Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)

Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)
Aqiqah


__ADS_3

Enam bulan kemudian


Saat ini, Naila tengah disibukkan dengan mengurus buah hatinya. Satu minggu yang lalu, ia sudah melahirkan secara normal di sebuah rumah sakit terkenal di di kotanya. perjuangannya untuk melahirkan secara normal akhirnya terbayar dengan melihat buah hatinya lahir dengan sehat dan sempurna. Wajah keduanya lebih mirip Naila. Hanya mata mereka mirip dengan Salman. Arya tentu sangat senang memiliki adik laki-laki. ImNantinya mereka akan diajak untuk teman main bola.


Kali ini Naila memberi ASI eksklusif kepada kedua putranya. Salman memberikan perhatian penuh kepada istrinya. Triple A sering ditipkan di rumah Bundanya. Tentu Raisya dan Haris sangat senang jika dititipi mereka bertiga. Meskipun Arya sering sekali jahil kepada kecuali saudaranya.


Kehadiran dua anggota baru di dalam keluarga mereka menjadi pelengkap kebahagiaan. Haris adalah orang yang paling antusias menyambut kelahiran cucu kembarnya. Ia bahkan sudah menyiapkan hadiah untuk kedua cucunya yang baru lahir.


Zean Salmana dan Zain Salma. Keduanya lahir ke dunia hanya berjarak 7 menit. Zean dengan berat 2,8 kilo dan panjangnya 49 cm. Sedangkan Zain berat 2,6 kilo dan panjangnya 48 cm.


Hari ini adalah acara aqiqah Zean dan Zain. Di rumah Salman dan Naila sudah dipenuhi keluarga mereka. Bahkan Salwa pulang untuk menghadri acara aqiqah keponakannya itu.


Baru dua hari yang lalu Salwa terbang dari Turki ke Indonesia. Setelah lulus S1 di Mesir, Naila memilih S2 di Turki dan lanjut mengajar di sana. Ia terpaksa pulang karena tidak ingin dianggap Anty durjana. Ia masih malas pulang, karena Ayahnya masih saja bersikukuh untuk menjodohkannya.


Tamu undangan sudah mulai berdatangan. Salman dan anggota keluarga yang lain menyambut para tamu undangan. Setelah beberapa menit kemudian Salman pergi menemui Raisya.


"Semua persiapan sudah selesai, Bun!" Ujar Salman kepada Bundanya.


"MC-nya sudah datang, Man?"


"Sudah, Bun!"


"Kalau undangan sudah pada datang, ya langsung dimulai saja! Biar nggak terlalu malam!"


"Siap, Bun!"


Salman memberi intruksi kepada pembawa acara untuk segera memulai acara. Dan acara pun dimulai. Kurang lebih 40 menit rangkaian acara sampai dengan acara ramah tamah. Saat ini para tamu undangan sedang dijamu masakan Gulai kambing dan sate kambing. Salman sudah menyembelih Empat kambing untuk kedua putranya.


"Alhamdulillah, acaranya berjalan dengan lancar. Zean dan Zain juga anteng nggak rewel!" Ucap Raisya.


"Iya, Bun! Mereka ngerti banget kayaknya!" Ujar Naila.


"Bun, dipanggil Ayah!" Ujar Salman menghampiri Bundanya. Sekilas ia melirik Salwa lalu membisikkan sesuatu di telinga Bundanya.


Salwa yang saat ini sedang asyik menemani Ayla dan Alya pun tak menghiraukan kedatangan Salman.


Raisya segera ke depan menemui suaminya.


"Ada apa, By?" Tanya Naila, lirih.


"Ada calon!" Jawab Salman, sambil melirik ke arah Salwa. Namun Salwa tetap tak mendengar.


"Oh... Bang Duda itu?"


Salman hanya mengangguk. Dan memberi isyarat agar tidak memberitahukan Salwa.


Karena penasaran dengan orang yang dimaksud, Naila pun pergi ke depan untuk mengintip. Namun Ia terkejut, karena tubuhnya dibentur oleh seorang anak perempuan yng usianya sekitar 5 tahun.


"Au!" Pekik Naila.


Anak tersebut terjatuh namun tidak menangis.


"Maafkan Ira, Tante! Ira nggak lihat!"

__ADS_1


"Tidak mengapa, Nak! Ayo bangunlah!"


Naila membantu anak tersebut untuk berdiri.


"Namamu siapa?"


"Humaira Az-zahra. Panggil saja,Ira, Tante!"


"Mungkin anak ini anaknya salah satu teman atau pegawai Abi." Batin Naila.


