Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)

Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)
Eiffel


__ADS_3

Selesai sarapan, Salman meminta Naila untuk segera bersiap-siap. Naila memakai outfit warna pastel yang simpel namun tetap elegant.


"Sayang, kali ini kamu boleh pakai lipstik, biar kelihatannya lebih segar. Lagian kamu jalannya sama aku."


"Baiklah, sesuai perintah!"


Salman tersenyum mendengar jawaban sang istri. Dia sangat senang karena istrinya sangat patuh dan mengerti.


Salman dan Naila keluar dari kamar. Mereka akan diantar oleh Tour Get untuk mengunjungi beberapa tempat hari ini.


"Sayang, kamu kelihatannua,senang sekali hati ini?"


"Tentu, By! Kamu tahu nggak? Paris adalah salah satu negara impianku. Seumur hidup aku tidak pernah pergi ke luar negeri. Bukan karena Ayah tidak pernah mengajakku. Tapi aku sendiri yang tidak mau. Soalnya aku tidak mau kalau hanya berdua dengan Ayah. Kak Freya selalu sibuk dan jarang bersama kami."


"Berarti kali ini secara tidak langsung impianmu terkabul, Sayang!"


"Benar sekali! Terima kasih, Hubby!" Reflek Naila memberikan satu kecupan di pipi Salman. Ia lupa kalau saat ini ada orang kain di dalam mobil.


"Ups!" Naila menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hahaha... kamu lucu sekali kalau sedang malu, Sayang."


Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan. Ternyata kali ini mereka berada di Love Museum. Salah satu wisata favorit di Paris dan terkenal dengan piramida kacanya yang ikonik.


"Masyaallah... keren sekali, By!"


"Iya, Sayang! Jangan lupa ambil gambar di sini! Biar ada kenang-kenangan kita. Nanti kalau kita sudah punya anak, kita bisa tunjukkan sama mereka."


"Pikiranmu jauh sekali, By! Bilang saja kamu ingin pamer di story."


"Haha... itu juga salah satunya, Sayang!"


Selain tempatnya yang unik, di sini mereka juga bisa melihat koleksi peninggalan Mesir kuno hingga peradaban Yunani. Naila sangat bersemangat berkelana di tempat ini.


Dua jam berlalu, akhirnya mereka pergi dari tempat tersebut dan mampir untuk makan siang. Salman mencari restoran yang menjual makanan yang pakai nasi. Tentu mereka agak kesulitan. Tapi berkat Tour Get semuanya menjadi mudah.


Setelah selesai makan siang, mereka melanjutkan perjalanan ke Seine River. Mereka akan menikmati golden hour sambil memandang kemegahan menara Eiffel. Di sini mereka juga akan menyusuri sungai Seine dengan menggunakan kapal cruise.


Lagi-lagi Naia tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Salman tidak dapat mengalihkan pandangan dari sang istri. Ia menggemnggam erat tangannya.


"Sayang, apa nanti kita akan ke sana?" Naila menunjuk menara Eiffel.


"Tentu! Itu kan, impianmu?"


"Hem, seperti mimpi bisa sampai di di sini."


Mereka menelusuri sungai Seine dengan penuh suka cita. Story Salman penuh dengan dengan foto dan videonya dengan Naila.


Sore harinya, mereka sudah sampai di kawasan menara Eiffel.


"Hubby, ini sungguh indah!" Ujar Naila dengan kekagumannya.


"Kamu lebih indah!"

__ADS_1


"Ish, gombal!"


"Tidak, aku berbicara jujur."


Salman merangkul Naila. Mereka berjalan mendekat menuju menara Eiffel. Namun di pertengahan ada anak kecil yang memberi Naila sekuntum bunga tulip merah dengan secarik kertas kecil.


"Thank you!" Ucap Naila. Iya yang sangat menyukai anak kecil mengusap rambut anak laki-laki tersebut.


"Memilikimu adalah anugerah terindah bagiku. Kamu adalah jawaban dari do'a yang aku panjatkan kepada Tuhanku."


^^^By: AS^^^


Naila tersenyum membaca kertas tersebut. Ia sangat tahu bahwa suaminya yang menulis itu.


Sepuluh langkah kemudian, seorang anak perempuan memberinya sekuntum bunga tulip kuning dengan secarik kertas kecil. Naila mencium pipi anak tersebut.


"Thank you, Honey!"


Naila membaca kembali kertas yang baru saja ia terima.


"I love you so much, Honey! Semoga kita selalu menjadi pasangan yang saling memahami dan melengkapi."


