CINTA KU...

CINTA KU...
tanggung jawab


__ADS_3

Pagi itu Zahra semakin gelisah, pasal nya karena suami nya dari semalam tidak pulang. Sudah beberapa kali Zahra menghubungi ponsel Andi, Namun selalu saja tidak aktif.


Setelah selesai sarapan, seperti biasa Zahra pergi ke salon milik nya. di dalam perjalanan menuju salon , ia berpikir untuk singgah ke kantor suami nya itu.


" aku ke kantor aja kali ya, penasaran deh apa yang membuat dia tidak pulang semalam " ucap Zahra sambil memainkan setior mobil nya.


Sesampai Zahra di kantor milik Andi, ia memarkirkan mobil nya dan ia pun keluar dari mobil tersebut melangkah kan kaki nya masuk kedalam gedung tersebut.


" pagi buk.." sapa karyawan yang sedang berpapasan dengan nya


Zahra hanya membalas dengan senyuman nya saja. ia pun masuk ke dalam lift untuk membawa nya ke lantai atas dimana letak ruangan suami nya.


Sedang kan di dalam ruangan Andi, ia sedang berdebat dengan Siska.


" kenapa kamu bisa berada disini" ucap Andi sambil memegang kepala nya untuk berpikir apa yang terjadi semalam.


" maaf pak,, bukan nya bapak yang meminta saya untuk menemani bapak" ucap Siska


" aku hanya menyuruh mu untuk mengerjakan berkas yang aku berikan, kenapa kamu melakukan yang tidak ku perintah" bentak Andi


" tapi bagaimana pun alasan bapak , ini semua sudah terjadi" ucap Siska sambil menangis.


" kenapa kamu menangis, bukan kah ini semua kemauan mu" ucap Andi.


Kini Andi sudah berdiri di hadapan Siska dan ia melihat raut wajah Siska yang begitu ketakutan. sedang kan Siska yang masih menangis, ia memeluk Andi yang berada tepat di hadapan nya.


" aku mohon pak, bapak harus bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan" ucap Siska


" aku tidak berbuat apa apa, semalam kepala ku pusing dan aku tertidur" ucap Andi yang sudah mulai mengingat apa yang terjadi semalam.


" sebenarnya aku suka sama bapak, beri lah aku kesempatan " ucap Siska mempererat pelukan nya.


" tapi aku susah beristri " ucap Andi lemah.


" bukan kah bapak juga tidak bahagia akan pernikahan bapak" ucap Siska


"aku rela jadi simpanan bapak, asal bapak tidak memecat dan membuang ku" ucap Siska


" lepas kan dulu pelukan mu ini" ucap Andi


Siska pun melepaskan pelukan nya. ia menatap wajah Andi dengan sangat dalam.


" kenapa dia melihat ku seperti itu, apa dia memang menyukai ku" batin Andi


" aku tidak akan memecat mu, tapi cukup lah kamu bekerja sesuai dengan perintah ku" ucap Andi


" tapi aku sudah mempunyai rasa dengan mu pak, aku rela seperti ini agar bapak merasa senang" ucap Siska

__ADS_1


" lagi pula bukan kah bapak tidak pernah mendapatkan apa yang bapak ingin kan dari istri bapak" sambung Siska


" apa kamu yakin dengan apa yang kamu ucap kan ini.." ucap Andi.


Ia tak tega melihat Siska yang begitu menyukai nya. tapi ia pun tak tega melihat dirinya sendiri, dengan keadaan nya yang sudah menikah secara sah, namun ia belum mendapatkan kepuasan dari istri nya.


Siska hanya menjawab lewat anggukan kepala nya.


Mereka pun berpelukan layak nya seorang kekasih. namun Tiba tiba.


tok tok tok..


bunyi Pintu ruangan Andi .


" masuk.." ucap Andi langsung melepaskan pelukan nya.


Zahra pun masuk kedalam ruangan itu, dan betapa terkejut nya Andi melihat istri nya datang.