"Oh iya, ayo main sama anak Tante, itu mereka!" Naila menunjuk Ayla dan Alya yang sedang bermain dengan Auntynya.


Ira nampak senang karena bisa bertemu dengan teman sepantaran. Ia mendekati si kembar Alya dn Ayla.


"Hai... boleh kenalan?" Ira mengulurkan tangannya.


"Boleh, Kak! Namaku Alya, dan ini adikku Ayla! Nama Kaka siapa?"


"Humairah! Panggil saja Ira! Kalian kembar?"


"Iya, kami kembar tiga!" Ujar keduanya.


"Wah... keren! Tapi yang satu mana?"


"Mas Arya pasti main sama anak laki-laki!" Jawab Ayla.


Lalu pandangan Humairah beralih pada wanita bercadar di samping si kembar. Entah kenapa, ia sangat penasaran.


"Ini aunty kami, Kak Ira! Namanya Aunty Salwa."


"Hai, cantik!" Salwa memegang dagu Humairah.


Humairah ikut bermain bersama mereka. Salwa menemani mereka menyusun puzzel huruf hijaiyah. Sesekali Humaira mengambil perhatian Salwa.


Beberapa menit kemudian, sebagian keluarga sudah berpamitan pulang.


"Kalian lanjutkan mainnya ya! Aunty mau ke kamar mandi dulu!"


Salwa pergi ke kamar mandi untuk membuang air kecil.


Saat keluar Salwa terkejut, karena ada seorang laki-laki yang menunggu di depan kamar mandi. Sepeekian detik mata mereka saling berpandangan. Namun Salwa sadar dan menundukkan pandangannya.


"Astaghfirullah 'adzim." Batin Naila.


Ia langsung pergi meninggalkan kamar mandi. Laki-laki tersebut tersenyum saat melihat Salwa pergi tanpa satu kata pun.


"Hem... dia kah orangnya?" Batin laki-laki tersebut. Ia segera masuk ke kamar mandi untuk membuang air kecil juga.


Di kamar Naila


Zean dan Zain saat ini sedang tidur nyenyak. Mereka dijaga oleh kedua neneknya, Putri dan Ajeng. Sedangkan Raisya masihvmenemani suaminya menemui tamu kehormatan.


"Dek, siapa sih tamunya?" Tanya Salwa kepada Salman.

__ADS_1


"Ada deh!"


"Ish, ditanyain malah gitu!"


Salman hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Lalu ia segera pergi, karena takut ditanya macam-macam oleh Salwa.


Tiba-tiba Humairah mendekati Salwa. Gadis kecil itu rupanya sudah mengagumi Salwa sejak tadi.


"Aunty Salwa, kenapa wajah aunty ditutupin?" Tanya Humairah.


"Nanti kalau sudah besar kamu akan tahu, Ira! Yang jelas, Aunty hanya ingin menjaga diri."


"Aunty pasti cantik!"


Salwa hanya tersenyum mendengar ocehan gadis kecil itu.


"Kak Ira benar! Aunty Salwa memang cantik! Lebih cantik dari Oma!"


Anak-anak melanjutkan permainan mereka. Salwa duduk di sofa sambil membalas chat dari teman-temannya.


Tiba-tiba Salman datang lagi mencari seseorang. Ia mendekati Humairah.


"Nak, keluargamu akan pulang! Kamu sudah ditunggu!"


"Yah... cepat sekali sih, Om! Padahal Ira baru menemukan teman!"


"Besok-besok Ira boleh kok main lagi ke sini!" Ujar Salwa.


"Aunty kapan-kapan main ke rumah Ira ya? Ira mau diajarin yang lain!"


"Insyaallah."


Salman tersenyum melihat keakraban keduanya.


"Itu calon anakmu, Mbak! " Batin Salman.


Keluarga Humairah berpamitan pulang. Nampak Ayah Humairah sedang celingukan seperti mencari seseorang.


"Apa ada sesuatu yang kamu cari lagi, Kak? bukankah Ira sudah ada di sini?" Tanya Salman. Pertanyaan Salman membuat pria tersebut malu.


"Ah tidak ada!" Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Salman hanya bisa menyunggingkan senyumnya.


"Aku sudah tahu latar belakangmu! Jadi tidak ada alasan untukku tidak menyetujui rencana Ayah. Semoga Ayah tidak salah mengambil keputusan." Ujar Salman dalam hati.


Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf ceritanya author singkat ya kak


Karena Author sudah kehabisan ide

__ADS_1


kasih semangatnya dong..


Rencana author mau bikin novel kisahnya Salwa, setuju nggak?


__ADS_2