^^^By:AS^^^


Naila tak dapat membendung rasa harinya. Ia memeluk Salman dengan erat. Mengabaikan orang-orang yang berlalu lalang. Tentu Salman menerima pelukan itu. Bahkan ia mengangkat badan Naila dan berputar.


"Aaa.... Hubby turunkan aku! Malu!"


"Aku ingin melihat Eiffel di malam hari, By! Sepertinya lebih indah saat malam hari!"


"Akan aku kabulkan, asal nanti malam jangan lupa ya hadiahnya?"


"Hadiah apa, By?"


"Tiga ronde! Karena semalam libur." Ujar Salman dengan gaya tengilnya.


"Oke." Jawab Naila singkat.


"Yes!"


"Kamu tidak pernah membalas kata cintaku, Nin. Tapi aku tahu sebenarnya kamu juga mencintaiku." Batin Salman.


Naila hanya bisa tersenyum dan geleng kepala melihat tingkah tengil suaminya itu.


Salman sengaja pindah hotel yang dekat dengan lokasi menara Eiffel untuk sementara.


Malam-pun tiba. Sesuai janjinya kepada Naila, kali ini setelah selesai melakukan kewajibannya, mereka keluar untuk pergi makan malam dan menikmati pemandangan menara Eiffel di malam hari. Malam ini mereka berdua memakai pakaian serba hitam dan coach warna crem. Karena udara malam ini sangat dingin. Salman memang sengaja membeli coach couple untuknya dan Naila.


Naila memakai pashmina warna coklat susu. Keduanya bergandengan mesra layaknya pengantin baru.


Salman memilih restoran yang sangat dekat dengan letak menara Eiffel yang menjadi Ikonik kota Paris itu. Lampu-lampu yang menghiasi menambah kesan romantis malam ini.


"Kenapa kamu melihatku, By? Apa malam ini aku aneh?"

__ADS_1


"Apa salah jika aku memandang milikku sendiri?"


"Tidak, hanya saja aku menjadi salah tingkah kalau kamu liatin terus!"


"Oya? Sudah tahuvluar dalamnya masih salah tingkah?"


"Hubby... bahasanya difilter dulu, malu!"


"Ngapain malu? Nggak ada yang ngerti dengan bahasa kita, Sayang!"


"Ya,ya, terserah kamu."


Di restoran tersebut ada performa pemain biola. Banyak pengunjung yang berdansa ria menikmati alunan musik biola.


"Sayang, ayo kita dansa!"


"Aku nggak bisa, By!"


"Sama, aku juga nggak bisa! Tapi setidaknya kita bisa mencoba, yuk!"


Naila tidak ingin mengecewakan Salman. Ia menyambut tangan suaminya. Kemudian mereka mulai berdansa dengan gerakan yang sedikit kaku. Namun mereka tidak peduli. Mereka menikmatinya. Bahkan Naila bersandar di dada suaminya.


Setelah selesai makan malam mereka berjalan menikmati pemandangan malam hari menara Eiffel. Naila berlari seperti anak kecil yang gembira saat dibelikan kembang gula. Iya takjub melihat indahnya pemandangan di depannya.


"Sayang, jangan lari-lari! Nanti jatuh!"


"Hubby... aku senang sekali! I love you too...!" Ujar Naila dengan suara yang cukup keras dan kedua tangannya yang ia lingkarkan di atas kepalanya


Deg


Hati Salman berbunga-bunga. Baru kali ini ia mendengar kata cinta dari sang istri. Meski sebenarnya dia tidak begitu mengharapkannya, karena ia tahu istrinya pemalu. Ia tidak menyangka Nindinya akan semanis ini.


"Stop! Tahan, Sayang! Posenya bagus, aku akan mengambil gambarmu!"


Naila menuruti kata suaminya. Salman juga meminta bantuan kepada seseorang untuk mengambil foto mereka berdua.


"Sayang jangan lari lagi, nanti kamu capek! Ingat malam ini kamu harus bayar hutang tida ronde!"


"Huft! Ranjang lagi! Ayo kejar aku, By! Nanti aku tambah satu ronde lagi!"Tantang Naila.


"Serius? Oke, siapa takut!"


Naila berlari secepat mungkin. Salman pun mengejarnya. Mereka berlarian tanpa beban. Salman berhasil menangkap Naila dan memeluknya dari belakang.


"Hap! Kena!"


Bersambung....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf jika tidak sesuai ekspektasi kakak. Author blm pernah ke luar negeri, apalagi ke Paris🤣🤣🤣


See you again....

__ADS_1


__ADS_2