak Alya, kalau jilbabnya bikin ribet lepas saja dulu!" Ujar Naila saat melihat jilbab bagian depan Alya turun hampir menutup matanya. Alya selalu menariknya ke belakang.


"Ndak mau, Mi!"


"Ya sudah, makannya pelan-pelan saja!"


"Oce, Mi!" Alya mengacungkan jempolnya.


-


Keesokan harinya


Saat Naila terbangun hendak menunaikan shalat Shubuh, ia membangun suaminya.


"Bangun, By!"


"Hem...iya!" Salman mengucek matanya.


"Aku ke kamar mandi duluan, ya?"


"Oke!"


Naila melangkah ke kamar Mandi.


"Eh eh, Mi! Tunggu dulu!"


"Ada apa, By?"


"Testpack jangan lupa!"


"Ah iya, hampir saja!"


Naila kembali dan mengambil alat tespack di atas nakas samping tempat tidurnya.


Sampai di kamar mandi, Naila menampung air seninya. Hatinya dag-dig-dug menunggu hasilnya. Ia pun memejamkan matanya.


Tok


Tok


Tok


"Mi, gimana?"


Suara Salman mengejutkannya. Ia membuka matanya dan membuka pintu!


"Nih, By! Coba kamu yang lihat!"


Salman menerima benda tersebut dari tangan istrinya.


"Gimana, By?"


Salman nampak serius memandang benda tersebut.


"Hem.. sepertinya kita harus mencobanya lagi!" Ujar Salman dengan raut wajah kecewa.


"Negatif ya, By?"


Naila langsung mengambil benda tersebut dari tangan suaminya.


"Yeay... kena deh!" Salman menarik hidung Naila.


"Abiii.... ini mah positif!" Naila memanyunkan bibirnya.


"Habisnya kamu tegang banget sih, Mi! Kayak orang takut hamil!"


"Bukan gitu, By! Aku bukan takut hamil, tapi masih ingat sakitnya dioperasi."


"Ingat pas bikin aja, Mi! Kan, enak! Haha..."

__ADS_1


"Tapi aku bersyukur ko, By! Semoga aku diberi kesehatan untuk menjaganya." Naila mengelus perutnya yang masih rata.


"Amiin... Bunda pasti seneng inu mau punya cucu lagi!"


"Ayo shalat dulu, By! Keburu siang!"


Mereka pun shalat Shubuh berjama'ah.


Setelah shalat Shubuh, Salman dan Naila pergi ke kamar anak-anak. Ketiganya ditempatkan dalam satu kamar dengan kasur yang dipisah.


Seperti biasa mereka membangunkan ketiganya dan memandikan secara bergantian. Setelah selesai merapikan ketiganya, saatnya sarapan pagi. Ajeng dan Dhani pun sarapan dengan mereka.


"Bu, mulai besok Ibu tidak perlu ke toko lagi ya!" Ujar Salman kepada Ajeng.


"Kenapa, Nak? Ibu dipecat ya?"


"Eh, tidak! Bukan begitu Bu! Tugas Ibu sekarang hanya menemani dan membantu istriku di rumah. Dia tidak boleh capek ya Bu!"


"Sebentar, apa ada kabar bahagia?"


Salman dan Naila saling berpandangan dan tersenyum.


"Iya, Ibu bakal nambah cucu lagi!" Ujar Naila.


"Alhamdulillah, selamat ya, Nai! Ibu sudah menduganya! Jadi Alya, Arya, , dan Ayla bakal punya adik nih!"


"Dede, mi?" Tanya Arya.


"Iya Mas, Ummi sekarang sedang hami dedenya kalian."


"Yeay... wow keyen! Pasti dedena wowok ya, mi? Bial aku punya temen sin mobil-mobilan!"


"Dedena wewek lah, jadi nanti kita dandanin ya kan, Mbak?" Ujar Ayla meminta dukungan Alya.


"Hem terserah Allah! Kalian minta saja sama Allah!" Jawab Ayla.


Para orang tua hanya bisa tersenyum melihat perdebatan mereka.


"Sudah jangan ribut! Ayo makan yang banyak, jadi nanti kalau dedenya sudah lahir kalian bisa kuat gendong dedenya."


"Iya, uti!"


Salman langsung share foto alay testpack ke grup keluarganya.


^^^💌Salman^^^



💌Bunda


Masyaallah, Alhamdulillah, barakallah...


