
Pagi itu seperti biasa Zahra selalu disibukkan dengan aktivitas nya.
ya ...walaupun hari ini dia tidak mempunyai janji dengan pasien nya.
"dari pada aku dirumah, mamah pasti akan menanyakan tentang kedekatan ku dan Rizal, nyuruh aku lebih mendekatkan diri ke mama Rizal . bisa bisa aku berhenti bernafas jika terlalu mengikuti drama ini" batin Zahra sambil membawa mobil nya membelah jalanan kota.
Setelah cukup jauh dari kediaman nya, Zahra mendengar ada suara ledakan.
duussss...
Seketika itu mobil Zahra pun sedikit kehilangan keseimbangan nya.
Zahra pun menepikan mobil nya, dia pun keluar dan melihat apa yang terjadi pada ban mobil nya.
"kok sial banget sih, malah bengkel jauh lagi, kyak mana ya.. ?? apa aku tlpon papa aja? tapi papa kan sudah berangkat ke kantor dari pagi tadi.
duh gimana ya.?" batin Zahra
Tiba tiba bersamaan dengan Zahra, Andi pun melintasi jalan tersebut dengan menggunakan mobil sedan hitam milik nya.
"eh ... kyak nya aku kenal mobil itu deh..siapa ya ? "
" eh dia berhenti... Apa jangan jangan dia mau bantu aku kali ya.." batin Zahra sambil melihat mobil sedan itu berhenti tepat di depan mobil nya.
Seketika raut wajah Zahra berubah, saat melihat siapa yang turun dari dalam mobil nya.
"mobil kamu kenapa? kok menghalangi jalan" ucap Andi
"mmm iya ni ban nya bocor" ucap Zahra
" sudah panggil orang bengkel untuk kesini? ucap Andi
__ADS_1
" aku gak punya nomor orang bengkel, maklum biasa nya asal ada seperti ini , aku hanya telpon papa aja" ucap Zahra.
"terus apa kamu sudah menelpon papa mu?" sahut Andi
" belom sih, aku takut ganggu papa , karna semenjak ada insiden penggelapan dana itu papa selalu sibuk". ucap Zahra
" kamu mau kemana?" ucap Andi mengalihkan pembicaraan.
"aku mau kesalon, " balas Zahra
"sini biar aku antar, " ucap Andi sambil menunjuk mobil nya
" gak usah deh , aku gak enak ngerepotin kamu"
" aku gak ngerasa di repot kan, ayo masuk lah" ajak Andi
"kyak mna ya jika Rizal lihat aku berada di mobil Andi, kayak mna jika dia melapor ke papa.. aduuh.. bisa habis aku kena ceramah nanti" batin Zahra
" hello ... Apa yang kamu pikirkan "?? ucap Andi sambil melambaikan tangan nya di depan wajah Zahra..
"apa?? calon suami? tapi bukan kah kamu pernah bilang kalau kamu belom punya pacar? kok sudah mau nikah ??" ketus Andi
" iya sih, aku memang gak punya pacar, tapi papa jodoh kan aku sama anak teman nya, dan minggu ini rencana nya kami nikah" ucap Zahra dengan polos nya.
"apa?? minggu ini?? " ucap Andi terkejut
Mendengar pertanyaan Andi , zahra jadi merasa bingung.
" knpa dia terkejut? apa papa belom cerita di kantor nya? apa dia memang belom tau? hahh.. sudah lah ngapain aku pikirin." batin Zahra
Mereka pun terdiam dalam pikiran nya masing masing.
__ADS_1
Dan tiba tiba terdengar suara klakson mobil, dan membuat Zahra dan Andi tersadar dalam dari lamunan nya..
"Zahra,, kamu ngapain disini? " ucap Rizal yang berjalan menghampiri Zahra dan Andi.
" eh.. ini Zal ban mobil aku bocor, tadi aku mau tlpon papa tapi aku takut ganggu " ucap Zahra
" kamu mau kesalon ya?? sini aku antar" ucap Rizal
"oh ya Zal,ini Andi anak dari bos tempat papa ku bekerja" kata Zahra memperkenalkan andi
" kamu yang waktu itu datang kerumah sakit kan?" tanya Rizal
" iya , aku Andi pranata, " ucap Andi
"Rizal Wijaya,calon suami Zahra" ucap Rizal sambil menjabat tangan Andi
Setelah mereka berkenalan Zahra dan Rizal pun meninggal kan Andi yang masih bingung .
Andi pun kembali ke mobil nya dan melajukan mobil sedan itu dengan kecepatan sedang.
Sambil merasa bingung.
bagaimana tidak , dia masih mencintai Zahra, tapi disisi lain Zahra akan menjadi milik orang lain
Bagaimana ini, apa pak Edi menjodohkan mereka krna aku meminta Zahra ?atau memang mereka sudah lama membina kasih.. batin Andi bertanya tanya..
.
.
.
__ADS_1
.
🌹🌹jngan lupa like dan komen 🌹🌹🌹