" kalau begitu saya permisi dulu ya pak" ucap Siska yang berjalan menuju pintu.


" selamat pagi buk" sapa Siska ke Zahra


" pagi.." ucap Zahra


Siska pun keluar dari ruangan bos nya itu. ia merasa senang atas keinginan nya tidak di tolak oleh Andi.


" apa yang membuat mu datang kemari" ucap Andi


" apa peduli mu,, apa kamu memperdulikan apa pun tentang ku" jawab Andi yang melangkah kan kaki nya menuju sofa, ia pun mendudukkan tubuh nya .


" kamu kok ngomong gitu sih" ucap Zahra mendekati Andi


" sudah berapa lama kita menikah, apa kamu pernah memperhatikan aku, apa kamu pernah memenuhi apa keinginan ku, sudah tiga bulan kita menikah Zahra, tapi kamu belum juga melaksanakan ke wajiban mu" bentak Andi


Karna begitu kuat suara Andi, hingga Siska yang berada di depan ruangan pun mendengar nya.


" syukuri kamu Zahra, aku puas melihat kamu di bentak oleh suami mu" ucap Siska dengan senyum kemenangan nya


Dulu sewaktu SMA , Siska dan Zahra adalah sahabat. Dulu sewaktu masih sekolah Siska sangat mencintai Rizal


Namun Rizal menolak nya , dengan alasan Rizal mencintai Zahra . semenjak saat itu ia membenci Zahra. karna menurut nya Zahra adalah penyebab cinta nya tak terbalas .


Di dalam ruangan Andi , keadaan semakin memanas. bagaimana tidak , Andi yang sudah kesal dengan Zahra , ia pun membentak Zahra dengan sesuka hati nya.


" kenapa kamu tega membentak aku dari tadi, bukan kah kamu bilang kalau kamu cinta sama aku" ucap Zahra


" tapi hanya aku yang mencintai mu, sedang kan kamu tidak mencintai ku" ucap Andi

__ADS_1


" aku mencintai mu " ucap Zahra


" oke .. kalau kamu mencintai ku .. ayo tunjuk kan pada ku" ucap Andi


Andi pun bangkit dari duduk nya dan menarik tangan Zahra masuk ke dalam kamar nya. ia pun langsung menghempaskan tubuh Zahra ke atas kasur.


" mau apa kamu ... kenapa kamu menakutkan seperti ini" ucap Zahra . kini ia sudah menangis.


" bukan kah kau bilang kalau kau mencintai ku , aku butuh pembuktian dari mu" ucap Andi .


Ia mengambil remot yang terletak di atas meja untuk menutup pintu kamar dan pintu ruangan nya tersebut.


Kamar yang berada di ruangan Andi memiliki kedap suara. sehingga apapun yang terjadi di dalam kamar tersebut tidak akan mengeluarkan suara sedikit pun.


Andi mendekati Zahra yang sudah terbaring di atas kasur.


" ayo tunjukkan lah rasa cinta mu itu" ucap Andi


" aku tidak mau dengan cara seperti ini" teriak Zahra


" menjerit lah sekuat tenaga mu, tidak akan ada yang mendengar suara mu itu" ucap Andi.


Kini Andi telah naik di atas kasur yang sama, ia pun menangkap kaki Zahra dan menarik nya agar Zahra tidak menjauh dari nya.


Zahra dengan sekuat tenaga meronta ronta, namun ia kalah , tenaga Andi lebih kuat dari nya . sehingga ia hanya bisa menangis atas apa yang di lakukan Andi terhadap nya .


Andi yang sudah di buta kan oleh nafsu , tidak memperdulikan air mata Zahra. ia terus mencumbui Zahra sampai akhirnya Zahra hanya bisa pasrah dan mendesah.


Hari itu menjadi hari yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup oleh Zahra.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**jangan lupa like komen dan vote...


thank's ya..😉😉**


__ADS_2