Semoga sehat Ibu dan Bayinya sampai lahiran nanti, sudah berapa minggu?


💌Ayah


Alhamdulillah... Jangan lupa cetak kembar lagi!


^^^💌Salman^^^


^^^Makasih, Bundaku tercinta😘^^^


^^^Belum tahu, karena belum periksa.^^^


^^^Emang kue dicetak, Yah? 🤔^^^


💌Raka


Widih, Selamat ya Bang! Semoga kembar 5 😁😇


💌Riky


Mantap, Selamat buat Abang dan Mbak Naila.


^^^💌Salman^^^


^^^Amiin....terima kasih untuk Om Raka.^^^


^^^Om Riky, Ayo segera menyusul! Kalau belum ada calon, nanti aku carikan.^^^


💌Ayuni


Yeay dapat ponakan lagi, selamat ya Bang! Mbak Naila I miss u 😘🤗


^^^💌Salman^^^


^^^Makasih dek🤗^^^

__ADS_1


💌Bunda


Dijaga istrinya, janga dibuat capek!


Kalau boleh sementara triple A biar di sini dulu sama Bunda nggak pa-pa.


💌Ayah


Nggak usah genit sama istriku😈


Kalau kembar lagi Ayah akan kasih aset cafe dan restoran.


^^^💌Salman^^^


^^^Siap Bunda, nanti aku bilang dulu sama istriku! ^^^


^^^Waduh, syaratnya kudu kembar nih? Ayah nggak asyik, mana aku tahu buahnya satu apa dua apa tiga lagi 🤣.^^^


💌Salwa


Alhamdulillah... ada kabar baik nih! Barakallah, semoga Ibu dn bayinya sehat. Aunty nggak sabar pingin pulang kalau punya mainan baru 😍


^^^💌Salman^^^


^^^Dikira anakku boneka mbak?^^^


^^^Ayo cpet pulang! Takut dijodohin sama si duda ya?^^^


💌Salwa


Apaan sih dek?


Nggak asyik! Aku undur diri dulu, waktunya ngajar, bye.... Assalamu'alaikum.


Chat mereka pun berakhir. Naila hanya tersenyum sambil geleng kepala membaca chat grup keluarga suaminya itu. Dia tidak ikut nimbrung, karena Alya dan Ayla minta ditungguin berenang.


"By, kamu nggak ke kantor?"


"Males, Mi! Aku sudah hubungi Deni untuk menghandle kerjaannya hari ini!"


"Ya sudah, terserah kamu, By!"


-


Sore harinya


Naila kedatangan tamu Ayah dan Mamanya.


Keduanya memang jarang main ke rumah Naila, karena mereka berusaha menjaga perasaan Ajeng. Meski semuanya sudah baik-baik saja, namun hati manusia tidak ada yang tahu.


"Maaf Mbak Ajeng tadi kami dari rumah Raisya terus mampir ke sini."


"Nggak pa-pa, Mbak Putri? Ini kan, juga rumah anak kalian."


"Kemana Dhani, Jeng?" Tanya Faisal.


"Dhani ada les Bahasa Inggris hari ini, Mas. Hai Luna, cantik sekali!" Ajeng menyapa anak Putri dan Faisal yang sedang digendong Mamanya.


"Oh, iya."


"Ayo masuk dulu, Naila sedang mengurus anak-anak. Sebentar lahi pasti keluar."


Tidak lama kemudian, Naila dan Salman pun keluar bersama ketiga anaknya.


"Eh ada Tante kecil, Ayo kalian salim dulu sama Kakek, Nenek dan Tante!"


Ketiganya menuruti kata orang tuanya.


"Naila, Mama tadi dikasih tahu Bunda, kalau kamu hamil lagi! Kenapa nggak ngasih tahu kami?"


"Niatnya mau buat surprise gitu, Mah!"


"Tapi ternyata gagal ya? Haha...."


"Iya, nggak bisa dirahasiain ternyata."


"Alya, ajak tantenya main gih!"


"Ante, ayo main cama Kita!" Alya menuntun tangan Luna untuk mengikutinya.


Salman ngobrol bersama Faisal di ruang tamu. Naila, Putri, dan Ajeng ngobrol bersama si doang tengah sambil makan rujak.


Bersambung....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa dukung karyaku ya kak

__ADS_1


See you again😍


__ADS_2