CINTA KU...

CINTA KU...
pulang


__ADS_3

Zahra pun tiba di pekarangan rumah nya , setelah memarkirkan mobil nya ia pun segera keluar dan masuk kedalam rumah nya. Zahra mencari mama nya, namun ia tidak menemukan nya. Zahra melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya .


" sudah jam delapan malam , kenapa mama belum pulang juga" batin Zahra , ia pun mengambil ponsel dari tas nya dan segera menghubungi mama nya.


Setelah Zahra selesai menelepon mama nya baru lah ia merasa tenang , ternyata cafe masih ramai dari tadi sore, hingga bu Erni akan pulang sedikit larut malam .


Zahra pun menuju kamar nya , ia ingin membersihkan kan tubuh nya . Setelah seharian ia beraktivitas di luar rumah.


Setelah selesai membersihkan diri , ia berniat menjemput mama nya. Zahra mengambil kontak mobil nya dan membawa mobil tersebut membelah jalanan malam.


Setelah sampai di Cafe , Zahra di kejutkan dengan sebuah pemandangan yang tak di ingin kan nya, ia melihat Siska di sana sedang duduk bersama seorang lelaki berpakaian rapi dengan setelan jas nya . Zahra mendekati nya dengan perlahan. ia ingin mendengar apa yang di rencanakan oleh Siska .


Setelah cukup aman , Zahra duduk di kursi tepat di belakang Siska . Betapa terkejutnya Zahra mendengar cerita Siska . ternyata Siska yang di kenal nya sejak SMA, akan menjual perusahaan cabang milik suami nya.


Zahra masih diam , ia berusaha untuk tetap tenang . ia pun merekam setiap pembicaraan Siska dan lelaki itu.


Akhirnya pembicaraan Siska dan lelaki itu pun selesai . Zahra dengan cepat membalikkan badan nya agar tidak kelihatan oleh Siska . Setelah melihat kedua orang itu pergi , Zahra pun segera menghubungi Juan.


Di dalam sambungan telepon.


" hallo Nona " ucap Juan


" aku ada sebuah pekerjaan yang harus kau lakukan " ucap Zahra


" apa yang bisa saya bantu nona" ucap Juan


" aku ingin semua perusahaan atas nama Andi menjadi atas nama ku " ucap Zahra


" baik, tapi kenapa nona menginginkan itu" ucap Juan


"sudah kau kerjakan saja semua perintah ku, dan satu lagi kamu awasi Siska , aku baru mendengar percakapan nya kalau dia akan menjual perusahaan cabang milik suami ku yang ada di Bandung." ucap Zahra

__ADS_1


" baik Nona, akan saya lakukan sesuai perintah " ucap Juan


Zahra pun langsung menutup sambungan telepon tersebut.


" kamu mau bermain main dengan ku , kita lihat saja siapa pemenang nya" ucap Zahra


Zahra pun mendatangi ruangan bu Erni , ia melihat mama nya yang sedang bersiap siap .


" mama sudah selesai, kita pulang sekarang " ucap Zahra


" ayo,, kenapa kamu menjemput mama" ucap bu Erni.


" aku merindukan mama , lagi pula tidak baik kalau mama pulang semalam ini naik ojek" ucap Zahra sambil memeluk mama nya.


" kamu bisa aja , mama ini bukan anak anak lo " ucap bu Erni .


Zahra hanya membalas dengan tertawa kecil, mereka pun berjalan menuju parkiran . Setelah sampai di parkiran mereka langsung masuk kedalam mobil tersebut. Zahra pun membawa nya dengan kecepatan sedang.


Di perjalanan Zahra bertanya pada mama nya.


" kayak nya mama mau beli martabak yang ada di persimpangan itu deh" ucap bu Erni


" ya udah ,, nanti Zahra berhenti disana " ucap Zahra.


Setelah sampai di Simpang, Zahra pun memberhentikan mobil nya dekat tukang martabak , bu Erni dan Zahra pun keluar dari dalam mobil. bu Erni memesan martabak tersebut sedang kan Zahra hanya menunggu di dekat mobil nya saja. Tiba tiba ada yang menghampiri nya, Zahra pun melihat siapa orang tersebut .


Betapa terkejut nya Zahra ternyata yang menghampirinya adalah Adit . Dokter yang ada di rumah sakit tempat Andi di rawat.


" Dok.." sapa Zahra


" panggil Adit saja.." ucap Adit

__ADS_1


Zahra hanya membalas dengan senyuman.


"ngapain kamu disini Ra?" tanya Adit


" aku sedang nemenin mama beli martabak" ucap Zahra


" kamu ngapain disini Dit" ucap Zahra sedikit gugup.


" aku juga lagi beli martabak " ucap Adit sambil mengangkat bungkusan plastik yang ada di tangan nya.


" oh..kamu sama siapa? " tanya Zahra


" sendiri , aku baru pulang dari rumah sakit " ucap Adit.


" kalau gitu aku duluan ya Ra, titip salam sama mama mu" ucap Adit


" iya nanti aku sampai kan, hati hati di jalan" ucap Zahra


Adit pun pergi meninggalkan Zahra , ia menuju ke arah mobil nya . tidak lupa Adit mengklakson Zahra tanda ia pamit.


Zahra membalas dengan anggukan kepala nya saja.


Bu Erni yang dari tadi memperhatikan anak nya , ada rasa bahagia ketika ia melihat Zahra sedang berbincang dengan lelaki itu. ia melihat ada kebahagian di wajah Zahra . Seketika bu Erni lupa kalau Zahra sudah menikah dan menantu nya sedang terbaring lemah di rumah sakit.


Setelah selesai Bu Erni menghampiri Zahra dengan membawa bungkusan plastik berisi kan martabak.


" Ra,, ayo kita pulang" ucap Bu Erni


" mama sudah siap?" ucap Zahra


" udah dari tadi mama berdiri disini, namun kamu nya kok malah melamun sih" ucap Bu Erni

__ADS_1


" mama apa an sih, ayo masuk ma" ucap Zahra


Mereka pun masuk kedalam mobil , Zahra tanpa berkata kata langsung membawa mobil nya membelah jalanan kota .


__ADS_2